Sarana & Prasarana Media Tanam Menjaga Dan Mengembalikan Kesuburan Tanah Pada Tanah Yang Sakit Dengan Agensia Hayati

Menjaga Dan Mengembalikan Kesuburan Tanah Pada Tanah Yang Sakit Dengan Agensia Hayati

0
Bagikan

KABARTANI.COM –  Menjaga Dan Mengembalikan Kesuburan Tanah Pada Tanah Yang Sakit Dengan Agensia Hayati. Seperti yang kita ketahui sebagian besar tanah kita sedang menderita sakit. Kenapa tanah kita dikatakan sakit ?

Inilah alasan mengapa dikatakan kalau tanah kita sedang sakit :

  1. Jika tanah kita tidak sakit tentu apabila untuk menanam pasti akan menghasilkan tanaman yang sehat walaupun tanpa penggunaan bahan kimia
  2. Jika tanah kita tidak sakit pasti akan menghasilkan tanaman yang mampu berproduksi maksimal
  3. Jika tanah kita tidak sakit tentu tidak ada tanaman yang mengalami busuk pangkal batang apabila ditanam di tanah tersebut
  4. Jika tanah kita tidak sakit tentu tidak ada tanaman yang layu karena terekena serangan jamur dan bakteri
  5. Jika tanah kita tidak sakit pasti tidak ada istilah tanah masam
  6. Jika tanah kita tidak sakit tentu tidak ada tanah yang mudah mengering jika kekurangan air

Kenapa tanah kita bisa sakit ? 

  1. Karena kita telah mengeksploitasi unsur hara secara terus-menerus (menanam terus-menerus) sehingga kandungan unsur hara makro dan mikro dalam tanah menjadi rendah
  2. Kita telah mengurasi bahan organik secara terus-menerus (tanpa mengembalikan sisa tanaman ke dalam tanah ) sehingga kandungan bahan organik dalam tanah menjadi rendah
  3. Rendahnya kandungan bahan organik tanah akan menyebabkan KTK tanah rendah dan daya simpan air tanah menjadi rendah
  4. Rendahnya bahan organik juga menyebabkan kehidupan mikroorganisme yang menguntungkan tanaman menjadi lemah karena kekurangan energi atau makanan
  5. Penambahan pupuk kimia yang berlebihan justru akan membunuh mikroorganisme perakaran yang membantu pertumbuhan tanaman (mikroorganisme penambat N, P, K dan mikroorganisme penghasil hormon tanaman)
  6. Karena mikroorganisme yang menguntungkan lemah maka tanah kita menjadi banyak dihuni oleh mikroorganisme (jamur dan bakteri) yang merugikan tanaman
  7. Tanah kita sudah banyak kehilangan mikroorganisme (jamur dan bakteri) yang menguntungkan tanaman sehingga tidak ada yang untuk melawan mikroorganisnme jahat
  8. Tanah kita sudah banyak kehilangan pengurai / dekomposer yang menguntungkan tanaman tetapi justru yang berkembang adalah pembusuk bahan organik sehingga bisa menjadi penyebab penyakit tanaman.
  9. Tanah kita sudah terjadi pencemaran oleh logam berat dan bahan kimia

Lalu bagaimana solusinya ?

  1. Jangan membuang atau memindahkan sisa tanaman keluar dari lahan
  2. Tambahkan bahan organik/ pupuk organik setiap musim tanam
  3. Tambahkan kapur untuk menetralkan pH tanah
  4. Berikan pupuk anorganik secukupnya saja untuk mensuplay kebutuhan unsur NPK dalam tanah
  5. Tambahkan agensia hayati perombak bahan organik atau biasa disebut sebagai dekomposer
  6. Tambahkan agensia hayati yang mampu melawan penyebab penyakit perakaran/ penyakit layu atau disebut dengan pestisida hayati
  7. Tambahkan agensia hayati penyubur tanaman (penambat unsur hara dan agensia hayati penghasil hormon tanaman) atau biasa disebut sebagai pupuk hayati

Agensia hayati apa yang bisa berfungsi ketiganya, sebagai dekomposer, sebagai pestisida hayati dan sebagai pupuk hayati ?

Untuk memilih agensia hayati dipasaran memang agak sulit karena memang begitu banyak dijual di pasaran dengan berbagai merk dan harga. Ada yang berbentuk tepung/ padat ada yang berbentuk cair. Karena ilmu selalu berkembang dan pendapat para ahli mikrobiologi tanah tanah juga sifatnya belum mutlak maka berbagai pendapat tentang agensia hayati ini juga sangat luas.

Pada prinsipnya untuk memilih agensia hayati yang terpenting adalah kandungannya.

  1. Usahakan agensia hayati yang akan kita gunakan mengandung mikroorganisme golongan bakteri dan golongan jamur.
  2. Usahakan agensia hayati yang akan kita gunakan terdiri dari berbagai jenis mikroorganisme (bukan single) tapi sifatnya yang saling sinergis bukan saling membunuh
  3. Pilih agensia hayati yang mudah pengaplikasiannya
  4. Pilih agensia hayati yang pembuatanya standar pabrik sehingga sangat minim terjadi kontaminasi atau kemasukan mikroorganisme lain yang merugikan, karena jika kita pilih sembarang agensia hayati justru tanpa kita sadari terkadang kita memasukkan mikroorganisme jahat (kontaminan) pada tanah kita.

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here