Hortikultura Buah-Buahan Panduan Lengkap Pembibitan DUKU yang Baik dan Benar

Panduan Lengkap Pembibitan DUKU yang Baik dan Benar

0
Bagikan

2. Pelaksanaan Perbanyakan Tanaman

Tanaman duku dapat diperbanyak secara vegetatif dengan cara sambung pucuk/sambung celah. Sambung pucuk merupakan salah satu metode penyambungan dengan menggunakan bagian pucuk entris yang terdiri dari beberapa mata tunas. Sebagai bantang bawah bisa menggunakan jenis langsat atau kokosan. Penyambungan dilakukan pada batang bawah yang sudah berumur ± 1 tahun.

Keuntungan perbanyakan tanaman secara vegetatif adalah :

  • Buah yang dihasilkan, karakternya sama dengan pohon induknya,
  • Tanaman cepat berbuah/berproduksi,
  • Arsitektur tanaman menjadi lebih rendah, sehingga mudah pengelolaannya baik pemeliharaan tanaman maupun pemanenan buah.
  • Dapat digabungkan sifat-sifat yang baik dari perakaran batang bawah dan batang atas.

Tahapan pelaksanaan perbanyakan tanaman duku dengan sambung pucuk seperti terlihat pada Gambar 2, yaitu :

Gambar 2. Proses perbanyakan bibit duku secara vegetatif (sambung pucuk)
  • Siapkan batang bawah yang akan disambung yaitu yang telah berumur ±1 tahun, berdiameter 0,8 – 1 cm atau sebesar pensil (Gambar 2a).
  • Batang bawah dipotong pada buku kedua dari pucuk atas, sehingga masih tersisa daun yang tumbuh di bagian bawahnya. Daun yang tersisa tersebut jangan dibuang, tetapi dibiarkan tetap tumbuh. Tepat ditengah bekas potongan dibelah dengan pisau menjadi 2 bagian sama besarnya sedalam ±3 cm (Gambar 2b).
  • Pucuk entris dipotong sepanjang ±15 cm, dan buang seluruh daunnya, kemudian bagian pangkal disayat miring pada kedua sisinya sehingga membentuk taji (huruf V). Pucuk entris dipilih yang ukurannya sama/sedikit lebih kecil dari batang bawah. Ranting yang baik digunakan sebagai entris adalah yang sudah berwarna hijau kecoklat-coklatan (Gambar 2c).
  • Pucuk entris disisipkan pada celah batang bawah dan bagian sambungan tersebut diikat dengan tali plastik, kemudian disungkup dengan kantong plastik bening (Gambar 2d).
  • 2-3 minggu setelah penyambungan, apabila entris sudah pecah tunas atau keluar daun baru, berarti penyambungan berhasil. Sungkup plastik pun sudah dapat dibuka, tetapi tali pengikat sambungan masih tetap dibiarkan sampai pertumbuhan bibit sudah benar-benar kuat (berumur ±2 bulan).

Pemeliharaan Bibit

Sebelum ditanam di kebun, bibit perlu mendapat perawatan intensif agar tumbuh dengan baik dan sehat. Perawatan bibit memerlukan perhatian khusus karena tanaman masih lemah dan peka terhadap lingkungan. Adapun pemeliharaan atau perawatan yang diperlukan diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Penyiraman

Penyiraman bibit dapat dilakukan 2 kali sehari agar media tanam bibit tetap lembab, namun penyiraman jangan berlebihan. Penyiraman bisa menggunakan selang atau gembor dan harus hati-hati agar tidak merusak media tanam.

2. Penyiangan

Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman atau polibag harus segera dicabut agar tidak mengganggu pertumbuhan bibit. Tempat pembibitan harus bersih dari sampah agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit yang membahayakan bibit duku.

3. Pemupukan

Pemupukan pada bibit bisa menggunakan pupuk NPK atau pupuk daun. Pupuk NPK diberikan secara butiran maupun cair. Pupuk butiran diberikan dengan dosis 3 g/tanaman dengan interval 2 bulan sekali, sedangkan pupuk cair 15 g/10 liter air diberikan dengan interval waktu 1 bulan sekali. Untuk pupuk daun takaran yang digunakan adalah 2 cc/liter air dengan interval 2 minggu sekali.

4. Pengendalian Hama Utama

Hama yang menyerang tanaman duku adalah kutu perisai (Asterolecanitum sp). Daun yang terserang akan mengecil sehingga bentuk tanamannya menyerupai sapu. Serangan kutu ini dimulai dari celah-celah kulit, lalu masuk kedalam batang, dan selanjutnya mengakibatkan kerusakan pada batang. Pengendalian secara kimiawi yaitu dengan insektisida yang mengandung senyawa organofosfat dan bersifat sistemik, misalnya Phosfen dan Phosdrin.

Hama lain yang menyerang tanaman duku adalah hama kutu putih (Pseudococcus lepelleyi). Gejala yang disebabkan oleh hama ini adalah kuncup daun dan daun muda berwarna putih. Penyebabnya adalah kutu putih yang tertutup oleh massa putih seperti lilin dan bertepung. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan insektisida Confidor 200 SL, Kanon 400 EC, Sevin 85 S dan Perfekthion. Pemberiannya sesuai dengan dosis anjuran yang dapat dilihat pada label kemasan.

5. Pengendalian Penyakit Utama

Penyakit yang menyerang tanaman duku adalah penyakit mati pucuk. Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini adalah ujung cabang atau ranting yang terserang tampak mengering. Pada daun ada bercak-bercak coklat, di tengahnya ada titik hitam. Bila serangannya hebat, daun banyak yang rontok.

Penyebab penyakit ini adalah cendawan Gloeosporium sp. Penyebaran sporanya melalui percikan air hujan, kemudian sporanya melekat pada daun sehingga tumbuh menjadi penyakit. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan memotong bagian tanaman yang telah terserang dan selanjutnya dibakar agar tidak menyebar ke tanaman lainnya.

Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida seperti Manzate, Zenlate, Fermate, dan Dithane. Dosis yang diberikan sesuai dengan anjuran yang tertera pada label kemasannya.

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here