Panduan Lengkap dan Mudah Budidaya Tanaman Ciplukan yang Berkualitas Tinggi

Panduan Lengkap dan Mudah Budidaya Tanaman Ciplukan yang Berkualitas Tinggi

0
SHARE
Budidaya Tanaman Ciplukan yang Berkualitas Tinggi

KABARTANI.COM – Ciplukan adalah nama sejenis buah kecil, yang buahnya tertutup oleh perbesaran kelopak bunga. Orang inggris biasa menyebut tanaman ini dengan Morel berry, Ciplukan (Indonesia), Ceplukan (Jawa), Cecendet (Sunda), Yor-yoran (Madura), Lapinonat (Seram), Angket, Kepok-kepokan, Keceplokan (Bali), Dedes (Sasak), Leletokan (Minahasa).

Ciplukan merupakan tanaman yang berasal dari Amerika, yang saat ini sudah banyak tersebar di berbagai negara tropis didunia, termasuk di Indonesia. Di Jawa, ciplukan ini tumbuh subur dan cenderung tumbuh secara liar di kebun, sawah, tepi jalan, semak-semak, hutan dan sebaginya.

Ciplukan bisa tumbuh di daerah dengan ketinggian antara 1 hingga 1550 m dpl. Tanaman ini biasa hidup di tanah yang subur, gembur, tidak tergenang air, dan memiliki pH mendekati netral.

Tanaman yang memiliki nama ilmiah Physalis Angulata L ini kaya akan manfaat bagi kesehatan kita. Di Jawa, masyarakatnya biasa menggunakan ciplukan untuk diramu sebagai obat cacing dan penurun demam. Selain itu daunnya juga bisa digunakan untuk menyembuhkan patah tulang, busung air, bisul, keseleo atau terkilir, nyeri perut, kencing nanah dan menjaga kesehatan jantung. Sedangkan buahnya biasa dikonsumsi, yang juga berkhasiat untuk mengobati epilepsi, susah buang air kecil dan penyakit kuning.

Produk dari tanaman ciplukan
Produk dari tanaman ciplukan

Mungkin masih sangat langka bagi sebagian masyarakt luas karena buah ini sangat jarang di temua di pasar tradisional dan pasar modern. Tapi jika didaerah anda belum ada yang membudidayakan tanaman ini, anda bisa membudidayakan sendiri. Karena peluang bisnis dalam budidaya buah ciplukan ini masih sangat terbuka lebar.

Apa saja tahapan dalam Budidaya Ciplukan?
Budidaya tanaman ciplukan yang dilakukan dengan memanfaatkan bibit hasil perbanyakan generatif, memerlukan tahapan sebagai berikut :

1. Menyiapkan Benih
Benih ciplukan dapat anda peroleh dari buah yang sudah matang, atau anda bisa membeli ditoko pertanian di daerah anda. Buah yang sudah matang dan tua, lalu keluarkan bijinya dengan cara dipencet yang akan mengeluarkan daging buah yang lunak beserta bijinya. Jemurlah biji tersebut di bawah terik matahari langsung sampai kering, barulah siap untuk disemai.

2. Penyiapan Media Semai
Untuk media semai, anda bisa membuat bak atau bendengan, dengan menggunakan tanah yang gembur halus dan dicampur dengan pupuk kandang maupun kompos. Pemeliharaan bibit benih ciplukan di bak relatif lebih mudah dari pada pemeliharaan benih di bedengan.

3. Penyemaian Benih
Penyemaian dilakukan untuk mendapatkan pembentukan kecambah benih ciplukan. Jika anda menabur benih di bedengan secara langsung perlu ditutupi dengan plastik, hal ini dilakukan untuk menekan penguapan air dari media bibit, menghindari paparan panas atau hujan, dan mencegah hama dan penyakit. Bibit yang sudah mencapai ketinggian 10-15 cm siap untuk dipindahkan ke media tanam yang sudah anda siapkan sebelumnya.

4. Menyiapkan Media Tanam
Selagi menunggu proses penyemaian, Anda bisa menyiapkan media tanam, misalnya di kebun atau pekarangan rumah anda, bahkan bisa dengan teknik hidroponik, tapi sebelumnya olah dulu tanah yang henda ditanami dengan menggemburkan tanah terlebih dahulu dan menambahkan pupuk kandang atau kompos.

5. Penanaman
Bibit Ciplukan yang tumbuh di persemaian cenderung memiliki akar yang relatif sedikit, batang masih lunak, dan jumlah daun ± 8 lembar. Benih ini memiliki kelemahan akar dan batang yang mudah rusak, dan sekali rusak daun cepat layu. Oleh karena itu, benih ciplukan perlu dipindahkan dengan hati-hati, dan setelah dicabut harus segera ditanam kembali.

6. Perawatan
Perawatan tanaman ciplukan kurang lebih sama dengan budidaya sayuran lainnya. Menyiram tanaman ciplukan berlebihan juga tidak baik, mengingat kebutuhan air tidak jauh berbeda dari tanaman palawija, yang relatif sedikit. Berkenaan dengan sifat dan fisik tanaman ciplukan, maka pemupukan dapat dilakukan sebanyak dari dosis pupuk yang digunakan pada tanaman tomat.

7. Pemupukan
Prinsip pemberian pupuk buatan pada tanaman ceplukan adalah sebagai berikut :

  • Seluruh dosis pupuk Fosfor dan Kalium, diberikan pada lubang-lubang tanam, sedalam penanaman bibit.
  • Pupuk susulan I, berupa dosis dari pupuk Nitrogen, yang diberikan 14 hari setelah tanam. Pupuk ditaburkan pada alur yang dibuat di sekeliling tanaman, dengan jarak sekitar 10 cm dari lubang tanam.
  • Pupuk susulan II, berupa dosis dari pupuk Nitrogen, yang diberikan 35 hari setelah tanam. Pupuk ditaburkan pada alur yang dibuat di sekeliling tanaman, dengan jarak sekitar 10 cm dari lubang tanam.
  • Apabila budidaya ceplukan ditujukan untuk dipungut brangkasnya, maka dosis pupuk Nitrogen dapat ditingkatkan, sedangkan dosis pupuk Fosfat dan Kalium dikurangi.
  • Penggunaan pupuk pada tanaman ceplukan yang ditanam dengan sistem tumpang sari, disesuaikan dengan dosis pupuk yang digunakan bagi tanaman utamanya.

8. Pemanenan
Pemanenan dapat dilakukan setelah buah ciplukan matang, yang ditunjukkan dengan warna buah yang berubah dan kelopak buah yang mulai menguning dan mengering.

Buah Ciplukan yang sudah matang
Buah Ciplukan yang sudah matang

Jika budidaya berhasil dan berkualitas maka akan menghasilkan buah yang seragam dan matang sempurna ketika panen. 1 Batang pohon ciplukan mampu menghasilkan kurang lebih 300 buah.

Itulah Panduan Lengkap dan Mudah Budidaya Tanaman Ciplukan yang Berkualitas Tinggi, semoga bermanfaat bagi sobat tani semuanya. Terima kasih.