Panduan Lengkap Cara Budidaya Asparagus

Panduan Lengkap Cara Budidaya Asparagus

0
SHARE

KABARTANI.com, Asparagus merupakan salah satu jenis sayuran dari spesies tumbuhan genus Asparagus, terutama batang muda dari Asparagus Officinalis. Asparagus sejak jaman dahulu sudah banyak digunakan sebagai bahan makanan karena rasanya yang sedap dan memiliki sifat diuretik.

Dengan adanya sifat diuretik tersebut, asparagus berkhasiat untuk memperlancar saluran urin sehingga mampu memperbaiki kinerja ginjal. Asparagus merupakan sumber terbaik asam folat nabati, sangat rendah kalori, tidak mengandung lemak atau kolesterol, serta mengandung sangat sedikit natrium. Tumbuhan ini juga merupakan sumber rutin, suatu senyawa yang dapat memperkuat dinding kapiler.

Batang Asparagus yang siap panen- Kabartani.com
Batang Asparagus yang siap panen- Kabartani.com

Asparagus berasal dan banyak ditanam di Amerika, khususnya Amerika Utara, antara lain Lembah California, Sacramento, New Jersey, Carolina Selatan, dan Illinois. Rebung asparagus yang diambil sebagai sayuran adalah rebung yang besar berwarna putih , lunak, dan gemuk.

Lahan yang cocok untuk budidaya Asparagus adalah di dataran tinggi dengan ketinggian 600-900 mdpl. Asparagus dapat tumbuh optimal pada suhu antara 15-25 Celcius. Dengan curah hujan yang cukup banyak dan merata sepanjang tahun, yaitu berkisar 2.500 – 3.000 mm/tahun. Oleh karena itu, syarat utama lahan harus dataran tinggi, berhawa sejuk, dan dekat dengan sumber air agar kebutuhan air dimusim kemarau tercukupi.

Adapun cara budidaya tanaman Asparagus adalah sebagai berikut,

A. PERSIAPAN BIBIT

Pembibitan Asparagus dapat dilakukan secara vegetatif dengan kultur jaringan, anakan yang berasal dari tunas maupun stek. Sedangkan yang secara generatif, berasal dari bijinya. Dari ketiga asal pembibitan tersebut, yang paling baik yakni yang berasal dari biji.

Asparagus merupakan tanaman yang ditanam secara tidak langsung (indirect seedling) melalui persemaian. Dalam pembibitan dengan biji terdapat 6 tahap, yaitu.

1. Persemaian
Dalam persemaian, perlu diperhatikan pemilihan lahan persemaian. Lahan yang baik untuk asparagus yakni tanah bersifat gembur, subur, berpasir dan memiliki sistem drainase yang baik, bukan bekas lahan tanaman asparagus sebelumnya.

Bedengan yang digunakan untuk persemaian harus diolah terlebih dulu dengan diberi pupuk dasar dan Furadan 3G untuk menghindari hama dan penyakit. Bedengan dibuat dengan lebar sekitar 120 cm, tinggi 20-25 cm, lebar parit 40 cm dengan kedalaman 40 cm.

2. Perendaman Benih
Benih asparagus yang akan disemaikan sebelumnya direndam dalam air dingin pada suhu 27 derajat celcius selama 24-48 jam. Selama perendaman, air diganti 2 hingga 3 kali sambil membuang biji yang mengambang.

3. Semai Benih
Benih asparagus disemai pada tanah dengan jarak tanam 15×10 cm, dengan kedalaman 2,5 cm, setiap 1 lubang ditanam 1 biji. Diatas permukaan tanah ditutupi menggunakan jerami atau sekam, kemudian disirami air secukupnya.

4. Perawatan Persemaian
Meliputi pencegahan hama dan penyakit seawal mungkin.

5. Pemupukan
Sewaktu masih dipersemaian, setiap 20-30 hari dilakukan pemupukan susulan dengan menggunakan pupuk organik, kompos maupun pupuk urea.

6. Seleksi dan Pencabutan Benih
Transplanting atau pemindahan bibit dilakukan setelah 5-6 bulan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam transplanting asparagus diantaranya, bibit yang akan dipindahkan adalah bibit yang sehat, bibit yang dicabut harus segera ditanam dan sebelum penanaman akar dipotong terlebih dahulu dengan menyisakan akar sekitar 20 cm dan pucuk tanaman dipangkas hingga tinggi tanaman hanya sekitar 20 cm saja.

B. PENGOLAHAN TANAH

Kami sarankan sebelum di tanam, lahan yang akan ditanami asparagus dibajak lebih dulu dan diratakan. Lalu buatlah parit dengan kedalaman 15-20 cm. Untuk tempat tanam, jarak antar tanaman 40 – 50 cm serta jarak antar baris 1, 25 – 1, 5 m. Pada awal tanam jangan gunakan pupuk kimia, namun gunakan pupuk kandang atau organik lainnya.

Petani  Asparagus - Kabartani.com

C. PENANAMAN

Bibit yang ditanam adalah bibit yang sudah berumur 5-6 bulan. Penanaman dilakukan pada pagi hari sekitar jam 9 atau pada sore hari sekitar jam 4.

D. PEMELIHARAAN

Pemeliharaan Tanaman Asparagus :

1. Pembumbunan
Apabila tunas sudah tumbuh, dapat dilakukan pembumbunan. Pada musim hujan, parit diperdalam. Hal ini dilakukan karena Asparagus tak menyukai genangan.

2. Pemangkasan
Pemangkasan di lakukan setalah induk tanaman asparagus bertunas sekitar 8-10 tunas, selebihnya dipangkas. Setelah mendekati masa panen, batang yang dipelihara cukup 3-5 batang saja. Pemangkasan juga dilakukan pada cabang serta batang yang diserang hama atau penyakit.

3. Pengairan serta drainase
Parit di genangi air setinggi 1/2 dari tinggi parit, ditunggu sampai air meresap hingga atas, lalu sisa air dibuang. Irigasi pada musim kemarau dilakukan setiap 1 minggu sekali.

4. Pemupukan susulan
Ketika pemupukan tidak hanya pupuk susulan secara umum, tetapi setiap tahun juga dikerjakan pemupukan berkala, yakni pemupukan berat seperti waktu pertama kali tanam. Pada waktu itu tak dikerjakan panen sepanjang 3 – 4 minggu (fase istirahat) serta dikerjakan seleksi induk. Pupuk susulan dikerjakan lewat cara bikin parit selama barisan berjarak 20 cm dari tanaman, dalamnya parit 15 cm lalu pupuk digabung serta ditutup dengan tanah. Pupuk susulan kimia diberikan tiap-tiap bln., sedang pupuk kandang diberikan tiap-tiap 3 bln. sekali. Pupuk susulan keempat kembali lagi seperti pupuk I, dan sebagainya.

5. Pengelolaan hama serta penyakit
Apabila tanaman mati atau terkena hama dan penyekit, solusinya membesarkan batang yang tumbuh normal. Hama yang sering menyerang yaitu : ulat grayak dan ulat tanah yang menyerang sepanjang periode transisi musim kemarau ke musim hujan, sedang penyakit yang menyerang dari kelompok jamur. Ingindalian hama serta penyakit dikerjakan dengan cara mekanik sepanjang serangan belum terlampau berat. Aplikasi pestisida dikerjakan bila serangan telah cukup berat. Pestisida yang dipakai yaitu pestisida organik (Daun Tembakau).

E. PANEN

1. Kriteria Panen
Asparagus dapat dipanen rebungnya pada umur 4-5 bulan setelah transplanting. Asparagus hijau yang siap panen adalah setelah muncul diatas permukaan tanah dengan kondisi pucuk yang masih kuncup.

2. Cara Panen
Panen dilakukan dengan 2 cara, yakni mencabut dan memangkas batang muda. Cara panen yang paling baik digunakan yaitu dengan memangkas, karena dengan cara dipangkas, tidak merusak sistem perakaran tanaman yang dijadikan indukan. Jika panen pertama dilakukan pada umur 4 bulan setelah transplanting, maka panen kedua dilakukan pada umur 5 bulan dengan interval panen 2 hari sekali, bulan ke-6 dan seterusnya dapat dipanen setiap hari.

Baca juga,

1. Cara Budidaya Kunyit

2. Cara Budidaya Lada

3. Cara Budidaya Buah Tin

Itulah informasi Cara Budidaya Asparagus Yang Baik dan Efisien. Semoga informasi ini bermanfaat bagi sobat tani sekalian. Terima kasih sudah berkunjung di Kabartani.com.