Hortikultura Sayuran Panduan Budidaya Caisin dan Pakcoy (Panen Melimpah)

Panduan Budidaya Caisin dan Pakcoy (Panen Melimpah)

0
Bagikan

Kabartani.com – Caisin dan Pakcoy merupakan jenis sawi yang saat ini banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Untuk membudidayakan caisin dan pakcoy sangat mudah sekali, karena jenis sayuran ini juga cocok ditanam di Indonesia. Apa sih bedanya Caisin dan Pakcoy?

Caisim (Brassica juncea L.) atau dikenal dengan sawi hijau merupakan tanaman sayuran dengan iklim sub-tropis, namun mampu beradaptasi dengan baik pada iklim tropis. Caisim pada umumnya banyak ditanam dataran rendah, namun dapat pula didataran tinggi.

Caisim tergolong tanaman yang toleran terhadap suhu tinggi (panas). Saat ini, kebutuhan akan caisim semakin lama semakin meningkat seiring dengan peningkatan populasi manusia dan manfaat mengkonsumsi bagi kesehatan. Kandungan yang terdapat pada caisim adalah protein, lemak, karbohidrat, Ca, P, Fe, Vitamin A, Vitamin B, dan Vitamin C.

Gambar 1. Perbedaan Caisin dan Pakcoy

Pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan jenis sayuran hijau yang masih satu golongan dengan sawi. Pakcoy juga sering disebut dengan sawi sendok karena bentuknya yang menyerupai sendok. Pakcoy juga disebut dengan sawi manis atau sawi daging karena pangkalnya yang lembut dan tebal seperti daging. Pakcoy biasa digunakan untuk bahan sup atau sebagai penghias makanan ini berasal dari Cina (Alviani 2015).

Pakcoy kaya akan kandungan vitamin A, E, dan K untuk kesehatan. Sementara itu, vitamin K berkhasiat untuk membantu proses pembekuan darah dan vitamin E yang baik untuk kesehatan kulit (Prastio 2015).

Budidaya sayuran Caisin dan Pakcoy sangat mudah, berikut ini langkah-langkahnya:

Pembuatan Media Semai dan Media Tanam

Gambar 2. Pembuatan media semai dan media tanam

Media tanam yang sudah disiapkan berupa tanah halus + pupuk kandang atau pupuk kompos + arang sekam. Semua bahan dicampur dengan perbandingan 1:1:1. Campuran bahan tersebut dikukus selama 6 jam pada suhu 120°C. Setelah itu didinginkan.

Persemaian

Gambar 3. Penyemaian benih Caisin dan Pakcoy

Biji yang akan disemai sebaiknya direndam dahulu menggunakan air hangat sekitar 45°C selama 1 jam, lalu ditiriskan.

Sediakan bak semai dan isi dengan media semai, kemudian disiram sampai jenuh, tunggu sampai airnya meresap sampai merata, ini bertujuan untuk memberikan lingkungan yang lembab supaya proses perkecambahan tumbuh dengan baik.

Benih disemai satu persatu, kemudian ditutup lagi dengan media semai dengan ketebalan 1-2 mm menggunakan ayakan. Kemudian persemaian ditutup dengan menggunakan mulsa plastik, karung goni atau daun pisang supaya terjaga kelembabannya.

Setelah 3 hari, persemaian dibuka supaya terjadi etiolasi dan pertumbuhan kecambah tidak bengkok-bengkok.

Penanaman

Polybag/pot diisi dengan media tanam, lalu disiram dengan air. Setalah bibit berumur 2 minggu di persemaian atau tanaman telah berdaun 4-5 helai, bibit dipindahkan ke polybag atau pot sebanyak 1 tanaman per polybag/pot.

Pemeliharaan Tanaman

Gambar 4. Perawatan tanaman Caisin dan Pakcoy

Penyiraman: lakukan penyiraman setiap hari apabila tidak ada hujan. Penyiraman lebih baik dilakukan pada pagi atau sore hari dan jangan dilakukan pada siang hari.

Pemupukan: Pemupukan susulan diberikan dengan dua cara, yaitu secara langsung dengan dosis 2 g/tanaman, tetapi lebih baik dengan cara dikocor/dicairkan dengan dosis 1 kg NPK (16:16:16) ditambahkan air 100 liter untuk 500 tanaman atau 2 g/200 ml per tanaman. Pemupukan dilakukan dengan inteval 7-10 hari.

Pengendalian OPT: Karena umur tanaman caisin dan pakcoy sangat pendek 30-40 hari setelah tanam (HST), pengendalian OPT sebaiknya dilakukan menggunakan cara mekanis, yaitu ulat dan bekas serangan hama atau penyakit dikumpulkan lalu dibakar.

Penyiangan: Penyiangan rumput sebaiknya dicabut saja secara manual. Rumput yang tumbuh di polybag maupun di vertikultur harus dibersihkan untuk menghindari terjadinya persaingan unsur hara antara tanaman dengan rumput.

Pemanenan

Gambar 5. Caisin dan Pakcoy siap dipanen

Pemanenan caisin dan pakcoy sudah bisa dilakukan setelah tanaman berumur 20 hari (2-5 minggu) setelah tanam. Tetapi untuk mendapatkan produksi yang optimal, dipanen setelah berumur 30-45 hari setelah tanam.

Simak juga:

Oleh: Uum Sumpena dan Asep Permana (Balitsa Lembang)

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here