Berita Mengenal Pemasaran Cabai Model Kelembagaan PASAR LELANG

Mengenal Pemasaran Cabai Model Kelembagaan PASAR LELANG

0
Bagikan

Kabartani.comPasar lelang merupakan strategi paling tepat untuk meningkatkan efisiensi pemasaran dan lembaga pemasaran, sehingga dapat menguntungkan bagi semua pihak. Untuk menekan biaya pemasaran hasil pertanian ada 3 cara yang dapat dilakukan :

  • Mempertinggi efisiensi lembaga pemasaran, misalnya dengan menggunakan teknologi baru dalam perlakuan fisik barang dalam pemasaran.
  • Mengubah sistem pemasaran, misalnya menumbuhkan lembaga pemasaran yang baru (contoh pasar lelang).
  • Mengurangi pelayanan-pelayanan yang berlebihan yang dianggap menambah biaya pemasaran tanpa bisa menaikkan output yang berarti.

Pemasaran Sebelum Ada Pasar Lelang

Cabai merah merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Kulonprogo. Komoditas tersebut mempunyai sifat yang mudah rusak, sehingga diperlukan penanganan yang baik. Sistem pemasaran cabai merah yang berlangsung di Kabupaten Kulonprogo, pada umumnya dimulai dari pengumpulan dari petani ke tengkulak, pedagang pengumpul dan pedagang besar.

Sistem pemasaran seperti ini sering merugikan petani produsen. Dalam hal ini petani dihadapkan pada posisi tawar yang lemah, terutama dalam penentuan harga. Akibatnya petani sebagai produsen tidak lagi bergairah untuk melaksanakan usahataninya.

Cara penanggulangannya adalah perbaikan sistem pemasaran cabai merah melalui pengembangan kelembagaan pasar lelang. Skema pemasaran yang dominan terjadi sebelum adanya pasar lelang dapat dilihat pada Gambar 1.

Simak juga :

Pemasaran Cabai Model Pasar Lelang

Kelembagaan pasar lelang cabai merah merupakan tempat transaksi jual beli cabai merah dengan cara lelang. Kelembagaan ini mengakomodasi berbagai kepentingan pelaku agribisnis cabai merah serta merupakan kegiatan jasa sarana prasarana, sortasi dan grading.

Sarana dan prasarana penunjang seperti gudang penampung hasil pertanian disubsidi dari Pemerintah Daerah Kab. Kulonprogo melalui Dinas Pertanian. Segala fasilitas sarana dan prasarana dibangun bertujuan untuk membangun sekaligus menunjang kelembagaan pasar lelang. Tujuan pasar lelang adalah untuk memangkas rantai distribusi dari petani sebagai produsen ke konsumen.

Melalui pasar lelang, petani mendapat batas harga yang lebih baik, menciptakan sistem perdagangan yang lebih baik dan transparan. Manfaat yang nyata adalah petani memiliki kapasitas harga, pedagang lebih mudah mendapatkan barang berkualitas, panitia lelang mendapatkan kas dan jasa, proses pelelangan cabai dapat dilihat pada Gambar 2.

Prosedur Pasar Lelang Cabai

Proses pelelangan biasanya dilakukan dengan cara tertutup. Pelaku kegiatan lelang meliputi: petani sebagai produsen, petugas lelang (panitia), dan pedagang.

Petani produsen membawa hasil produksi cabai ke tepat lelang. Petugas lelang (panitia) melakukan penimbangan, grading (sortir) dan menyiapkan kotak, papan tulis beserta alat tulisnya. Pedagang memeriksa cabai merah yang telah terkumpul dan diklasifikasikan, kemudian setelah dimulai acara lelang, pedagang menuliskan harga (Rupiah/kg) dalam secarik kertas dan memasukannya kedalam kotak.

Setelah semua pedagang menulis dan memasukkan kertas kedalam kotak dna sudah sesuai dengan waktu yang telah disepakati. Kemudian kotak dibuka satu persatu untuk mengetahui harga tertinggi yang ditetapkan pedagang. Pemenang lelang adalah pedagang yang memasang harga cabai tertinggi.

Biaya lelang ditentukan atas dasar kesepakatan antara petani (penjual) dan pedagang (pembeli). Hasil kesepakatan biaya lelang dibagi menjadi dua, yaitu untuk panitia lelang dan kas kelompok. Misal, hasil kesepakatan pertama kali Rp 200/kg cabai dengan perincian panitia lelang sebesar Rp 100 dan kas kelompok Rp 100/kg cabai.

Peserta kelompok lelang pada umumnya berasal dari daerah setempat. Sedangkan pedagang pengepul cabai berasal dari luar Kabupaten, bahkan ada yang berasal dari luar Provinsi.

Simak juga :

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here