Perkebunan Mengenal Jenis-Jenis PEMANGKASAN Pada Tanaman Kakao

Mengenal Jenis-Jenis PEMANGKASAN Pada Tanaman Kakao

0
Bagikan

Kabartani.com – Pertumbuhan tanaman kakao yang diperbanyak dengan biji akan membentuk batang utama sebelum tumbuh cabang-cabang primer. Letak pertumbuhan cabang-cabang primer disebut jorquette, dengan ketinggian yang ideal 1,2 – 1,5 meter dari permukaan tanah dan jorquette ini tidak terdapat pada kakao yang diperbanyak secara vegetatif.

Ditinjau dari segi pertumbuhannya, cabang-cabang pada tanaman kakao tumbuh kearah atas dan samping. Cabang yang tumbuh kearah atas disebut Orthotrop dan cabang yang tumbuh kearah samping disebut dengan Plagiotrop. Kedua cabang tersebut apabila sejak awal tidak dilakukan pemangkasan, maka akan tumbuh meninggi dan memanjang (kesamping), sehingga perlu diatur melalui pemangkasan.

Tujuan Pemangkasan

  • Membentuk kerangka tanaman kakao (frame) yang kuat
    dan seimbang.
  • Mengatur penyebaran cabang dan daun-daun produktif di tajuk merata.
  • Membuang bagian-bagian tanaman yang tidak dikehendaki, seperti tunas air serta cabang sakit, patah, menggantung dan cabang terbalik.
  • Memacu tanaman membentuk daun baru yang potensial untuk sumber asimilat.
  • Menekan resiko terjadinya serangan hama dan penyakit
  • Meningkatkan kemampuan tanaman menghasilkan buah

Efek Fisiologis Pemangkasan

  • Memacu pertunasan
  • Menurunkan kelembaban kebun
  • Meningkatkan suhu udara di dalam kanopi
  • Memperbaiki aerasi
  • Mempermudah manajemen tanaman
  • Meningkatkan populasi serangga penyerbuk

Jenis Pemangkasan

1. Pangkas Bentuk

Tujuan : Membentuk kerangka (frame) tanaman

Pelaksanaan :

  • Disisakan tiga cabang yang tumbuh sehat dan arah
    tumbuhnya simetris.
  • Ujung cabang primer pada batas 75 – 100 cm dari jorquette dipotong (topping).
  • Cabang-cabang sekunder yang tumbuh terlalu dekat jorquette, pada jarak 30 – 50 cm, dibuang.
  • Cabang-cabang sekunder tidak over lapping.

2. Pangkas Pemeliharaan

Tujuan :

  • Mempertahankan kerangka tanaman yang sudah terbentuk
    baik.
  • Mengatur agar penyebaran daun produktif merata.
  • Membuang bagian tanaman yang tidak dikehendaki.
  • Mengatur tinggi tanaman dipertahankan 3 – 4 meter.
  • Merangsang pembentukan daun baru, bunga, buah.

Pelaksanaan :

  • Prioritas dipangkas : ranting terserang penyakit VSD,
    cabang yang menggantung, ranting yang tumbuh
    meninggi >3 – 4 meter, cabang over lapping dan tunas air.
  • Pemangkasan ini dilakukan dengan frekuensi 2 – 3 bulan.
  • Prinsip dasar dari pangkasan produktif adalah Ringan,
    Selektif dan Sering.

3. Pangkas Produksi

Tujuan : Memacu pertumbuhan bunga dan buah

Pelaksanaan :

  • Dilakukan dua kali setahun, akhir musim kemarau-awal
    musim hujan serta pada pertengahan musim hujan.
  • Proporsi ranting (daun) yang dipangkas cukup banyak,
    yaitu 25 – 50%.
  • Setelah pemangkasan, tanaman kakao akan bertunas
    intensif dan setelah daun tunasnya menua, maka tanaman
    akan segera berbunga.

4. Wiwilan Tunas Air

  • Dilakukan segera, tanpa alat dan dilakukan dengan tangan

Kesalahan Pemangkasan

  • Memotongan cabang berdiameter lebih dari 2,5 cm sebab
    ada risiko cabang lapuk.
  • Memotong ranting letaknya rapat pada cabang induknya.
  • Kanopi kakao terlalu terbuka sehingga berakibat retak-retak
    pada kulit batang, keringnya bantalan bunga.
  • Memangkas saat tanaman kakao sedang berbunga banyak
    atau sebagian besar ukuran buahnya masih kecil
    (panjang <10 cm).
  • Cabang dan ranting adalah aset untuk produksi buah kakao
    sehingga jangan terlalu mudah memotong cabang atau ranting
    tanpa dipertimbangkan secara bijaksana.

Jadwal Pemangkasan Tanaman Kakao

Simak juga:

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here