Sarana & Prasarana Pupuk & Pestisida Membuat Ramuan Pestitani Pengendali OPT pada Sayuran

Membuat Ramuan Pestitani Pengendali OPT pada Sayuran

0
Bagikan

Kabartani.com – Sayuran merupakan komoditas yang bernilai ekonomi tinggi, karena nilai jualnya sangat dipengaruhi oleh kualitas panennya, khususnya penampilan visual produk. Salah satu penyebab turunnya kualitas sayuran dikarenakan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Itulah sebabnya OPT merupakan faktor pembatas usahatani sayuran.

Hingga saat ini, para petani masih mengandalkan pestisida sintetik dalam pengendalian hama dan penyakit. Karena keunggulan komparatif temporer yang dimiliki oleh pestisida sintetik dibandingkan dengan cara lain, maka aplikasi pestisida sintetik makin intensif dan sekaligus ekstensif. Hal tersebut mengakibatkan dampat negatif, antara lain:

  • Pergeseran keseimbangan hayati,
  • Timbulnya daya resistensi organisme sasaran,
  • Pencemaran dan keracunan baik akut maupun kronis,
  • Produk akan ditolak oleh produsen agroindustri maupun pihak importir,

Dilema pestisida sintetik tersebut perlu segera diatasi, antara lain dengan jalan mencari cara pengendalian lain, meskipun dengan bahan kimia tetapi minimum dampak negatifnya. Salah satu alternatif adalah dengan menggunakan Pestisida Botani (Pestitani).

Hasil penelitian (Hadisoeganda dan Udiarto, 1998) menunjukkan bahwa campuran biotoksin dari tanaman Azadirachta indica (Nimba), Andropogon nardus (Serai wangi), Alpinia galanga (Laos), campuran Tithonia diversifolia, A. nardus, A. galanga memiliki potensi pengendalian terhadap bermacam-macam OPT pada tanaman kentang, cabai, tomat dan bawang merah.

Ramuan yang telah diteliti dan dikembangkan oleh BALITSA Lembang antara lain, yaitu:

1. AGONAL 866 atau NISELA 866

AGONAL 866 adalah akronim dari nama latin tanaman Azadirachta indica sebanyak 8 bagian, Cymbopogon nardus sebanyak 6 bagian dan Alpinia galanga sebanyak 6 bagian. Menggunakan bahasa/nama lokal, akronim tersebut adalah NISELA 866 yaitu nimba sebanyak 8 bagian, serai wangi sebanyak 6 bagian dan laos sebanyak 6 bagian.

Bahan baku: Untuk 1 ha pertanaman dibutuhkan 8 kg daun A. indica (nimba), 6 kg daun C. nardus (serai wangi) dan 6 kg rimpang Alpinia galanga (laos).

2. TIGONAL 866 atau KISELA 866

TIGONAL 866 adalah akronim dari nama latin tanaman Tithonia diversifolia sebanyak 8 bagian, C. nardus sebanyak 6 bagian, A. galanga sebanyak 6 bagian. Akronim nama lokal adalah KISELA 866 yaitu: kipahit sebanyak 8 bagian, serai wangi sebanyak 6 bagian dan laos sebanyak 6 bagian.

Bahan baku: Untuk 1 ha pertanaman dibutuhkan sebanyak 8 kg daun T. diversifolia (kipahit), 6 kg daun C. nardus (serai wangi) dan 6 kg rimpang A. galanga (laos).

3. PHROGONAL 866 dan BISELA 866

PHROGONAL 866 adalah akronim dari nama latin tanaman Tephrosia candida sebanyak 8 bagian, C. nardus sebanyak 6 bagian, A. galanga sebanyak 6 bagian. Akronim nama lokal adalah BISELA 866 yaitu: kacang babi sebanyak 8 bagian, serai wangi sebanyak 6 bagian dan laos sebanyak 6 bagian.

Bahan baku: Untuk 1 ha pertanaman dibutuhkan sebanyak 8 kg daun Tephrosia candida (kacang babi), 6 kg daun C. nardus (serai wangi) dan 6 kg rimpang A. galanga (laos).

4. TITHONICUM 106 atau KIBAKAU 106

TITHONICUM 106 adalah akronim dari nama latin tanaman Tithonia diversifolia sebanyak 10 bagian dan Nicotinia tabacum sebanyak 6 bagian. Akronim untuk nama lokal adalah KIBAKAU 106 yaitu: kipahit sebanyak 10 bagian dan tembakau sebanyak 6 bagian.

Bahan baku: Untuk 1 ha pertanaman dibutuhkan sebanyak 10 kg daun Tithonia diversifolia (kipahit) dan 6 kg daun Nicotinia tabacum (tembakau).

5. TITHOMA 102 atau KIMINDI 201

TITHOMA 102 adalah akronim dari nama latin tanaman Tithonia diversifolia sebanyak 10 bagian dan Melia azedarach sebanyak 2 bagian. Akronim untuk nama lokal adalah KIMINDI 102 yaitu: kipahit sebanyak 10 bagian dan mindi sebanyak 2 bagian.

Bahan baku: Untuk 1 ha pertanaman dibutuhkan sebanyak 10 kg daun Tithonia diversifolia (kipahit) dan 2 kg daun Melia azedarach (mindi).

Cara meracik, waktu aplikasi dan OPT sasaran Pestitani adalah sebagai berikut:

1
2
REVIEW OVERVIEW
Pestitani
Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here