Membuat Mangga Unggul Dengan Metode Top Working

Membuat Mangga Unggul Dengan Metode Top Working

0
Bagikan

Kabartani.com – Kali ini Kabartani akan berbagi informasi bagaimana Membuat Mangga Unggul Dengan Metode Top Working. Apa itu metode Top Working? bagaimana cara membuatnya? simak informasinya berikut ini.

Pembiakan dan perbanyakan tanaman mangga dapat dengan berbagai macam cara, salah satunya yaitu teknik top working. Pembiakan dengan cara ini lebih banyak digunakan karena memiliki keunggulan yaitu, produk yang dihasilkan memiliki sifat yang mirip dengan induknya.

Top working merupakan salah satu metode perbanyakan vegetatif buatan untuk tanaman mangga. Grafting atau top working adalah seni menyambungkan 2 jaringan tanaman hidup sedemikian rupa sehingga keduanya bergabung dan tumbuh serta berkembang sebagai satu tanaman gabungan.

Teknik apapun yang memenuhi kriteria ini dapat digolongkan sebagai metode top working. Tanaman bagian atas disebut entris atau batang atas (scion), sedangkan tanaman batang bawah disebut understam atau batang bawah (rootstock).

Batang atas berupa potongan pucuk tanaman yang terdiri atas beberapa tunas dorman yang akan berkembang menjadi tajuk, sedang batang bawah akan berkembang menjadi sistem perakaran.

Kegunaan dilakukannya teknik penyambungan top working antara lain:

  • Menghasikan sifat-sifat klon yang tidak dapat dilakukan dengan cara stek atau mencangkok,
  • Untuk memperbaiki jenis-jenis tanaman,
  • Untuk mempercepat berbuahnya dari bibit yang diseleksi, memperbaiki bagian-bagian pohon yang rusak,
  • Mendapat keuntungan dari sifat batang bawah tertentu, seperti perakaran kuat, toleran terhadap lingkungan tertentu,
  • Mempercepat kematangan reproduktif dan produksi buah lebih awal,
  • Mempercepat pertumbuhan tanaman dan mengurangi waktu produksi,
  • Mendapatkan bentuk pertumbuhan tanaman khusus dan memperbaiki kerusakan pada tanaman.

Salah satu cara untuk memperbaiki sifat-sifat yang dimiliki tanaman mangga untuk menghasilkan buah yang baik dan bermutu dengan Teknologi Top Working yakni meremajakan pohon dengan memotong batang pohon utama hingga tersisa setinggi 1 meter di musim penghujan.

Prinsip Top Working memadukan batang bawah dewasa dengan batang atas dimana 1. Diameter batang bawah 5 – 30 cm dengan batang atas bibit muda 0,5 – 10 cm 2. Sebelum dipotong, batang bawah dipupuk dengan urea 2 kg/pohon 3. Penyambungan dilakukan pada awal musim kemarau.

Teknik Top Working pada Pohon Mangga

Teknologi top working dapat mengganti varietas unggul yang lebih diminati konsumen dalam waktu yang singkat, tanpa perlu membongkar tanaman yang sudah ada.

Teknologi top working diterapkan untuk tanaman yang tidak produktif, varietas kurang bagus, tanaman telah tua. Sering diserang penyakit. Keuntungan dari top working yaitu dalam 2 tahun sejak sambung tanaman sudah berbuah.

Simak juga Cara Membuat Tanaman Mangga Agar Mau Berbuah Di Luar Musim

Tahapan Top Working:

1. Penyiapan batang bawah
a. Pohon dipupuk urea 1 kg/ph pada bulan maret,
b. Batang bawah dipilh yang berdiameter ±15 cm,
c. Pohon terlalu tuatidak dikehendaki tidak respon pupuk

2. Penyiapan Batang Atas/Entris
a. Entris diambil dari pohon induk yang sehat,
b. Pohon induk sumber entries dipupuk NPK 3 kg/ph,
c. Entris diambil dari pucuk yang daunnya telah berkembang,
d. Entris cukup tua berdiameter 1,5 – 20 cm, ruas pendek,
e. Panjang entries 10 – 15 cm, seluruh daun dibuang.

3. Teknik Penyambungan, teknik penyambungan menggunakan Sambung Tunas (Shoot Grafting)
a. Pohon mangga dipotong setinggi 1 m,
b. Bekas potongan ditutup paraffin,
c. 3 minggu setelah pemotongan tunas primer tumbuh,
d. Cabang primer disisakan 3, lainnya dibuang,
e. Cabang berumur 2 bulan dipotong 20 25 cm, dibelah sedalam 3 – 5 cm.

4. Pemeliharaan Pasca Top Working
a. Entris dipotong 10-15 cm, kedua sisi disayat, runcing “V”,
b. Entris disisipkan kedalam celah cabang primer batang bawah,
c. Sambungan diikat dengan plastic es dari bawah ke atas,
d. Sisa tali disungkupkan ke ujung entries,
e. 21 hari setelah penyambungan entries tumbuh, sungkup dibuka,
f. Seleksi tunas primer : disisakan 3-5 tunas yang tumbuh tegak dan terpencar,
g. Membuang tunas liar : diluar tunas yang disambung / okulasi , semua tunas yang tumbuh segera dibuang secara periodic.

5. Pengendalian hama/penyakit utama:
a. Hama penggerek batang : monokrothopos 1,5 cc/L,
b. Kumbang badak/penggerek daun, dengan ditangkap,
c. Kepik penghisap : insektisida lambung, ditangkap,
d. Penyakit antraknose : fungisida Carbendazim,
e. Pemangkasan frame : pola 1 x 3 x 3 x 3 = 27 cabang.

Demikian informasi mengenai bagaimana cara Membuat Mangga Unggul Dengan Metode Top Working. Semoga informasi ini bermanfaat bagi sobat tani sekalian. Jangan sungkan untuk membagikan informasi ini. Terima kasih.

Simak juga Cara Mengombinasikan Beberapa Varietas Mangga Dalam Satu Pohon Dengan Sambung Pucuk (Cleft Grafting)

Sumber: Ratnawati, 2013, “Teknologi Top Working pada Tanaman Mangga”, ebook.

Loading...

TIDAK ADA KOMENTAR

BERI BALASAN