Peternakan Pakan Ternak Meracik Sendiri Ramuan Jamu Sehat Untuk Sapi Potong

Meracik Sendiri Ramuan Jamu Sehat Untuk Sapi Potong

0
Bagikan

Kabartani.com – Seiring dengan perkembangan kemajuan di bidang peternakan, dituntut bahwa semua biaya produksi harus dioptimalkan guna menghasilkan output (keluaran) yang diharapkan. Tingginya biaya produksi terutama pakan komersial dan obat-obatan, mengharuskan kita untuk mencari alternatif solusi lain untuk mengatasi hal tersebut.

Selain itu dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan pangan (food savety) yang dikonsumsi, mendorong pemikiran untuk memanfaatkan berbagai tanaman tradisional baik sebagai suplemen pakan maupun untuk obat-obatan.

Beberapa tanaman tradisional yang mempunyai khasiat obat-obatan dan jamu antara lain lempuyang, jahe, kunyit, kencur, lidah buaya, temu lawak, bawang putih, daun beluntas, daun sambiloto, dan sebagainya. Pemanfaatan bahan tumbuhan herbal berkhasiat obat tidak hanya terbatas untuk manusia saja, namun pemanfaatannya telah merambah kepada ternak.

Beberapa ramuan tertentu yang bersumber dari jenis tumbuhan dapat diolah sedemikian rupa dan diyakini bila diberikan kepada ternaknya akan mampu meningkatkan nafsu makan, menjaga kesehatan, nafsu kawin (libido seksual), tahan terhadap serangan penyakit tertentu dan sebagainya. Menurut Zurahmah (2004) bahwa beberapa jenis tanaman tertentu mampu bertindak sebagai fitobiotik bagi manusia dan ternak.

Dalam menekan biaya produksi harus diupayakan formulasi pakan ternak yang dibuat sendiri dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang tersedia (seperti jagung kuning, bekatul, dedak halus, ubi kayu olahan, kacang-kacangan) dengan jenis tanaman lain seperti tanaman obat-obatan.

Tanaman obat-obatan merupakan salah satu alternatif dalam penyediaan bahan baku pakan yang berfungsi sebagai bahan pakan tambahan untuk pertumbuhan dan produktivitas ternak, baik ternak unggas maupun ternak ruminansia. Oleh karena itu perlu dikembangkan pemanfaatan tanaman obat-obatan yang ada dan tersedia di wilayah setempat (lokal).

Ada banyak jenis tanaman obat di sekitar halaman yang dapat digunakan seperti jahe, kencur, kunyit, temu lawak, lempuyang, dan lengkuas, yang penggunaanya sendiri atau sebagai campuran dalam berbagai bentuk (bubuk, ramuan) yang dapat diberikan kepada ternak unggas dan ruminansia. Penggunaanya dalam berbagai cara dilakukan antara lain bisa lewat air minum atau dicampur pada pakan sebagai makanan tambahan (feed suplemend).

Beberapa kajian tentang penggunaan jamu ternak untuk sapi di Kalimantan Selatan

Pemberian konsentrat, jamu ternak dan UMMB dapat mempercepat peningkatan pertambahan bobot badan harian (PBBH) pada sapi dari 0, 32 menjadi 0,52 kg/ekor/hari (62,50%) pada sapi Bali induk, sedangkan pada sapi unggul Simental dapat meningkatkan PBBH dari 0,88 menjadi 1,14 kg/ekor/hari (29,54%).

Jamu sebagai bahan tambahan ternak sapi

Jamu ternak diberikan sebagai stimulant kepada ternak sapi dengan manfaat seperti berikut:

  • Merangsang nafsu makan
  • Meningkatkan kesehatan ternak
  • Meningkatkan pertumbuhan secara optimal
  • Aroma daging tidak amis
  • Menurunkan kadar lemak pada daging
  • Mempercepat adaptasi dalam perubahan pakan
  • Mengurangi bau tak sedap disekitar kandang

Dosis pemberian jamu ternak

Pada sapi potong berdasarkan berat badan (BB), sebagai berikut:

  • Berat Badan 200 kg, diberikan 100 ml/hari
  • Berat Badan 300 kg, diberikan 150 ml/hari
  • Berat Badan 400 kg, diberikan 200 ml/hari

Pemberiannya bisa dicampur melalui air minum atau dengan cara dicekokkan pada ternak 10 hari berturut-turut, setelah itu 2 kali seminggu.

Bahan pembuatan Jamu Ternak (10 liter)

  1. Jahe 125 gr
  2. kencur 250 gr
  3. Kunyit 125 gr
  4. Bawang putih 250 gr
  5. Kayu manis 62,5 gr
  6. Temu lawak 200 gr
  7. Lempuyang 100 gr
  8. Lengkuas 125 gr
  9. Sirih 62,5 gr
  10. Sambiloto 250 gr
  11. EM4 250 gr
  12. Molasses 250 gr

Peralatan yang diperlukan adalah sebagai berikut:

  • Ember dengan tutup
  • Gayung plastik
  • Saringan
  • Pengaduk
  • Timbangan kecil
  • Alat tumbuk/giling

Cara Pembuatan :

1. Bahan no 1 s/d 8 (jahe, kencur, kunyit, bawang putih, kayu manis, temu lawak, lempuyang, lengkuas ) digiling atau ditumbuk hingga halus, kemudian diperas dan dicampur dengan air bersih 7,5 lite.

2. Bahan no 9 s/d 10 (sirih dan sambiloto) direbus dengan air 2,5 liter, kemudian disaring dan dicampur dengan air perasan rempah-rempah no 1/8 tadi.

3 Molasses hasil samping proses pabrik gula digunakan sebagai starter untuk mikroba aktivator dan sekaligus baha pengharum untuk meningkatkan pelatabilitas atau kesukaan ternak terhadap jamu. Bila tidak tersedia molasses, dapat diganti dengan larutan gula merah.

4. Mikroba aktivator yang digunakan biasa larutan EM4, kemudian jamu difermentasi menggunakan EM4 dan molasses/tetes tebu (lakukan pengadukan setiap hari sekali secara perlahan, selama 10 hari).

5. Gunakan ember yang tertutup dan dilapisi kain bersih, larutan jamu pun sudah siap untuk diberikan ke ternak atau selanjutnya dikemas dengan menggunakan jerigen plastik.

Simak juga :

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here