Peternakan Penyakit Ternak Menangani PENYAKIT yang Sering Menyerang Kambing

Menangani PENYAKIT yang Sering Menyerang Kambing

0
Bagikan

Kabartani.com – Penyakit adalah sesuatu (mikro organisme yang menyebabkan keadaan abnormal dari tubuh yang menyebabkan ketidaknyamanan, disfungsi atau kesukaran terhadap makhluk hidup yang dipengaruhinya. Penyakit pada kambing dapat digolongkan menjadi 2, yakni:

1. Penyakit menular yang disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, parasit darah, cacing dan kutu.
2. Penyakit tidak menular (antara lain karena kurang gizi, kurang mineral, tanaman beracun dan racun)

Adapun cara penularan penyakit adalah (1) kontak langsung dengan hewan sakit, tanaman beracun, racun, (2) kontak dengan bahan tercemar penyakit/racun dan (3) dibawa serangga, pekerja kandang, angin, dll.

Ada berbagai macam penyakit pada ternak kambing, namun penyakit yang sering muncul pada pemeliharaan kambing antara lain mastitis (pada kambing tipe perah), scabies dan bloat.

A. Penyakit Mastitis

Mastitis adalah penyakit infeksi pada ambing oleh bakteri. Menjaga kebersihan/sanitasi merupakan cara terbaik mencegah mastitis, termasuk melakukan “teat dip” setiap kali pemerahan. Teat dip (larutan celup putting susu): 250 ml chlorohexadine 2% + 45 ml gliserin + air hingga menjadi 1 liter larutan.

Tanda-tanda mastitis antara lain ambing terasa panas, sakit dan membengkak, bila diraba terasa ada yang mengeras pada ambing. Warna dan kualitas air susu abnormal, seperti ada warna kemerahan (darah), pucat seperti air, kental kekuningan atau kehijauan.

Mastitis dapat diobati dengan antibiotik melalui putting susu, setelah ambing dikosongkan (diperah) terlebih dahulu. Pengobatan dapat dilakukan 2-3 kali per hari, sampai ternak benar-benar sembuh.

B. Penyakit Scabies (Kudis)

Scabies adalah penyakit yang paling sering dan serius terjadi pada kambing/domba. Cara penularannya melalui kontak langsung dengan ternak yang terinfeksi (sakit) atau kontak dengan alat atau kandang yang tercemar (bekas ternak sakit).

Pengobatannya adalah dengan injeksi invermectin (sub cutan/bawah kulit) atau cara tradisional dengan mengoleskan campuran belerang dengan oli. Pencegahan terhadap penyakit selalu lebih baik dari pengobatan. Simak juga Cara Ampuh Mengobati Kudis (Scabies) dengan Ekstrak Daun Gamal.

Menjaga kebersihan kandang, peralatan dan ternaknya harus selalu dilakukan dan jika ternak terinfeksi penyakit ini maka harus diisolasi (dipisahkan) dari ternak yang sehat.

Ternak yang terkena penyakit scabies akan selalu menggaruk-garuk bagian tubuhnya yang terkena infeksi karena gatal, bagian kulit yang terinfeksi mengalami penebalan, nafsu makan berkurang dan ternak jadi kurus, bulu kasar dan rontok, serta produktivitas menurun. Pada penyakit yang akut tidak jarang akan berakhir dengan kematian.

C. Bloat/Tympani (Kembung Perut)

Penyakit ini terjadi akibat adanya gas dalam lambung secara berlebihan dan dalam waktu yang cepat. Kadang-kadang penyakit ini terjadi secara mendadak.

Pencegahan adalah hindari hijauan muda secara berlebihan atau hijauan yang masih mengandung embun pagi, dan ternak cukup mendapat exercise (jalan-jalan/olahraga untuk menguatkan otot).

Hindari pemberian hijauan satu jenis/macam, terutama hijauan leguminosa. Berikan rumput kering sebelum memberikan legume. Pengalaman di lapangan, pengobatan dengan berbagai macam cara dengan tingkat keberhasilan yang bervariasi antara lain dengan menggunakan minuman sprit, minyak nabati/goreng, asam jawa, obat antangin (obat untuk manusia) dll.

Jika cara tersebut gagal, cara terakhir adalah dengan mengeluarkan angin yang ada didalam lambung ternak kambing tersebut secara paksa. Caranya yaitu kambing ditambatkan pada sebuah tiang, sehingga kambing tersebut tidak bisa lari kemana-mana, selanjutnya ternak kambing dijepit (bagian perutnya) dengan menggunakan kedua belah kaki dan tangan.

Biasanya ternak kambing akan mengeluarkan angin lewat sendawanya (melalui mulut), tahan beberapa lama sehingga gas yang ada didalam lambungnya akan keluar. Ulangi beberapa kali sampai ternak kambing segar kembali.

Simak juga:

Sumber : BPTP Bengkulu (2015)

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here