Menaggulangi Dan Membasmi Hama Penggerek Batang Dan Penggerek Daun Pada Tanaman Jagung.

    Menaggulangi Dan Membasmi Hama Penggerek Batang Dan Penggerek Daun Pada Tanaman Jagung.

    0
    SHARE

    KABARTANI.COM – Menaggulangi Dan Membasmi Hama Penggerek Batang Dan Penggerek Daun Pada Tanaman Jagung. Penggerek pada tanaman jagung diakibatkan oleh hama yang memiliki nama Ostrinia furnacalis. Serangga ini  menyerang bagian batang maupun pangkal tongkolnya. Larvanya membuat saluran-saluran di dalam batang selagi menggerogoti jaringan untuk makanannya, sehingga ia disebut juga penggerek batang jagung atau Asian corn borer. Penyebutan “asia” digunakan untuk membedakannya dari penggerek batang jagung di kawasan beriklim sedang, European corn borer (O. nubilalis).

    Serangga ini termasuk dalam kelompok ngengat dan anggota suku Crambidae, yang memang dikenal menyukai anggota rumput-rumputan. Persebarannya adalah kawasan Asia Timur sampai Australia. Laporan persebaran mencakup Tiongkok, Indochina, Malesia(termasuk Filipina), Mikronesia, sampai Kepulauan Solomon. Selain menyerang jagung, O. furnacalis juga memiliki inang lain yang memiliki batang seperti jagung, misalnya cantel/sorgum. Dari segi kerugian yang ditimbulkan pada pertanaman jagung, hama ini menempati posisi kedua setelah penyakit bulai.

    Gejala serangan:

    1. Menyebabkan batang jagung retak dan patah.
    2. Kupu sebagai induk dari hama Ostrinia furnacalis muncul di pertanaman pada malam hari, antara pk. 20.00 sampai pk. 22.00 dan meletakkan telurnya pada jam-jam tersebut. Kupu betina meletakkan telur sebanyak 300-500 butir pada daun ketiga. Telur berwarna putih kekuningan diletakkan di bawah permukaan daun secara berkelompok. Biasanya ditutupi oleh bulu-bulu.
    3. Setelah 4-5 hari telur menetas, ulat akan masuk ke dalam batang setelah berumur 7-10 hari melalui pucuknya dan sering merusak malai yang belum keluar. Selanjutnya ulat menggerek ke dalam batang dan kebanyakan pada ruas batangnya, dan setelah habis digereknya pula ruas yang disebelah bawah. Umur ulat 18-41 hari
    4. Gejala serangan ulat yang masih muda, tanda daun kelihatan garis-garis putih bekas gigitan.
    5. Serangan berikutnya tampak adanya lubang gerekan pada batang yang disertai adanya tepung gerek berwarna coklat. Apabila batang jagung patah, tanaman akan mati.
    6. Tanaman inang selain jagung adalah cantel, Panicum viride, bayam dan gulma Blumea lacera.

    Pengendaliannya:

    1. Dengan cara pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan merupakan inangnya.
    2. Tanaman yang terserang dipotong dan ditimbun dalam tanah atau diberikan pada hewan ternak.
    3. Menghilangkan tanaman inang yang lain yang tumbuh diantara dua waktu tanam.
    4. Membersihkan rumput-rumputan
    5. Cara kimiawi, pengendalian dilakukan sebelum ulat masuk ke dalam batang. Beberapa jenis insektisida yang dinyatakan efektif adalah: Azodrin 15 WSC, Nogos 50 EC, Hostation 40 EC, Karvos 20 EC.