Panduan Lengkap Menanam Jagung Menggunakan Metode Tanpa Olah Tanah (TOT)

Panduan Lengkap Menanam Jagung Menggunakan Metode Tanpa Olah Tanah (TOT)

1
SHARE

KABARTANI.com, Dalam menanam jagung ada beberapa metode yang digunakan oleh para petani, tapi salah satu metode yang tengah populer saat ini yaitu menanam jagung dengan metode Tanpa Olah Tanah (TOT). Seperti namanya, metode TOT ini cara penanamannya tanpa melakukan persiapan lahan seperti pembalikan dan penggemburan tanah terlebih dahulu, hanya diperlukan lubang untuk membenamkan benih kedalam tanah.

Perlu anda perhatikan, metode TOT ini tidak bisa diterapkan di segala jenis lahan pertanian. Hanya lahan yang memiliki tingkat kegemburan tertentu yang cocok untuk metode ini, seperti lahan sawah, bekas tanaman padi yang telah selesai di panen. Bisa juga diterapkan di sawah tadah hujan maupun sawah beririgasi teknis yang ingin menerapkan rotasi tanaman. Karena jerami bekas tanaman padi tersebut sangat bermanfaat sebagai mulsa untuk tanaman jagung. Sedangkan tanah yang keras tidak bisa menerapkan metode tanpa olah tanah.

Lalu apa saja kelebihan metode Tanpa Olah Tanah (TOT) ini?

  • Menyingkat waktu tanam karena petani tidak perlu melakukan pengolahan tanah terlebih dahulu.
  • Menghemat tenaga dan biaya.
  • Menghindari kerusakan tanah, karena dalam jangka panjang tanah yang terlalu sering dibalik dan digemburkan bisa mengalami pengerasan. Selain itu tanah yang dibajak atau digemburkan akan terbuka, sehingga ada potensi hilangnya mineral tanah.
  • Mengurangi erosi lapisan hara tanah bagian atas karena proses pengolahan.

Sedangkan kekurangan metode Tanpa Olah Tanah (TOT) yakni:

  • Ada kemungkinan tanah telah ditumbuhi gulma yang bisa mengganggu pertumbuhan tanaman jagung. Karena tanah tidak dibuka ada kemungkinan sisa-sisa hama yang masih berkembang biak di atas lahan, dan bisa mengganggu pertumbuhan tanaman berikutnya.

Jika anda sudah paham dengan metode TOT diatas dan ingin menerapannya, berikut panduan menanam jagung menggunakan metode tanpa olah tanah (TOT).

Persiapan Lahan Tanam Jagung

a. Penyiapan Mulsa Jerami

Penyiapan lahan jagung-kabartani
Penyiapan lahan jagung

Jerami berguna sebagai mulsa penutup tanah. Cara penyiapannya yakni dengan memangkas/merajang/mencacah jerami sisa panen padi dari lahan, kemudian taburkan secara merata di atas permukaan lahan.

b. Membuat Parit Drainase

pembuatan-saluran-irigasi-kabartani
Pembuatan Saluran Irigasi

parit drainase dibuat untuk membuang kelebihan air, karena tidak ada pengolahan tanah, seperti peninggian bedeng tanam. Jangan sampai lahan tanam terendam air. Parit drainase biasanya dibuat memanjang/garis lurus dengan jarak antar ruas sekitar 2 meter.

c. Pembersihan gulma
Bila lahan yang kita gunakan ditumbuhi gulma sebaiknya terapkan pembersihan gulma dengan herbisida. Apabila gulmanya cukup banyak, gunakan herbisida sistemik yang bisa membasmi gulma hingga ke akarnya. Silahkan gunakan merek herbisida yang sesuai dengan kebutuhan Anda (kami tidak menyebutkan merek) dan gunakan sesuai dengan takaran yang dianjurkan. Gulma menjadi faktor yang cukup mengganggu dalam metode tanpa olah lahan.

Setelah 3 hari kontrol kembali lahan anda, apakah masih terdapat gulma atau tidak. Bila masih terdapat gulma lakukan lagi penyemprotan. Seminggu setelah penyemprotan herbisida, lahan siap untuk ditanami.

d. Pemupukan dan pengapuran
Bila bekas lahan yang digunakan kurang subur, bisa ditambahkan penambahan pupuk organik. Boleh pupuk kompos atau pupuk kandang. Pupuk ditaburkan dalam bentul larik, sesuai dengan baris lubang tanam. Dosis pupuk organik untuk tanaman jagung sekitar 1,5-2 ton per hektar. Bila perlu bisa lakukan pengapuran, cara menebarkan kapur sama dengan pupuk dalam bentuk larikan. Dosis pengapuran sekitar 300-400 kg per hektar.

Tahapan Penanaman

a. Menyiapkan Benih
Gunakan benih unggul yang memiliki tingkat keberhasilan tumbuh lebih dari 95%. Penyiapan benih sebaiknya mengikuti anjuran produsen benih tersebut. Bagi benih jagung yang bukan dari pabrikan, benih bisa disiapkan terlebih dahulu dengan cara merendam terlebih dahulu dengan insektisida. Gunannya agar benih terlindung dari serangan penyakit saat ditanam. Bagi benih yang diproduksi pabrik biasanya sudah dicampur dengan insektisida, penampakan benih biasanya berwarna merah, sehingga tidak perlu perendaman dengan insektisida.

b. Mengatur Jarak Tanam

Penggunaan-Jarak Tanam Pada Jagung-Kabartani
Penggunaan-Jarak Tanam Pada Jagung

Jarak tanam untuk tanaman jagung dalam satu baris sekitar 20 cm, sedangkan jarak antar baris 70-75 cm. Bila bedengan yang dibuat selebar 2 meter, akan terdapat setidaknya 3 baris tanaman jagung dalam satu bedeng.

c. Penanaman

Proses Penanaman Jagung-Kabartani
Proses Penanaman Jagung

Penanaman benih bisa dilakukan maksimal seminggu setelah pemberian pupuk organik dan pengapuran. Lubang tanam dibuat dengan tugal atau mesin planter. Kedalaman lubang tanam sekitar 3-5 cm. Masukkan 2 benih jagung dalam satu lubang tanam. Kemudian tutup dengan dengan tanah, jangat dipadatkan.

Siapkan juga tempat penyemaian benih secara terpisah, gunanya untuk menyulam tanaman jagung yang gagal tumbuh. Agar tanaman hasil sulaman memiliki umur yang sama dengan tanaman yang telah ditanam di lahan.

Periksa pertumbuhan benih setelah satu minggu. Kemudian sulam benih yang gagal tumbuh dengan bibit yang telah disemaikan di tempat terpisah. Usahakan penyulaman dilakukan dengan tanaman yang seumur.

d. Pemberian Pupuk Tambahan
Pemupukan dilakukan agar tanaman tumbuh dengan subur dan berproduksi optimal. Pemupukan tambahan dilakukan sebanyak 2-3 kali dalam satu masa tanam tergantung dari tingkat kesuburan tanah dan jenis benih yang digunakan.

Jagung hibrida biasanya membutuhkan pemupukan yang lebih banyak dibanding jagung biasa. Pemupukan didasarkan atas kebutuhan tanaman dan status hara tanah. Pupuk yang umum digunakan adalah pupuk tunggal yaitu Urea sebagai pupuk N, SP-36 sebagai pupuk P dan KCl sebagai pupuk K. Karena pupuk tunggal KCl sudah tidak tersedia dipasaran, maka pupuk Kalium diambil dari pupuk majemuk NPK.

Tabel Takaran Penggunaan Pupuk Majemuk NPK - Kabartani
Tabel Takaran Penggunaan Pupuk Majemuk NPK

Pemupukan dilakukan dua kali yaitu umur tanaman 10 dan 35 hari setelah tanam (hst) pada jenis tanah yang didominasi liat dan tiga kali yaitu umur 7-10 hst, 28-30 hst dan 40-45 hst. pada tanah yang didominasi pasir. Pemupukan ketiga menggunakan BWD untuk menentukan kebutuhan N tanaman.

Takaran pupuk tunggal per hektar yang umum digunakan adalah 350 kg Urea + 200 kg SP-36 + 100 kg KCl. Sedang takaran pupuk majemuk per hektar yang digunakan adalah 400 kg NPK 15:15:15 + 270 kg Urea + 80 kg SP-36. Kebutuhan pupuk jagung hibrida lebih besar dibading jagung komposit. Berapa banyak hara N yang dibutuhkan untuk memcu pertumbuhan tanaman ditentukan melalui pembacaan BWD (Bagan Warna Daun) pada umur tanaman 42 – 45 hst.

Tabel Takaran Penggunaan Pupuk Tunggal - Kabartani
Tabel Takaran Penggunaan Pupuk Tunggal

Tahapan Pengairan

 

Ada beberapa model pemberian air tanaman jagung yaitu :

  • Model genangan
  • Model alur (furrow)
  • Model bawah permukaan (sub surface)
  • Model pancaran (sprinkler)
  • Model tetes (drip)

Dari sekian model pemberian air tanaman jagung, yang umum digunakan petani adalah model alur (furrow). Alur dibuat dengan bajak singkal yang memotong lahan pertanaman setiap jarak tertentu (2m untuk 3 baris tanaman). Frekwensi pemberian air tanaman berkisar 5-6 kali bahkan ada yang lebih tergantung jenis tanah. Pada tanah yang didominasi liat pemberian air tanaman tidak sebanyak tanah yang didominasi pasir. Berikut model pemberian air model alur (furrow) :

Pengairan Sistem Alur Pada tanaman Jagung-Kabartani
Pengairan Sistem Alur Pada tanaman Jagung

Keuntungan model pengairan sistem alur ialah :

  • Lebih efisien pemakaian air tanaman.
  • Air terdistribusi merata kesetiap barisan tanaman.
  • Hanya bagian pinggir alur yang basah sehingga sedikit air yang menguap.
  • Tanah cepat dapat diolah karena tidak berlumpur.

Ada 5 fase pertumbuhan tanaman jagung yang memerlukan pengairan, yakni fase pertumbuhan awal, fase pertumbuhan vegetatif, fase pembungaan, fase pengisian biji dan fase pematangan.

Pertumbuhan-Tan-Jagung-Kabartani
Fase pertumbuhan jagung

Panen dan pasca panen

Pengeringan jagung

Tanaman jagung bisa dipanen sekitar 100 HST, tergantung dari jenis benih yang digunakan. Secara fisik jagung yang siap panen terlihat dari daun klobotnya yang mengering, berwarna kekuningan. Panen yang dilakukan sebelum atau setelah masa fisiologinya akan berakibat pada komposisi kimia jagung yang menentukan kualitasnya.

Proses Penjemuran Jagung - Kabartani
Proses Penjemuran Jagung

Setelah panen jagung harus dikeringkan terlebih dahulu. Cara pengeringan yang paling umum adalah dengan menjemurnya di ladang bersama-sama dengan klobotnya. Atau bisa juga dikupas kelobotnya kemudian jagung dijemur di lantai atau di atas terpal.
Kerusakan masih bisa terjadi saat proses pengeringan terutama bila panen dilakukan di musim hujan. Jagung yang masih basah sangat rentan dengan serangan jamur atau cendawan. Jamur bisa merusak hasil panen hingga lebih dari 50%.

Itulah informasi tentang Panduan Lengkap Menanam Jagung Menggunakan Metode Tanpa Olah Tanah (TOT), semoga informasi ini bermanfaat bagi sobat tani sekalian. Terima kasih.

Sumber: sulsel.litbang.pertanian.go.id

SHARE
Saya adalah orang yang tertarik pada dunia teknologi dan pertanian, dengan mengolaborasikan keduanya menjadikan sesuatu yang sangat menarik bagi saya.