Tanah Jebor Mempengaruhi Kuwalitas Tanaman Padi

Tanah Jebor Mempengaruhi Kuwalitas Tanaman Padi

0
SHARE

KABARTANI.COM-Pertanian Padi Di Indonesia memang sudah populer sejak nenek moyang kita, mengingat padi adalah makanan pokok kita sehari – hari, untuk memenuhi kebutuhan akan padi di indonesia maka diperlukan budidaya padi dalam jumlah besar, dibeberapa daerah tertentu di indonesia dalam waktu satu tahun ada yang bisa mengolah lahan sawahnya untuk tanam padi sebanyak tiga kali.

Metode tanam padi yang terus menerus tanpa ada jeda ditanami dari komunitas tanaman pertanian yang lain, seperti palawija atau sebagainya, ternyata hal tersebut sangat berpengaruh terhadap  kwalitas padi yang akan kita tuai.

Metode tanam padi yang terlalu memaksakan untuk ditanami padi secara terus menurus ternyata juga berpengaruh terhadap tanah sawah sebagai media tempat tanam padi, membuat tanah menjadi jebor ( tanah terlalu gembur dan berlumpur ).

Tanah jebor ini disebabkan karena lahan sawah setelah padi dipanen, lahan sawah langsung diolah kembali untuk segera tanam padi kembali, tanpa harus menunggu jeda tanah agar kering. jerami sisa padi yang seharusnya dibabati lalu dibakar dan abunya sebagai pupuk kompos.

Dalam metode tanam padi yang terus menurus,jerami yang masih berdiri tegak ditanah lahan sawah langsung diolah, hal ini yang menyebabkan pembusukan jerami yang dipaksakan.hal ini  juga menyebabkan tanah menjadi jebor dan berlumpur.

Apabila tanam padi dilakukan pada tanah yang jebor ini, biasanya dalam beberapa hari tanaman yang sudah ditanam tersebut akan berwarna merah, hal ini disebabkan akar tanaman tersebut berada pada pembusukan jerami yang ada dipermukaan tanah sawah, pembusukan jerami ini menimbulkan hawa panas terhadap tanaman yang ditanam, dan akar benih tidak langsung menancap ketanah sawah, maka cengkraman akar benih tersebut tidak kokoh, hanya jerami busuk sebagai tempat cengkramannya, selain itu juga unsur hara tanah yang diserap benih untuk pertumbuhanya tidak maksimal.

Alangkah baiknya dalam metode tanam padi pada daerah tertentu yang bisa ditanami padi sebanyak tiga kali dikasih jeda pengeringan lahan.

baca juga

pembuatan pupuk organik cair dari batang pisang

Apabila lahan dilakukan pengeringan atau sesekali tanam padi diganti dengan tanaman palawija atau sebagainya, maka langkah ini bisa juga untuk mengistirahatkan tanah yang biasa dipaksa untuk menanam padi secara terus menerus, apabila tanah menjadi kering maka akan keluar rongga – rongga udara pada tanah, hal tersebut sangat baik bagi tanah, melalui rongga udara tersebut oksigen bisa masuk ketanah. oksigen ini yang akan menumbuhkan unsur hara tanah menjadi maksimal.

Apabila Unsur hara dalam tanah terpenuhi maka pada musim tanam padi setelah tanah dikeringkan atau ditanami palawija, maka pada musim tanam padi yang akan datang, padi akan tumbuh dengan sempurna. dan hasil tanaman padipun bisa diharapkan. demikianlah langkah untuk menjaga kwalitas tanah persawahan agar tidak JEBOR agar tanaman padi bisa menghasilkan panen yang melimpah.