Mengenal Sistem Jajar Legowo Pada Tanaman Jagung

Mengenal Sistem Jajar Legowo Pada Tanaman Jagung

0
SHARE

KABARTANI.COM-PANDUAN MENANAM JAGUNG DENGAN SISTEM JAJAR LEGOWO. Sebelum kita mempelajari lebih jauh soal sistem jajar legowo pada tanaman jagung terlebih dahulu kita harus mengenal tanaman jagung. Berikut ulasan singkat tentang tanaman jagung.

JAGUNG

Tanaman jagung dalah salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang terpenting di dunia, selain gandum dan padi. Tanaman ini memiliki nama ilmiah Zea mays.

SYARAT HIDUP JAGUNG

Tanaman Jagung merupakan tanaman tropis yang hanya memerlukan sedikit air untuk pertumbuhanya. Namun jagung akan mapu hidup optimal pada daerah yang memiliki iklim sedang hingga tropis dengan curah hujan antara 85-200mm/bulan dengan suhu udara antara 23-27 derajat celcius.

Selain itu jagung akan tumbuh optimal pada daerah yang memiliki ketinggian tempat antara 0-600 mdpl, untuk jenis tanah tanaman jagung mampu hidup disegala jenis tanah dengan tingkat keasaman tanah atau ph tanah antara 5,6-7,5.

Setelah kita bahas sedikit tentang tanaman jagung selanjutnya akan kita uraikan tentang sistemjajar legowo pada tanaman jagung, apa itu jajar legowo?

JAJAR LEGOWO JAGUNG

Sistem tanam Jajar legowo adalah pola bertanam yang berselang-seling antara dua atau lebih baris tanaman dan satu baris kosong. Biasanya jajar legowo sering diterapkan pada tanaman padi, umumnya kita mengenal tipe jajar legowo 2:1 dan 4:1. Namun kini sistem jajar legowo juga bisa diterapkan pada tanaman jagung.

Berbeda dengan padi, tanaman jagung tidak membentuk anakan sehingga penerapan sistem legowo pada tanaman jagung lebih diarahkan pada:

  • Meningkatkan penerimaan intensitas cahaya matahari pada daun dan diharapkan hasil asimilat meningkat sehingga pengisian biji dapat optimal.
  • Memudahkan pemeliharaan tanaman, terutama penyiangan gulma baik secara manual maupun dengan herbisida, pemupukan, serta pemberian air.
  • Memudahkan penanaman untuk pertanaman II dengan sistem tanam sisip yang dilakukan 2 minggu sebelum pertanaman I dipanen (khusus untuk wilayah potensial penanaman jagung 2 kali berturut-turut) sehingga menghemat periode pertumbuhan tanaman di lapangan.

Menentukan Jarak Tanam

Anjuran populasi tanaman untuk jagung adalah berkisar antara 66.000 – 71.000 tanaman/ha. Untuk dapat tercapainya populasi tersebut, maka jarak tanam biasa yang diterapkan adalah 75 cm x 20 cm (1 tanaman/lubang) atau 70 cm x 20 cm (1 tanaman/lubang). Pada wilayah yang mempunyai masalah tenaga kerja, dapat diterapkan jarak tanam 75 cm x 40 cm (2 tanaman/lubang) atau 70 cm x 40 cm (2 tanaman/lubang). Jika penanaman dilakukan dengan cara tanam legowo, agar populasi tanaman tetap berkisar antara 66.000 – 71.000 tanaman/ha, maka jarak tanam yang diterapkan adalah sebagai berikut:

  • (100 – 50) cm x 20 cm (1 tanaman/lubang) atau (100 – 50) cm x 40 cm (2 tanaman/lubang) (populasi 66.000 tanaman/ha)

jarwo

  • Cara 1  diterapkan jika varietas jagung yang ditanam mempunyai penampilan tanaman yang tinggi dan helai daun terkulai.

 

  • (100 – 40) cm x 20 cm  (1 tanaman/lubang) atau (100 – 40) cm x 40 cm (2 tanaman/lubang (populasi 71.000 tanaman/ha)

jarwo-lagi

  • Cara diterapkan jika tanaman mempunyai tipe tumbuh pendek dan helai daun tegak.
  • Untuk penanaman berikutnya (pertanaman kedua) maka sistem tanam sisip dapat diterapkan, yaitu dengan menanam pada barisan kosong pertanaman dua minggu menjelang pertanaman I dipanen Dengan penerapan tanam sisip maka ada penghematan waktu pemanfaatan lahan, dan juga pemanfaatan air. Cara penanaman untuk pertanaman II,
  • Jarak tanam dalam barisan adalah 20 cm atau 40 cm. Jika menggunakan jarak tanam 20 cm maka satu tanaman per lubang, dan jika jarak tanam 40 cm jumlah tanaman dua per lubang.