Pertanian Hama Pertanian Mengenal 8 Musuh Alami OPT Bawang Merah

Mengenal 8 Musuh Alami OPT Bawang Merah

0
Bagikan

Kabartani.com – Musuh alami yaitu setiap organisme yang meliputi spesies, subspesies, varietas, semua jenis serangga, nematoda, protozoa, cendawan fungi, bakteri, virus, mikoplasma, serta organisme lainnya dalam semua tahap perkembangannya yang dapat dipergunakan untuk keperluan pengendalian hama dan penyakit atau organisme pengganggu, proses produksi, pengolahan hasil pertanian dan berbagai keperluan lainnya. Musuh alami terdiri atas Parasitoid, Predator, dan Patogen serangga.

Parasitoid adalah serangga parasitik (Parasitic insect), yaitu serangga yang memarasit serangga lain yang lebih besar, khususnya serangga hama. Istilah parasitoid banyak digunakan oleh ahli Entomologi. Parasitoid dapat menyerang setiap instar serangga meskipun instar dewasa yang paling jarang terparasit.

Predator adalah hewan yang memangsa hewan lain. Predator membunuh beberapa individu mangsa selama satu siklus hidup.

Patogen serangga adalah organisme yang dapat menyebabkan penyakit pada serangga. Seperti halnya tumbuhan, manusia dan hewan lainnya. Seranga dan tungau juga dapat terinfeksi patogen. Yang termask dalam patogen serangga antara lain bakteri, cendawan, virus dan nematoda.

Berikut ini beberapa Musuh Alami bagi hama penting yang menyerang pertanaman bawang merah:

1. Hemiptarsenus varicornis

H. varicornis merupakan parasitoid larva hama Liriomyza huidobrensis dan mampu memparasit L. huidobrensis sampai dengan 40,63%. Siklus hidup berkisar antara 12-16 hari. Satu ekor betina mampu menghasilkan telur sebanyak 24-42 butir.

2. Eriborus argenteopilosus (Cameron)

E. argenteopilosus merupakan parasitoid larva hama Spodoptera litura (ulat grayak) dan Helicoverpa armigera. Aktivitas parasitoid terseut sebagian besar terjadi pada pagi hari (pukul 08.00 – 11.00). Siklus hidup berkisar antara 17-18 hari. Seekor betina mampu meletakkan telur sebanyak 160 butir.

3. Trichogramma chilonis

T. chilonis merupakan parasitoid telur hama H. armigera. Serangga dewasa berbentuk tabuhan kecil, panjang tubuhnya sekitar 0.5 mm. Tingkat parasitasi sekitar 60-70%. Siklus hidup 10-11 hari. Seekor betina mampu menghasilkan telur sebanyak 20-50 butir.

4. Menochilus sexmaculatus

M. sexmaculatus merupakan predator penting hama B. tabaci, T. parvispinus dan berbagai kutu daun. Satu ekor M. sexmaculatus mampu memangsa B. tabaci sebanyak 50 ekor, 200 kutu daun dan 17 thrips per hari. Aktivitasnya terjadi antara pukul 09.00 – 13.00. Siklus hidup berkisar antara 3-5 minggu.

5. Rhynocoris sp.

Rhynocoris sp. merupakan predator penting hama H. armigera dan S. litura. Imago sangat aktif menyerang mangsa dengan cara menjepit dan mengisap tubuh mangsa menjadi mengkerut dan mengering. Siklus hidup 12 minggu, satu ekor Rhynocoris sp. mampu memangsa 9-10 ekor larva S. litura.

6. Beauveria bassiana

B. bassiana adalah jenis jamur yang tergolong dalam klas Deuteromycetes. B. bassiana masuk ke tubuh serangga melalui kulit di antara ruas-ruas tubuh. Gejala yang terlihat adalah larva menjadi kurang aktif kemudian kaku dan diikuti oleh perubahan warna tubuh karena dinding tubuhnya sudah ditutupi oleh hifa dan hibrida yang berwarna putih seperti kapas.

Aplikasi di lapangan berupa suspensi (biakan jagung blender) dalam air, langsung disemprotkan di habitat hama pagi hari atau sore hari. Dosis 1 kg/ha cukup efektif terhadap kutu daun dan thrips.

7. Spodoptera exigua nuclear-polyhedrosis virus (SeNPV)

Spodoptera exigua nuclear-polyhedrosis virus (SeNPV) merupakan salah satu virus patogen yang menginfeksi ulat grayak S. litura. SeNPV efektif mengendalikan ulat grayak dan berpeluang untuk dikembangkan sebagai bioinsektisida dalam skala komersial.

Virus patogen serangga ini mempunyai beberapa sifat menguntungkan, antara lain:

  • Memiliki inang spesifik, yakni ulat grayak,
  • Tidak membahayakan organisme bukan sasaran dan lingkungan,
  • Dapat mengatasi masalah resistensi ulat grayak terhadap insektisida dan,
  • Kompatibel dengan komponen pengendalian lainnya,

8. Steinernema spp.

Steinernema spp. merupakan golongan nematoda dengan siklus hidup sederhana, yaitu telur, larva (juvenil) dan dewasa. Gejala serangan hama yang terserang warna inang berubah menjadi coklat kekuningan dna tubuhnya menjadi lembek. Hal tersebut disebabkan oleh eksotoksin yang dihasilkan oleh bakteri simbion.

Konsentrasi 2000 juvenil III/ml efektif terhadap S. litura pada cabai, dengan tingkat mortalitas 70%. Aplikasi 5 x 108 juvenil III/ha efektif terhadap L. huidobrensis.

Simak juga:

Demikian informasi mengenai Pengenalan Musuh Alami OPT pada Bawang Merah. Semoga artikel ini bermanfaat bagi sobatani sekalian. Jika ada pertanyaan silahkan hubungi kami via email di redaksi.kabartani@gmail.com

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here