Hortikultura Buah-Buahan Panduan Lengkap Pembibitan DUKU yang Baik dan Benar

Panduan Lengkap Pembibitan DUKU yang Baik dan Benar

0
Bagikan

Kabartani.com – Tersedia bibit duku bermutu dalam jumlah banyak, waktu singkat dan harga terjangkau merupakan langkah awal dan faktor penting dalam menunjang keberhasilan pengembangan budidaya duku. Bibit merupakan input awal yang sangat menentukan mutu dan hasil buah yang akan dipanen.

Oleh karena itu, penggunaan bibit yang benar mutlak diperlukan baik dalam hal kesehatan maupun ketepatan varietas yang akan ditanam. Berdasarkan cara perbanyakannya tanaman duku dapat diperbanyak secara vegetatif. Simak juga : Jenis-jenis Buah Duku yang Populer di Indonesia

Pemilihan Pohon Induk

Syarat utama yang harus dipenuhi untuk membuat bibit adalah tersedianya pohon induk, yaitu tanaman yang memiliki persyaratan tertentu untuk dijadikan sebagai sumber bahan perbanyakan (biji, entris, mata tempel, dll). Persyaratan yang dimaksud antara lain sebagai berikut:

  • Berproduksi tinggi dan mantap hasilnya,
  • Kualitas buah yang dihasilkan cukup baik,
  • Sudah beberapa kali berbuah,
  • Pertumbuhannya normal, sehat dan tidak terserang hama dan penyakit,
  • Sudah dilepas sebagai varietas unggul oleh Menteri Pertanian,

Tanaman yang sudah ditetapkan sebagai pohon induk harus dikelola secara optimal agar tanaman tersebut dapat tumbuh sehat, subur, serta berproduksi tinggi baik buah maupun entrisnya. Pemeliharaan pohon induk meliputi pemupukan, pengairan, dan pemangkasan. Pemberian pupuk buatan dilakukan dengan Urea 250 g/tanaman/tahun. TSP dan KCL masing-masing 300 g/tanaman/tahun yang diberikan dua kali.

Perbanyakan Tanaman

1. Persiapan Batang Bawah

Biji yang akan digunakan untuk batang bawah sebaiknya diambil dari buah yang sudah masak fisiologis (masak pohon). Buah yang diambil harus berasal dari pohon yang sehat dan buah berukuran sedang sampai besar agar diperoleh biji yang besar.

Apabila lokasi produksi bibit berada jauh dari pohon duku, maka biji harus dibiarkan tetap berada dalam buah selama perjalanan, karena daya kecambah dari biji duku yang sudah berada diluar buah akan cepat menurun.

Gambar 1. Penyiapan batang bawah secara generatif (dari biji)

Biji yang digunakan harus mempunyai kondisi yang baik, yaitu bernas, utuh, padat, tidak keriput, segar, sehat, dan terbebas dari serangan jamur atau cendawan lainnya. Sebelum disemaikan, biji duku yang sudah terkumpul dan terpilih dibersihkan dengan air untuk menghilangkan lendir dan sisa-sisa daging buah dengan maksud agar biji terbebas dari cendawan dan organisme pengganggu lainnya.

Cara membersihkannya adalah dengan mengupas selaput biji secara hati-hati dengan tangan apabila biji yang akan digunakan tidak terlalu banyak. Tetapi apabila biji yang akan digunakan cukup banyak, maka caranya dengan merendam biji duku selama 24 jam dalam air, kemudian biji tersebut digosok dengan abu gosok atau pasir halus secara hati-hati agar selaput daging buah hilang dan biji tidak rusak.

Untuk menentukan biji yang bernas dapat dilakukan dengan merendam biji kedalam air. Bila biji yang direndam tersebut terapung atau mengambang, menunjukkan bahwa biji tersebut hampa atau tidak baik digunakan. Hanya biji-biji yang tenggelam saja yang digunakan sebagai benih.

Setelah bersih, biji dikering-anginkan, dan selanjutnya direndam selama beberapa menit dalam larutan pestisida 2% untuk mematikan mikroorganisme pengganggu yang kemungkinan menempel pada biji duku.

Penyemaian biji harus dilakukan di tempat yang aman terhadap gangguan hewan maupun manusia, dekat dengan sumber air, dan letaknya strategis agar mudah pengelolaannya. Selain itu harus memiliki naungan untuk melindungi bibit dari sinar matahari langsung dan derasnya air hujan.

Untuk itu perlu dibuat rumah bibit. Tempat persemaian menggunakan papan kayu dengan lebar 1 meter, dan panjang disesuaikan dengan kebutuhan. Media yang digunakan untuk persemaian biji duku adalah pasir setebal ± 20 cm.

Biji duku yang telah disiapkan, segera disemaikan pada kotak persemaian secara teratur, diletakkan berbaris dengan jarak antar baris ± 5 cm, kemudian ditutup dengan pasir setebal 0,5 cm. Untuk menjaga kelembaban media persemaian, dilakukan penyiraman dengan interval 2 hari sekali. Waktu yang dibutuhkan biji duku untuk berkecambah berkisar antara 3-4 minggu.

Apabila biji duku sudah berkecambah dan berumur ± 1,5 bulan, maka semaian tersebut harus segera dipindahkan kedalam polibag dengan ukuran 15 x 21 cm dengan menggunakan media tanam campuran tanah + pupuk kandang + kompos (perbandingan 2:1:1).

Pemindahan semaian sedini mungkin, ini dimaksudkan untuk mengurangi rusaknya akar sekaligus meningkatkan daya hidup semaian. Pemindahan semaian dipilih yang seragam dan dilakukan secara hati-hati dengan mencungkil medianya dan segera ditanam ke polibag.

Pemeliharaan tanaman meliputi: penyiraman, pemupukan, penyiangan terhadap gulma yang tumbuh disekitar semaian, dan penyemprotan pestisida secara berkala untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Pemeliharaan secara optimal ini harus terus dilakukan sampai bibit duku mencapai kondisi siap sambung.

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here