Hortikultura Tanaman Obat Panduan Budidaya KELOR yang Baik dan Benar

Panduan Budidaya KELOR yang Baik dan Benar

1
Bagikan

Kabartani.comKelor (Moringa Oleifera) merupakan tanaman yang dapat tumbuh di berbagai macam kondisi tanah serta memerlukan pengairan yang minim (wilayah tropis). Sedangkan bagian tanaman kelor seperti daun, bunga, polong, akar, biji dan getahnya potensial untuk kesehatan.

Masyarakat umumnya memanfaatkan daun kelor baik sebagai sayuran ataupun obat. Daun kelor kaya akan potassium, vitamin A, zat besi, vitamin C, calsium, dan protein. Dengan kandungan nutrisi yang banyak tersebut, kelor banyak dimanfaatkan sebagai obat.

Khasiat dan manfaat tanaman kelor terhadap kesehatan telah banyak dipublikasikan diantaranya serbuk biji kelor mampu menumpas bakteri Escherichia coli, Streptocoocus faecalis dan Salmonella typymurium, sehingga di Afrika biji kelor dimanfaatkan untuk mendeteksi pencemaran air oleh bakteri-bakteri tadi.

Selain itu, tanaman kelor yang tumbuh rimbun bermanfaat sebagai penahan angin dan pencegah erosi tanah. Di beberapa negara daun kelor digunakan untuk menstabilkan tekanan darah, ansietas, mengontrol kadar glukosa pada penderita Diabetes Mellitus, digunakan juga sebagai obat penurun kolesterol, pereda diare, disentri, colitis, gonorhea, sakit kepala, anemia, iritasi, infeksi, antialergi, antikarsinogenik, antihelminthes dan anti inflamasi.

Budidaya Kelor

Penyiapan Bibit

Budidaya kelor mudah dilakukan di mana saja tidak tergantung kondisi lingkungan. Perbanyakan tanaman ini dapat menggunakan biji atau stek batangnya. Media pembibitan dapat berupa campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1 yang dimasukkan ke dalam polybag 10 cm. Setelah siap, media disiram dan didiamkan selama satu minggu sebelum digunakan.

Biji yang digunakan untuk benih adalah biji yang sehat, tidak keriput, cacat atau rusak. Biji yang terpilih direndam dalam air hangat dan dibiarkan selama satu malam atau sampai biji terlihat mengembang. Biji yang sudah direndam kemudian ditiriskan dan dapat ditanam segera atau paling lambat sehari setelah ditiriskan.

Satu atau dua biji per lubang ditanam pada tray atau polybag (diameter 10 cm) pada kedalaman maksimum 2 cm. Penyiraman dilakukan sehari sekali secara teratur. Biji kelor dapat berkecambah 5 sampai 12 hari setelah tanam. Setelah bibit mencapai ketinggian sekitar 30 cm, maka dapat dilakukan pindah tanam ke pot/polybag yang lebih besar.

Tanaman yang dapat diambil cabangnya untuk digunakan sebagai stek adalah tanaman sehat yang berumur setidaknya 1 tahun. Cabang yang dipilih hendaknya kayu yang keras dan sebaiknya tidak memilih batang berwarna hijau muda. Batang yang telah dipilih dipotong secara diagonal sepanjang 45 cm dengan diameter 4 – 10 mm. Setelah dipotong, stek dikeringkan di tempat yang teduh selama 3 hari sebelum ditanam di persemaian.

Selanjutnya batang stek dapat ditanam pada tray atau polybag (10 cm). Saat ditanam, sepertiga dari batang harus terkubur dalam tanah. Stek disiram sehari sekali secara teratur. Waktu penanaman stek batang terbaik adalah pada akhir musim kemarau sampai awal musim hujan. Stek yang sudah tumbuh daun-daun yang segar dan akar yang sudah keluar dari batang dapat dipindahkan ke lahan/polybag/pot yang lebih besar.

Penanaman Bibit

Bibit yang sudah cukup umur dapat dipindah tanam ke tempat yang lebih besar menggunakan media tanam campuran tanah, sekam dan kompos dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Polybag ukuran 40 cm atau pot ukuran 40 cm dapat dipakai untuk menanam bibit tanaman kelor.

Namun jika bibit ini akan ditanam di lahan, perlu disiapkan lubang tanam berdiameter 15 cm dengan jarak tanam 15 – 20 cm. Pada saat penanaman di lahan harus ditambahkan 1 kg kompos/pukan tiap lubangnya.

Pemupukan Tanaman

Tanaman kelor memerlukan pemupukan yang cukup untuk pertumbuhannya. Pada fase tunas diperlukan pupuk urea 3 gr/pot, TSP 1 gr/pot, KCL 1 gr/pot. Pemupukan selanjutnya dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan jenis pupuk yaitu pupuk kandang 500 gr/pot, urea 2 gr/pot, TSP 1 gr/pot, KCL 1 gr/pot.

Pemeliharaan

Tanaman kelor dapat tumbuh dengan subur apabila dilakukan pemeliharaan yang konsisten. Pada fase bibit tanaman kelor dapat ditempatkan pada daerah yang teduh, setelah pindah tanam sinar matahari yang cukup diperlukan untuk pertumbuhannya. Penyiraman dilakukan sehari sekali karena kelor rentan terhadap genangan dan membutuhkan tanah dengan drainase yang baik. Selain itu, tanaman yang berasal dari stek batang yang memiliki akar serabut juga rentan terhadap hujan dan angin.

Pada umur 3 – 5 bulan setelah tanam cabang tanaman kelor perlu dipangkas untuk meningkatkan percabangan, meningkatkan hasil dan memudahkan pemanenan. Pemangkasan dilakukan pada tunas apikal (10 cm dari atas) saat tinggi pohon mencapai 0,6 – 1 m. Setelah pertumbuhannya teratur pemangkasan dapat dilakukan sepanjang 10 cm saat mencapai panjang 20 cm atau sepanjang 30 cm saat mencapai 60 cm (Gambar 3).

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama yang umum menyerang tanaman kelor adalah belalang, jangkrik, ulat dan rayap. Serangga dapat menyebabkan kerusakan daun, tunas, bunga, tunas, buah atau biji serta gangguan aliran getah. Untuk mengatasi serangan belalang dan ulat dengan memotong kembali batang pohon, tanpa meninggalkan bagian dimana daun tumbuh. Sedangkan serangan rayap dapat diatasi menggunakan bahan organik seperti menebarkan pasta biji mimba ke tanah, memupuk abu di dasar tanaman atau membuat perangkap rayap.

Penyakit yang biasanya menyerang tanaman kelor yaitu jamur Cercospora spp dan Septoria lycopersici. Serangan jamur tersebut akan menyebabkan bintik-bintik cokelat yang muncul dan menutupi permukaan daun sehingga daun akan menguning serta mati.

Untuk mengendalikan pertumbuhan jamur terebut dapat digunakan ekstrak daun atau biji mimba yang disemprotkan pada permukaan tanaman. Selain itu, gulma yang ada disekitar tanaman juga harus dimusnahkan agar tidak menjadi sarang tumbuhnya jamur.

Panen

Daun kelor dapat dipanen setelah tanama berumur 6 sampai 12 bulan. Pemanenan dilakukan dengan cara memetik tangkai daun berasal dari cabang. Daun di tengah cabang kurang pahit dan lebih lembut daripada daun pada bagian ujung. Selain daun, bagian tanaman kelor yang dapat dimanfaatkan adalah bunga dan polongnya.

Bunga yang dipetik dalam kondisi segar atau kering dapat diolah menjadi teh kesehatan. Sedangkan polong yang dipanen ketika masih muda, lembut dan hijau dapat diolah menjadi makanan kudapan seperti hidangan kacang hijau. Polong yang sudah tua, berwarna coklat, kering serta sehat akan menjadi sumber benih yang berkualitas untuk penanaman kelor selanjutnya.

Simak juga :

Sumber : BPTP Jakarta (2016)

Loading...

1 KOMENTAR

  1. Berapa anggaran biaya yg dibutuhkan dalam 1 ha?
    Dengan pola penanaman seperti diatas…mohon dimuat . terimakasih…

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here