Hortikultura Sayuran Panduan Lengkap Cara Menanam Timun dalam Pot / Polybag

Panduan Lengkap Cara Menanam Timun dalam Pot / Polybag

0
Bagikan

Kabartani.com – Tanaman mentimun (Cucumis sativus L) merupakan salah satu jenis sayuran buah yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat, baik dimakan segar segar sebagai lalapan maupun dijadikan bahan dasar makanan olahan seperti jus atau acar.

Pertumbuhan optimum tanaman mentimun adalah pada iklim kering pada ketinggian 400 m dpl, cukup mendapat sinar matahari, temperatur 21,1 – 26,7 °C, tidak terlalu banyak hujan dan tekstur tanah gembur dengan pH 6-7. Tanaman mentimun dapat dibudidayakan di lahan rawa lebak dan rawa pasang surut.

Penggunaan polibag sebagai tempat media tanaman, dapat dilakukan di lahan pasang surut. Karena dapat mengurangi resiko tergenang dan pengaruh cekaman lingkungan seperti kemasaman dan keracunan.

Persiapan Media Tumbuh

1. Campur media tanam pupuk kandang, dan sekam/serbuk gergaji/gambu dengan komposisi 1:1:1, tambahkan kaptan atau dolomite sebanyak 1/100 bagian media dan pupuk dasar sebanyak setengah dosis. Tambahkan insektisida butiran untuk mencegah berkembangnya semut atau hama lain dalam polybag.

2. Masukkan ke dalam polibag kapasitas 8-10 kg. Susun rapi polibag dengan jarak 40 x 40 cm. Setiap 3 barisan polibag dibuat alur searah timur-barat dengan lebar 75 cm. Setelah 1-2 minggu media dapat ditanami.

Persiapan Rambatan Tanaman (Ajir)

Tiang penyanggah utama para-para dari kayu/bambu dengan diameter 7-10 cm. Sebagai para-para ditambahkan kawat kecil atau bilah bambu yang dipasang bersilang, untuk rambatan tanaman digunakan tali atau bilah bambu.

Penanaman

1. Penanaman dapat dilakukan setelah campuran media diistirahatkan selama 1-2 minggu, agar campuran media sudah bereaksi (dingin) dan tidak meracuni bahan tanam.

2. Seleksi benih dengan cara merendam biji kedalam air beberapa saat. Apabila penanaman dengan bibit maka, perlu dilakukan penyemaian benih dengan menggunakan polibag kecil. Setelah tanaman berdaun 2-3 helai, dipindahkan ke polibag. Penanaman dengan benih, langsung ditanam di polibag dengan jumlah 1-2 biji perpolibag.

Pemeliharaan tanaman

1. Pengendalian hama dan penyakit tanaman

Jenis hama yang sering menyerang tanaman mentimun adalah orong-orong dan belalang (menyerang tanaman muda), kumbang mentimun, kumbang totol hitam dan apis (menyerang daun), lalat buah/ulat buah (menyerang buah). Pengendalian dengan membuang telur, larva dan imago hama tersebut atau dengan disemprot menggunakan insektisida hayati. Sedapat mungkin hindarkan penggunaan insektisida kimia secara berlebihan.

2. Penyulaman

Lakukan secepatnya terhadap tanaman yang mati, dan setelah lebih dari 2 minggu setelah tanam tidak perlu lagi dilakukan penyulaman.

3. Pemberian pupuk

Pemberian pupuk dasar dapat dilakukan bersamaan dengan pencampuran bahan-bahan media tanaman sebanyak 1-2 ons NPK setiap 10 kg media tanam. Pemupukan susulan dilakukan dengan cara menyiramkan larutan pupuk NPK konsentrasi 7-10 gram/liter air sebanyak 200 cc/tanaman pada media tanaman di dalam polibag.

Pemberian larutan pupuk ini mulai dilakukan pada saat tanaman berumur 2 minggu dan selanjutnya diulang setiap 1-2 minggu sampai tanaman menjelang akhir produksi. Selain itu perlu juga dilakukan pemupukan dengan pupuk nabati cair seperti Mamigro Super N atau NPK spesial atau dengan Gardena D dengan konsentrasi 2-5 g/l air mulai umur 7 sampai 30 hst dengan interval pemberian 7-15 hari atau melihat kondisi tanaman.

Memacu pertumbuhan bunga dan buah, dianjurkan penyemprotan dengan pupuk daun Mamigro Super P atau NPK Spesial, Gardena B atau dengan Pupuk Mikro Fitomic. Konsentrasi untuk Fitomic adalah 1,5 – 2,5 cc/l dengan interval pemberian 10-15 hari.

4. Penyiraman dan penyiangan

Pada masa awal pertumbuhan tanaman, penyiraman dilakukan pagi dan sore hari, sedangkan setelah memasuki masa generatif cukup sore hari saja atau melihat kondisi cuaca Penyiangan gulma didalam polibag harus rutin dilakukan, sedangkan penyiangan di sekitar polibag dapat dilakukan secara berkala atau melihat kondisi pertumbuhan gulma.

Panen

Setelah tanaman berumur 75-85 hari, pemetikan buah pertama sudah dapat dilakukan. Pemetikan buah dapat dilakukan 1-2 hari sekali sebanyak 1-2 buah/tanaman selama 1-1,5 bulan.

Simak juga : 

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here