Metode Tanam Padi SRI Lebih Menjanjikan Dibanding Metode Konvensional

Metode Tanam Padi SRI Lebih Menjanjikan Dibanding Metode Konvensional

0
SHARE

Kabartani.com-Metode tanam padi dengan menggunakan System of Rice Intensification atau yang lebih dikenal metode tanam SRI,, metode SRI adalah suatu teknik budidaya tanaman padi untuk meningkatkan produktifitas tanaman.

Dalam metode tanam SRI ini terdapat 4 unsur penting yang harus terpenuhi diantaranya, cara pengelolaan tanaman, pengolahan tanah, pengaturan air dan pemenuhan zat hara untuk tumbuh kembang tanaman padi.

Apabila ke 4 unsur tersebut dapat terpenuhi dengan baik maka produktifitas tanaman padi akan jauh lebih meningkat bahkan sampai mencapai 50-70.di beberapa Negara di asia seperti Indonesia, Kamboja, Laos, Thailand, Vietnam, Bangladesh, Cina, Nepal, Srilanka, Gambia, Madagaskar dan lainnya sudah mengembangkan metode tanam SRI, dan hasilnya memuaskan.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam metode tanam SRI, diantaranya sebagai berikut :

  • Bibit ditanam satu lubang satu bibit dengan jarak tanam 30×30 atau bisa juga dikombinasi dengan legowo 2:1
  • Bibit Tanaman yang akan ditanam harus berusia muda, berusia kurang dari 12 hari setelah sebar saat berdaun 2 helai.
  • Pengairan diberikan secara berkala dan maksimal sampai tergenang 2cm
  • Penanaman tidak boleh terlalu dalam dan saat pencabutan harus berhati-hati karena akar masi mudah putus
  • Pembersihan gulma dilakukan pada umur 10 hari dan dilakukan sebanyak 3,dengan interval 10hari.
  • Pemupukan diusahakan menggunakan pupuk organic

Kelebihan menggunakan metode tanam SRI dibandingkan dengan system konvensional adalah sebagai berikut :

  • Produksi gabah bisa meningkat.
  • Tanaman tidak memerlukan banyak air/hemat air
  • Hanya membutuhkan benih sedikit, karena penanaman 1 lobang tanam hanya 1 tanaman

 Langkah  Budidaya Metode tanam SRI

  1. Pemilahan Benih

Benih dipilih menggunakan larutan garam dengan cara memasukan gabah kelarutan garam dan diambil yang tenggelam, gabah yang tenggelam kemudian dicuci dengan air bersih kemudian di rendam dalam air bersih selama 24-28jam, setelah itu ditiriskan selama 24-28jam sampai berkecambah.

  1. Pengolahan Tanah
  • Tanah dibajak sedalam 25 – 30 Cm.
  • Tambahkan kompos atau bisa juga sisa-sisa tanaman dan rumput-rumputan
  • Gemburkan dengan garu sampai terbentuk struktur lumpur yang sempurna, lalu diratakan sehingga saat diberikan air ketinggiannya di petakan sawah merata.
  1. Persemaian Benih

Dalam persemaian benih alangkah baiknya dilakukan dengan menggunakan wadah seperti baki plastic atau juga bisa menggunakan wadah kotak yang terbuat dari bambu seperti besek, hal ini tujuanya untuk memudahkan saat pencabutan benih.

Kabartani.com-persemaian-benih-padi

Adapun langkah persemaian benihnya sebagai berikut :

  • Sebaiknya kita pilih benih padi yang bervarietas memiliki anakan yang banyak
  • Untuk tempat penyemaian sebaiknya diberi alas daun pisang kemudian diberi tanah dan kompos dengan perbandingan 1;1, tinggi tanah pembibitan sekitar 4cm.
  • Setelah benih padi kita taburkan ke dalam tempat persemaian, sebaiknya tipis ditutup dengan menggunakan tanah.
  1. Penanaman
  • Untu struktur pola penanaman bibit metoda S.R.I adalah bujur sangkar 30 x 30 cm, 35 x 35 cm atau jangan terlalu rapat misalkan sampai 50 x 50 cm pada tanah subur.
  • Bibit yang akan ditanam sudah berumur 5-15 hari (daun dua) setelah semai, dengan jumlah bibit per lubang satu, dan dangkal 1-1,5 cm,
  1. Pemupukan
  • Pemupukan I dilakukan pada umur 7-15 HST dengan pemberian dosis Urea 125kg/Ha, SP-36 100kg/ha.
  • Pemupukan II pada umur 20-30 HST dengan pemberian dosis Urea 125kg/ha
  • Pemupukan III pada umur 40-45 HST dengan pemberian dosis ZA 100kg/ha.
  1. Penyiangan

Untuk penyiangan dilakukan sebanyak 3 kali dimulai dari padi berumur 10 hari setelah tanam dan diulangi kembali dengan selang waktu 10 hari.

  1. Pengairan

Untuk ketinggian pengairan maksimal 2cm, dan dilakukan secara berselang dan pada waktu tertentu sawah harus dikeringkan samapi tanah pecah-pecah. Hal ini bertujuan agar oksigen masuk kerongga tanah.