Memanfaatkan Lahan Bekas Tambang Untuk Budidaya Ikan Papuyu

Memanfaatkan Lahan Bekas Tambang Untuk Budidaya Ikan Papuyu

0
SHARE

KABARTANI.comBudidaya Ikan Papuyu. Desa Karya Unggang, yang berada di wilayah Kecamatan Tewang Sangalang Garing, Kabupaten Katingan Propinsi Kalimantan Tengah, dulunya masayarakat setempat hidup dengan menambang. Seiring dengan adanya penyuluhan yang memberikan arahan, motovasi, fasilitasi, inovasi teknologi serta transfer ilmu pengetahuan di bidang pertanian secara umum, peluang besar bagi warga setempat untuk memanfaatkan kolam-kolam bekas tambang tersebut, sebagai kolam ikan dengan sistem kolam tambak.

Sekarang masyarakat perlahan-lahan mau untuk meninggalkan dunia tambang dan beralih ke perikanan tambak, dengan pelan-pelan meninggalkan kebiasaaan lama, dengan bimbingan para penyuluhan.

Beberapa Petambak sudah ada yang berhasil mengelola kolam tambaknya dengan memelihara ikan Nila dan ikan Papuyu sejenis ikan air tawar, yang mana ikan nila dan ikan papuyu ini tahan dan cepat menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitarnya, sehingga budidaya ikan ini bisa berhasil di daerah tersebut.

img20160805130756
Pemanfaatan kolam bekas tambang untuk budidaya Ikan Papuyu

Mungkin belum banyak yang tahu mengenai Ikan Papuyu ini, karena ikan jenis ini hanya terdapat di kawasan di pedalaman Kalimantan, terutama Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Ikan Papuyu merupakan species dari ikan gabus, dan menjadi primadona bagi masyarakat setempat, karena rasanya yang enak dan lezat.

Namun sangat disayangkan ikan papuyu (Anabas Testudneus) semakin berkurang di alam atau danau karena sering di cari dan ditangkap, sehingga pelestarian dan usaha budidayanya perlu sekali untuk dilakukan. Dengan demikian pemanfaatan kolam bekas lahan tambang tradisional tersebut sangat bermanfaat dan mendatangkan hasil bagi petani tambak setempat.

Secara entimologi, ikan papuyu jantan dan betina dapat dibedakan dengan ciri-ciri sebagai berikut:

Papuyu Jantan : Tubuh membulat, warna cerah, gerakan lincah, lubang kelamin memanjang , dan berukuran antara 100 gram.

Papuyu Betina : Tubuh memanjang, warna agak kusam, perut agak gendut, gerakan lamban, lubang kelamin membulat, dan berukuran 100 gram.

Dalam pengembangbiakan serta pembudidayaan ikan papuyu, ada beberapa tahapan yang harus diterapkan seperti :

  • Pembenihan secara masal di kolam
  • Pembenihan secara plyculture dengan ikan patin
  • Pembenihan dengan cara manipulasi dengan lingkungan
  • Pembenihan dengan cara injuce spawning di dalam bak plastik

Untuk sekarang ini, pembenihan dengan cara injuce spawning sudah banyak dilakukan, sedangkan 3 tahap yang lain masih dalam proses penelitian.

Cara pemijahan atau penyuntikan ikan papuyu, terlebih dahulu dilakukan proses penyeleksian indukan sesuai dengan ciri-ciri yang di kemukakan diatas, ikan yang dipilih harus benar-benar sudah matang gonad. Indukan jantan dan betina sebelum dipijahkan terlebih dulu ditaruh di tempat yang terpisah.

1. Persiapan Pembenihan

Pemijahan dengan sistem injuce spawning dilakukan dengan menggunakan bak plastik berukuran 1 x 4 x 0,30 M.

  • Persiapan nya dengan melakukan pengisian air yang dilakukan 2-3 hari sebelum dilakukan pemijahan.
  • Air di isi 2/3 dari volume bak, dengan diberi disenfektan dengan menggunakan garam dapur selanjutnya diberi aerase untuk meningkatkan konsentrasi, dan ditebarkan jenis tanaman air seperti kambiang untuk pelindung telur dan larva.
  • Selanjutnya bak ditutup dengan plastik, bertujuan agar suhu air bisa dipertahankan, dan ikan tidak melompat keluar.

2. Penyuntikan

Penyuntikan ikan papuyu dilakukan bersamaan antara induk jantan dan betina. Penyuntikan hanya sekali, adapun hormone yang digunakan adalah ovaprim dengan dosis 0,4 ml/kg, baik induk jantan dan betina. Pemijahan atau penetasan biasanya pada malam hari hingga pagi hari dan telor-telor akan menempel pada didinding akuarium.

3. Penetasan dan Pemeliharaan Larva

Penetasan dilakukan di dalam akuarium pemijahan, yaitu dengan menangkap induk yang telah memijah, kemudian dipindahkan ke kolam pematangan gonad. Dalam suhu 29-30 derajat celcius telur akan menetas menjadi larva dalam 24 jam. Larva tersebut dipelihara selama 3 hari hingga kuat untuk berenang, selama di akuarium diberi pakan artemia secukupnya. Setiap induk betina bisa menghasilkan larva sebanyak 13.500 ekor.

Pendederan I

Pendederan dilakukan dalam hapa yang dipasang di kolam atau menggunakan jaring atau kain kasa yang memiliki lubang-lubang kecil.

  • Siapakn kolam berukuran kecil atau ukuran 200 m2, keringkan selama 4-6 hari,
  • Isi air setinggi 40-60 cm,
  • Tebarkan 4 karung kotoran ayam atau puyuh dan biarkan selama 4-5 hari,
  • Pasangkan 4-10 hapa ukuran panjang 2 m, lebar 1 m, dan tinggi 80 cm dengan tiang bambu,
  • Masukan 2.000 ekor larva, beri pakan tambahan berupa pellet halus,
  • Pemeliharaan ini selama seminggu, saat larva berukuran 0,5 cm.

Pendederan II

Pendederan II dilakukan dikolam, Caranya,

  • Siapkan sebuah kolam berukuran 200 m2,
  • Keringkan selama 4 – 6 hari,
  • Isi air setinggi 40-60 cm,
  • Tebarkan 4 karung kotoran ayam, biarkan selama 4-5 hari,
  • Tebar benih yang berasal dari pendederan I (Hapa) dengan kepadatan 200-300 ekor/m2,
  • Beri pakan tambahan berupa pellet halus sebanyak 500 gram/hari diawal tebar, 750 gram minggu kedua, dan 1000 gram minggu ketiga,
  • Pendederan selama 30 hari, pada saat itu benih papuyu berukuran mencapai 1-3 cm,
  • Kemudian pendederan III dikolam lain dengan perlakuan sama dengan pendederan II selama sebulan, ukuran benih bisa mencapai 3-5 cm.

Pembesaran

Pembesaran biasanya dilakukan dikolam, caranya

  • Siapkan kolam berukuran 500 m2,
  • Kringkan selama 4 – 6 hari,
  • Isi air setinggi 40-60 cm,
  • Tebarkan 6 karung kotoran ayam, dan biarkan selama 4-6 hari,
  • Tebarkan benih yang berasal dari tempat pendederan II dengan kepadatan 50 ekor/m2,
  • Beri pakan berupa pellet butiran sebanyak 5 persen/hari ,
  • Pembesaran selama 6 bulan, saat itu ikan papuyu mencapai berat antara 60-75 gram.

Pembesaran Dijaring Tancap

Pembesaran juga bisa dengan menggunakan jaring tancap, biasanya dipilih pada kolam yang sangat dalam sekitar 1,5 – 2 meter,

  • Siapakan jaring yang telah dibentuk dan dijahit sedemikan rupa hingga membentuk hurup U, dengan ukuran panjang 4 meter, lebar 3 meter, ketinggian 1,5 meter.
  • Pasang jaring pada tiang-tiang tancap yang telah disiapkan.
  • Tebarkan 50-100 ekor/m2 dengan pemberian pakan tambahan, pembesaran selama 6 bulan sampai siap panen.

https__scontent-xx-fbcdn-net_v_t1-0-9_s720x720_13882436_1621682894829024_7994056516329188893_n

Simak juga 

Itulah informasi Memanfaatkan Lahan Bekas Tambang Untuk Budidaya Ikan Papuyu. Panduan ini merupakan kiriman dari sobat tani yang berasal dari Kalimantan Tengah, yang sekaligus merupakan seorang penyuluh didaerah tersebut yakni Bpk Elie Suratno, SP. Terima kasih Pak Elie, semoga informasi ini bermanfaat bagi sobat tani lainnya.

Oleh : Elie Suratno, SP

Penyuluh Pertanian Wkpp Desa Karya Unggang, Kec,Tewang Sangalang Garing, Kab, Katingan, Kalimantan Tengah.

SHARE
Saya adalah orang yang tertarik pada dunia teknologi dan pertanian, dengan mengolaborasikan keduanya menjadikan sesuatu yang sangat menarik bagi saya.