Berita Mengenal Varietas Padi Unggul Baru Inpari 42 GSR, Yang Tahan Terhadap Hama...

    Mengenal Varietas Padi Unggul Baru Inpari 42 GSR, Yang Tahan Terhadap Hama Dan Potensi Hasil Tinggi

    0
    Bagikan

    KABARTANI.COM – Mengenal Varietas Padi Unggul Baru Inpari 42 GSR, Yang Tahan Terhadap Hama Dan Potensi Hasil Tinggi. BBPadi, Menteri Pertanian meluncurkan dua varietas baru padi Green Super Rice (GSR) yang memiliki daya hasil tinggi dan lebih ramah lingkungan yakni Inpari 42 Agritan GSR dan Inpari 43 Agritan GSR, disela Pengukuhan Dewan Pengurus Pusat Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI) 2017-2022 di Jakarta.

    GSR atau Green Super Rice adalah padi yang tetap mampu berdaya hasil tinggi baik pada kondisi optimum maupun ketika daya dukung lingkungan tumbuhnya (misalkan air dan hara tanah) dalam kondisi terbatas.

    Varietas GSR dirancang untuk memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit utama, sehingga dapat meminimalisir aplikasi pestisida.

    Istilah Super menekankan pada kemampuannya memberikan hasil panen yang tinggi, sedangkan istilah Green menekankan pada kemampuannya untuk berdaya hasil tinggi meskipun pada kondisi input usahatani yang relatif rendah.

    Varietas benih Inpari GSR atau Green Super Rice ini mempunyai potensi hasil cukup tinggi yakni 10,6 Ton/Hektar untuk Varietas Inpari 42 Agritan GSR Umur 112 hari, sedangkan Varietas Inpari 43 Agritan GSR yaitu umur 111 hari setelah semai, potensi hasil 9.2 ton/ha.

    Hingga Juli 2017 UPBS BB Padi telah mendistribusikankedua varietas tersebut masing-masing 1,4 ton dan 1,3 ton yang tersebar di propinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Saat ini Stok benih tersbut masing-masing sebanyak 3,5 ton (Inpari 42 Agritasn GSR) dan 5,3 ton (untuk Inpari 43 Agritan GSR) sebagai benih sumber.

    Berikut Ini Spesifikasi Padi Inpari 42 GSR

    Komoditas: Padi Sawah
    Tahun: 2016
    Anakan produktif: ± 18 malai/rumpun
    Anjuran Tanam: Anjuran tanam di lahan sawah dengan ketinggian 0-600 m.
    Asal Seleksi: Huangxinzhan/Fenghuazhan
    Bentuk Gabah: Ramping
    Bentuk Tanaman: Tegak
    Berat 1000 butir: ±24,41 gram
    Golongan: Indica (Cere)
    Jumlah gabah isi per malai: ± 123 butir
    Kadar Amilosa: 18,84 %
    Kerebahan: Tahan
    Kerontokan: Medium
    Ketahanan terhadap hama dan penyakit: Pada fase generatif agak tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III, rentan strain IV, dan agak rentan Strain VIII, tahan terhadap penyakit blas daun ras 073, agak tahan terhadap ras 033 dan rentan terhadap ras 133 dan 173. Agak tahan terhadap hama wereng batang coklat biotipe 1 dan agak rentan terhadap biotipe 2 dan 3, rentan terhadap virus tungro varian 033 dan 073.
    Permukaan daun: Kasar
    Posisi daun: Tegak
    Posisi daun bendera: Tegak
    Potensi Hasil: 10,58 t/ha GKG
    Rata-rata hasil: 7,11 t/ha GKG
    Rendemen beras giling: 94,56 %
    Rendemen beras pecah kulit: 77,12 %
    Tekstur Nasi: Pulen
    Tinggi Tanaman: ±93 cm
    Umur Tanaman: ±112 hari
    Warna batang: Hijau
    Warna Gabah: Kuning Jerami
    Warna helai daun: Hijau
    Warna kaki: Hijau
    Warna lidah daun: Tidak berwarna
    Warna telinga daun: Tidak berwarna
    Keterangan: SK Mentan No. 372/Kpts/TP.010/6/2016 tanggal 10 Juni 2016. Pemulia :Zhikang Li, Jauhar Ali, Untung Susanto, Nafisah, Satoto, MY. Samaullah, Zulkifli Zaini
    Status: Komersial
    Kontak: Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
    Loading...

    BERI BALASAN

    Please enter your comment!
    Please enter your name here