Berita Musa Ingens, Pohon Pisang Terbesar di Dunia Asli Papua

    Musa Ingens, Pohon Pisang Terbesar di Dunia Asli Papua

    0
    Bagikan

    Kabartani.com – Kekayaan alam tanah Papua seperti tak ada habisnya, salah satunya yang sedang menjadi perbincangan saat ini tentang ditemukannya Pohon Pisang raksasa di Pegunungan Arfak, Papua Barat.

    Pohon pisang tersebut sangat menakjubkan, betapa tidak, pohon pisang itu mampu tumbuh hingga setinggi 15 meter, dengan lingkar batang mencapai 2 meter. Kelopak daunnya tampak licin seperti lilin, yang bagian bawahnya berwarna kemerahan. Daunnya bisa mencapai panjang 5 meter dan lebar 1 meter. Pangkal pelepahnya sepanjang hingga 60 cm.

    Pohon pisang endemik pegunungan itu disebut Musa Ingens NW Simmonds. Musa diduga berasal dari kata Sansekerta “Muca”, melalui Latin dan Arab dan “Ingens” berasal dari bahasa Latin dan berarti besar, berlebihan.

    Musa ingens merupakan jenis pohon pisang langka, yang sangat dicari banyak pencinta pisang di dunia. Sangat sulit untuk menemukan benih pisang jenis ini. Jika ditemukan pun, pengembangbiakannya sangat sulit, karena biji untuk tumbuh menjadi cambah saja butuh waktu satu tahun atau lebih.

    pohon-pisang-musa-ingens-pohon-pisang-terbesar-di-dunia-kabartani

    Simak juga Mbah Lasiyo “Profesor Pisang” dari Bantul, Berbagi Ilmu Hingga ke Italia

    Bunga bakal pisang bisa sepanjang 10 cm. Jantung pisang bisa berjumlah 20 sisir, masing-masing 16-25 bunga. Setandan pisang raksasa sangat berat, sekitar 60 kg. Pisang matang sepanjang 18 cm, dan lebar diameter 3-4 cm.

    tandan-pisang-musa-ingens-asli-papua-kabartani

    Namun, buah pisang Musa ingens tak dapat dimakan seperti jenis pisang lainnya. Ini dikarenakan seratnya mengandung biji yang sangat besar, hitam dan keras. Masyarakat setempat lebih memanfaatkan pohon pisang itu sebagai obat tradisional, mereka meyakini, buah pisang tersebut berkasiat untuk mengobati beberapa jenis penyakit. Sedangkan pelepahnya pun bisa dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan. Selain ukuranya yang cukup lebar dan tebal, pelepah tersebut uga cukup kuat.

    Simak juga Cara Budidaya Sayuran Menggunakan Media Tanam Gedebog Pisang

    Tumbuh di hutan hujan berkabut dingin, tumbuhan ini tak akan bertahan pada ketinggian yang lebih rendah. Karena itu, Musa ingens benar-benar tidak toleran terhadap suhu tinggi terus menerus, seperti lazimnya tumbuhan pisang di dataran rendah. Pertama kali ditemukan di Papua Nugini oleh Jeff Daniells pada November 1989.

    musa-ingens-pohon-pisang-terbesar-di-dunia-asli-papua-kabartani

    Saat itu Jeff melakukan kunjungan penelitian, yang didanai oleh Dewan Internasional Sumber Daya Genetik Tanaman yang mendukung koleksi varietas langka dan terancam punah dari tanaman sehingga materi genetik yang berharga tidak hilang.

    Kepala Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati (Puslit Kehati) Universitas Papua (Unipa) Manokwari Prof. Charly Heatubun mengatakan, musa ingens adalah tanaman endemik di pulau Neu Genea atau pulau besar Papua, Papua Barat dan Negera Papua Neu Genea.

    Pohon pisang tersebut, satu-satunya pohon pisang terbesar di dunia. Sejauh ini, tanaman tersebut masih mudah ditemukan di beberapa daerah di wilayah Pegunungan Papua dan Papua Barat. Pegunungan Arfak, Papua Barat, menjadi salah satu habitat pertumbuhan tanaman langka ini.

    Simak juga Pembuatan Pupuk Organik Cair Dari Batang pisang

    “Ketinggian pohon pisang ini bisa mencapai 12 hingga 15 meter dengan deameter pohon atau pelepahnya lebih dari 50 cm. Pohon ini hidup diatas ketinggian 900 meter dari permukaan laut (dpl),” kata dia.

    Selain Pegunungan Arfak, kata dia, tanaman raksasa ini pun dapat ditemukan di Pegungan wilayah Kabupaten Yapen, Puncak Jaya, Siklop Provinsi Papua serta beberapa dataran tinggi di Negara Papua Neu Genea.

    batang-pisang-musa-ingens-asli-papua-kabartani

    Dia mengutarakan, selain menakjubkan dibanding pohon pisang pada umumnya, buah pisang ini oleh masyarakat digunakan sebagai obat tradisional. Masyarakat meyakini, buah pisang tersebut berkasiat untuk mengobati beberapa jenis penyakit.

    “Selain itu, pelepahnya pun bisa dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan. Selain ukuranya cukup lebar dan tebal, pelepah tersebut cukup kuat,” katanya lagi. Charly mengungkapkan, selain pisang raksasa Pegunungan Arfak pun memiliki satu jenis tanaman pisang yang hanya dapat ditemukan di daerah tersebut. Nama latin pisang ini adalah Musa Arfakiana Argent.

    “Umumnya tandan pisang itu menjuntai ke bawah mengikuti grafitasi bumi. Namun tandan dari pohon pisang Musa Arfakiana ini menjulur keatas, tanamaan ini endemic Pegunungan Arfak,” kata dia lagi.

    Menurut dia, ada genetika tertentu yang membedakan pisang Musa Ingens dan Musa Arfakiana dengan pohon pisang pada umumnya. Hal ini merupakan keunggulan dari kekayaan hayati Pegunungan Arfak yang harus dilestarikan melalui upaya-upaya konservasi.

    Simak juga Kebun Plasma Nutfah Pisang Jogja dengan 346 Jenis Pisang Terlengkap se Asia Tenggara

    Pegunungan Arfak adalah kabupaten baru di Papua Barat yang dimekarkan pada tahun 2012 dari Kabupaten Manokwari. Daerah yang 80 persen merupakan kawasan hutan konservasi ini memiliki cukup banyak kekayaan alam yang tidak dapat ditemukan di daerah lain.

    Pemerintah daerah bertekad mengembangkan daerah tersebut sebagai kabupaten pariwisata. Selain Musa Ingens dan Musa Arfakiana, daerah ini memiliki kekayaan hayati lain baik flora maupun fauna.

    “Kami punya dua danau Anggi Giji dan Anggi Gida, ada tempat penangkaran kupu-kupu, ada tempat pengintaian burung pintar dan burung cendrawasih,” kata Bupati Pegunungan Arfak Yosias Saroy yang dihubungi dari Manokwari, Selasa.

    Dia menyebutkan, kekayaan alam di daerah ini cukup melimpah, namun keterbatasan infrastruktur masih menjadi kendala sekaligus tantangan pembangunan daerah.

    Simak juga Menanam Bawang Merah Dengan Media Batang Pisang Yang Masih Hidup

    “Sektor pertanian dan perkebunan pun menjadi salah satu prioritas pembangunan, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami ingin mengembangkan konsep agrowisata,” ujarnya lagi.

    Berikut videonya,

    Loading...

    BERI BALASAN

    Please enter your comment!
    Please enter your name here