Peternakan Pakan Ternak Mengolah DAUN KELOR sebagai Pakan Suplemen untuk Kelinci

Mengolah DAUN KELOR sebagai Pakan Suplemen untuk Kelinci

0
Bagikan

Kabartani.com – Eksplorasi terhadap sumber daya lokal untuk mencari sumber pakan alternatif perlu dilakukan. Hal tersebut disebabkan adanya peningkatan kebutuhan pakan dan nutrisi seiring dengan bertambahnya populasi ternak. Hijauan merupakan salah satu solusi pemenuhan kebutuhan pakan dengan sumber energi dan protein termurah untuk memproduksi daging.

Pemilihan pakan daun kelor kering dengan formulasi yang tepat dapat memberikan keuntungan bagi usaha peternakan kelinci termasuk kemudahan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi ternak pada musim paceklik pakan.

Kelor (Moringa oleifera Lam) merupakan tanaman pohon yang banyak ditanam di pekarangan rumah, baik sebagai pagar hidup maupun pembatas lahan. Daun dan buah polongnya banyak dimanfaatkan sebagai sayuran dengan kandungan nutrisi yang tinggi.

Pakan suplemen daun kelor pada ternak kelinci berperan penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak dengan dampak yang signifikan pada penambahan bobot badan. Fakta yang menarik bahwa kelinci lebih menyukai daun kelor kering daripada daun kelor segar.

Tanaman kelor memiliki daun majemuk, menyirip ganda dan berpinak membundar kecil-kecil. Tanaman kelor tumbuh dengan baik pada temperatur 25-35°C dengan ketinggian 1.200 m di atas permukaan laut (mdpl) dan curah hujan antara 250-1.500 mm per tahun. Selain itu, tanaman kelor mampu beradaptasi pada berbagai jenis tanah namun kurang tahan terhadap genangan.

Penanaman kelor dengan setek batang sebagai pagar hidup lebih cepat menghasilkan biomassa. Batang yang digunakan sudah berumur satu tahun dan berkayu dengan diameter 8-16 cm, tingginya disesuaikan dengan kebutuhan tetapi untuk mempertahankan daya hidup minimum 50 cm.

Kedalaman lubang tanam 20-25 cm dan ditutup dengan campuran kompos setelah penanaman. Daun dapat dipanen setelah tunas tumbuh mencapai tinggi 1 m. Pemangkasan dilakukan setiap 6-8 minggu untuk meningkatkan produksi biomassa.

Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian daun kelor sebagai pakan suplemen pada ternak, seperti pada sapi potong, akan meningkatkan pertambahan berat badan harian dibandingkan dengan hanya mengonsumsi rumput atau hijauan lainnya.

Produksi susu indukan sapi juga akan lebih tinggi pada ternak yang diberi suplemen daun kelor. Daun kelor sebagai pakan suplemen dapat meningkatkan total konsumsi pakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak sepanjang tahun.

Proporsi pemberian kelor bergantung pada ketersediaan dan kebutuhan ternak. Daun kelor dapat juga diolah dalam bentuk tepung yang digunakan sebagai bahan utama pembuatan suplemen komplit. Tepung kelor menjadi salah satu inovasi teknologi yang memiliki daya simpan lama untuk mencukupi kebutuhan nutrisi ternak pada musim paceklik pakan.

Pakan Suplemen Berbasis Daun Kelor pada Ternak Kelinci

Gambar 1. Persentase kesukaan kelinci terhadap konsumsi kelor. (Sumber: Syamsu Bahar 2016)

Pemberian daun kelor sebagai pakan pada kelinci sebaiknya diberikan dalam bentuk kering karena lebih disukai dibandingkan dengan daun kelor segar (Gambar 1). Hal ini dikarenakan daun kelor segar memiliki aroma yang menyengat sehingga mengurangi nafsu makan kelinci. Proses pengeringan dapat mengurangi aroma daun kelor yang menyengat tersebut.

Pemberian daun kelor kering sebanyak 10-30 g/ekor/hari menunjukkan performa yang baik dengan parameter pertambahan bobot badan kelinci. Tangkai daun kelor kering yang dikonsumsi hanya tangkai daun yang kecil. Tepung daun kelor lebih cocok sebagai pakan substitusi yang dicampur dengan pakan lain seperti dedak padi, bungkil kedelai, dan mineral yang dibuat dalam bentuk pelet.

Simak juga : Cara Membuat POC dari Kotoran dan Urin Kelinci (KOTCIPLUS)

Sumber: Syamsu Bahar (BPTP Jakarta, 2016)

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here