Teknologi Tani Membuat Alat Penetas Telur dari Styrofoam (Gabus)

Membuat Alat Penetas Telur dari Styrofoam (Gabus)

0
Bagikan

Kabartani.com – Pada kesempatan kali ini, Kabartani akan memberikan informasi bagaimana Membuat Alat Penetas Telur dari Styrofoam (Gabus). Alat penetas telur atau inkubator telur ini bisa juga anda buat dari bahan kardus, seperti berikut ini Cara Membuat Alat Penetas Telur dari Kardus.

Dalam membuat inkubasi telur sederhana ini ada dua hal penting yang harus diperhatikan dengan seksama yaitu temperatur dan kelembaban di dalam inkubator telur tersebut. Dengan berdasarkan kriteria tersebut, kita bisa membuat sendri alat penetas telur atau inkubator telur sederhana dari kotak styrofoam es.

Aturan atau pedoman yang wajib diperhatikan dalam membuat alat penetas telur atau inkubator telur yang baik, yakni:

  • Menstabilkan temperatur atau suhu di kisaran 36,6 hingga 8,3 derajat celcius. Suhu optimal yaitu 36,94 derajat celcius.
  • Stabilkan kelembaban dalam kotak inkubasi tersebut diisaran 55% dan 70%.
  • Telur memerlukan waktu 21 hari untuk menetas.
  • Putarlah telur secara perlahan sebanyak ¼ sampai ½ putaran tiga kali sehari selama 18 hari pertama.
  • Jangan putar telur pada 3 hari terakhir masa eram telur.
  • Jangan cuci telur sebelum disimpan di dalam inkubator, biarkan saja kondisinya apa adanya.
  • Hindari menggunakan telur dari toko, telur yang baik yang dapat ditetaskan harus berasal dari ayam langsung, bisa membeli di peternakan ayam. Hal ini tidak menjamin telur dapat ditetaskan, akan tetapi kondisi telur yang baik, juga akan meningkatkan keberhasilan telur dapat menetas.
  • Pada 15 hari pertama, kelembaban dapat diatur pada level batas bawah, antara 55% sampai 65%, namun pada sisa harinya, harus diupayakan agar kelembaban pada level 56% sampai 70%. Hal ini akan sangat membantu proses penetasan telur.

Bahan dan Alat

Alat-alat ini dapat diganti sesuai kebutuhan dan ketersediaan peralatan dirumah anda. Yang terpenting adalah keseluruhan alat yang akan digunakan dapat menjaga temperatur dan kelembaban sesuai dengan level yang diinginkan.

Peralatan Membuat Alat Tetas Telur dari Styrofoam - Kabartani

  • 1 buah box es styrofoam
  • 1 buah lampu 25 watt
  • 1 buah pigura plastik atau kaca
  • 1 buah mangkok dan spons untuk air
  • 1 buah rumah lampu
  • lak ban
  • 1 buah pengukur suhu dan kelembaban digital. Dapat dibeli di toko listrik
  • kawat berpori besar
  • Telur ayam

Langkah-langkah Pembuatan

Langkah pertama yaitu buatlah lubang observasi pada kotak Styrofoam. Ukuran lubang ini menyesuaikan dengan ukuran pigura yang kita gunakan.

Potong kotak styrofoam 1-2 cm lebih kecil dari ukuran pigura, sehingga pigura dapat dipasang di atas lubang tanpa perlu khawatir terjatuh ke dalam lubang untuk jendela observasi. Setelah posisi pigura sudah pas berada di atas lubang, rekatkan pigura ke box styrofoam dengan lak ban hingga tidak ada celah udara.

Langkah selanjutnya yaitu memasang lampu pada bagian dalam kotak. Buatlah lubang pada satu sisi box styrofoam untuk jalur masuk rumah lampu. Setelah itu, kencangkan pemasangan rumah lampu sehingga posisinya tidak berubah. Kembali gunakan lak ban untuk menutup jalur udara di sekitar rumah lampu, tidak hanya di bagian dalam dari box, tapi juga bagian luar box tempat kita melubangi tadi.

Agar ayam yang menetas dari terlur terlindungi dari bahaya panas lampu, kita akan membuat semacam pagar pengaman yang terbuat dari kawat yang sudah kita siapkan tadi. Selain untuk pengaman lampu, kawat ini juga digunakan sebagai alas untuk menaruh telur dan perlengkapan lain, jadi tidak langsung bersentuhan dengan kotak styrofoam, Bengkokkan dan pasang kawat agar terbentuk seperti pada gambar di bawah ini.

1-Membuat Alat Penetas Telur dari Styrofoam (Gabus)

Buat beberapa lubang kecil pada box styrofoam sebagai ventilasi agar telur selalu mendapat udara segar.

Selanjutnya, simpan mangkok berisi air dan spons beserta alat ukur suhu & kelembaban digital.

2-Membuat Alat Penetas Telur dari Styrofoam (Gabus)

Sampai dengan tahap ini, alat penetas telur atau inkubator telur sudah berhasil kita buat. Langkah selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah memonitor apakah temperatur dan kelembaban di dalam inkubator sudah sesuai dengan level yang kita inginkan. Tutup box styrofoam, dan biarkan selama 24 jam. Pantau kondisi suhu dan kelembaban dari jendela observasi selama 24 jam penuh.

Stabilkan Suhu dan Kelembaban dalam ruangan

Apabila suhu terpantau terlalu rendah atau tinggi, ubah jumlah lubang ventilasi yang tadi kita buat. Lubang ventilasi dapat kita tutup dengan lakban apabila suhu terlalu tinggi. Sedangkan tingkat kelembaban dapat kita atur dengan menambahkan atau mengurangi jumlah air pada mangkok.

Setelah dipantau selama 24 jam suhu dan kelembaban sudah sesuai, sekarang mulai kita masukan telur-telur yang siap untuk ditetaskan. Posisikan telur sejauh mungkin dari lampu, dan sedekat mungkin dengan termometer. Hal ini dilakukan agar suhu dan kelembaban yang terukur sama dengan yang didapat oleh telur-telur. Hal lain yaitu tempatkan telur-telur berdekatan satu sama lain agar telur dapat saling menghangatkan.

Posisi simpan telur adalah direbahkan seperti pada gambar. Posisi ini sangat penting agar tidak mengubah posisi natural embrio di dalam telur.

3-Membuat Alat Penetas Telur dari Styrofoam (Gabus)

Masa tunggu telur sampai menetas adalah 21 hari. Pada 18 hari pertama, putar telur sebanyak ¼ sampai ½ putaran sebanyak 3 kali dalam 1 hari. Silakan lihat panduan memutar telur pada artikel ini sebagai referensi. Setelah hari ke-18, biarkan telur pada posisinya, tidak perlu diputar lagi. Lihat hasilnya pada hari ke-21. Selamat mencoba!

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here