Panduan Lengkap Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Panduan Lengkap Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

0
SHARE

KABARTANI.COM –  Teknologi tanam benih langsung (Tabela) padi tabela memiliki beberapa keunggulan, antara lain memperpendek periode produksi padi sehingga dapat meningkatkan indeks pertanaman dan mengurangi biaya tenaga kerja untuk tanam.

Teknologi Tabela dapat diterapkan pada agroekosistem sawah irigasi, sawah tadah hujan, dan lahan pasang surut. Secara umum Tabela menerapkan model pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Kekhususan Tabela adalah tidak melakukan tanam pindah tetapi benih ditabur secara langsung.

Konsekuensi dari Tabela adalah lahan memerlukan pengolahan tanah danpengaturan air yang berbeda dengan lahan untuk tanam pindah. Tabela sesuai untuk diterapkan pada wilayah yang kekurangan tenaga kerja, musim hujan pendek, dan air irigasi dapat diatur. Lokasi yang paling sesuai untuk penerapan Tabela adalah agroekosistem sawah irigasi teknis. Meskipun demikian, pada agroekosistem lahan pasang surut, lahan kering, dan sawah tadah hujan juga dapat diterapkan dengan syarat pengelolaan air dan penyiapan lahan dilakukan secara khusus.

Pada Tabela tidak ada pembuatan persemaian dan pindah tanam sehingga memerlukan tenaga kerja lebih sedikit. Tanaman padi yang ditanam langsung akan mencapai stadia generatif lebih cepat sehingga memperpendek periode produksi padi dan meningkatkan indeks pertanaman. Pada wilayah yang periode hujan terbatas, pertanaman padi Tabela dapat terhindar dari kekeringan atau menyediakan peluang untuk budidaya tanaman pangan yang lain.

Wilayah-wilayah yang potensial untuk menerapkan Tabela antara lain Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sumatera, dan Papua. Tabela berpotensi dikembangkan dengan mekanisasi modern pada skala luas sehingga dapat meningkatkan produktivitas.

Panduan teknologi Tabela ini dikutip dari e-book dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian Tahun 2015 sebagai acuan bagi petugas lapangan, penyuluh, petani, dan pengguna lainnya. Pedoman ini memuat petunjuk pelaksanaan dari olah lahan hingga penanganan pascapanen.

Lalu apa saja tahapan-tahapannya? berikut penjelasannya:

  1. Pemilihan Varietas Benih Padi
  2. Persiapan Lahan
  3. Tabur Benih dan Pemeliharaan
  4. Penanganan Panen dan Pasca Panen