Teknologi Tani Mengenal Sistem Refugia, Sistem Baru Dalam Penanganan Hama Dengan Memanfaatkan Tanaman Hias...

Mengenal Sistem Refugia, Sistem Baru Dalam Penanganan Hama Dengan Memanfaatkan Tanaman Hias Di Lahan Pertanian

0
Bagikan

KABARTANI.COM – Mengenal Sistem Refugia, Sistem Baru Dalam Penanganan Hama Dengan Memanfaatkan Tanaman Hias Di Lahan Pertanian. Mungkin istilah tanaman refugia dalam pertanian masih sangat asing di telinga petani Indonesia.

Namun belakangan ini Refugia mulai di gencarkan di Indonesia, termasuk di daerah kami. Kini petani di Klaten mulai menanam tanaman refugia di lahan pertanian, selain dapat menanggulangi hama ternyata refugia juga mampu mempercantik lahan pertanian kita.

Untuk itu kita juga sebaiknya mengenal apa itu refugia, Refugia adalah microhabitat buatan yang di tanam dalam lahan pertanian baik ditanam secara monoculture atau tumpang sari dengan tanaman yang lain. Penanaman refugia sebagai salah satu upaya konservasi musuh alami. Refugia yang ditanam dipilih tanaman yang berbunga. Tanaman yang berpotensi besar sebagai refugia adalah tanaman bunga matahari, tanaman kenikir dan tanaman bunga kertas (zinnia) karena ketiga tanaman ini mempunyai bunga yang mencolok dan mempunyai warna yang diminati serangga musuh alami.

Selain tanaman bunga, refugia juga bisa dilakukan dengan gulma, Adapun cara membuat refugia gulma adalah dengan memilih gulma dari jenis gulma yang berbunga seperti asteraceae kemudian gulma ini ditata dalam jalur khusus. Jenis gulma berbunga ini akan menarik serangga musuh alami. Pengaruh gulma pada tanaman tidak pokok tidak terlalu berarti, bahkan meningkatkan stabilitas ekologi pertanian

elain gulma, tumbuhan liar yang berbunga di sekitar lahan pertanian juga berpotensi untuk dijadikan refugia, bisa menjadi habitat alternatif untuk serangga jenis predator maupun jenis parasitoid. Tumbuhan liar dapat menarik kumbang kubah, belalang sembah dan juga laba-laba. Tumbuhan liar yang berpotensi sebagai refugia adalah jenis Synedrella nodiflora, Centella asiatica, Setaria, Borreria repens, dan Arachis pentoi

Serangga musuh alami sangat tertarik dengan tanaman yang berbunga. Yang paling banyak melakukan kunjungan adalah kumbang, lalat, lebah, semut, thrips dan kupu-kupu. Ternyata tidak hanya penyuluh ya yang melakukan kunjungan ke wilayah binaan, musuh alami juga melakukan kunjungan rutin pada wilbin refugia tertentu. Kunjungan serangga ini untuk mendapatkan makanan berupa polen atau neknectarang mengandung 10-70% gula, lipid, asam amino dan mineral, 15-30% protein, lemak, vitamin dan unsur lain. Cara mendapatkan nectar ini dengan urutan bagian bawah bunga kemudian ke bagian atasnya. Ternyata serangga ini tahu loh mana bagian bunga yang memiliki nectar paling banyak yaitu bagian bawah. Dari kelompok seranga diatas lebah merupakan polinator yang paling penting karena memiliki kemampuan untuk mengumpulkan polen dan nektar dalam jumlah yang banyak yang selanjutnya akan dikonsumsi bersama dalam koloninya.

Refugia tanaman berbunga tidak semuanya dapat digunakan sebagai usaha konservasi musuh alami, terkadang mendatangkan seranga hama yang tidak kita kehendaki. Dari hasil penelitian yang paling cocok digunakan sebagai konservasi musuh alami pada tanaman padi adalah bunga kertas dan bunga jengger ayam. Tanaman kacang panjang juga ternyata sangat cocok digunakan untuk usaha konservasi musuh alami. Tanaman kacang ini bisa diambil manfaat secara langsung (kacang dan lembanyung) dan secara tidak langsung (sebagai refugia).

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here