Perikanan Budidaya Air Tawar Panduan Penetasan Telur dan Pemeliharaan Larva Ikan Bawal

Panduan Penetasan Telur dan Pemeliharaan Larva Ikan Bawal

0
Bagikan

Kabartani.com – Pada tahap ini saya tidak akan membahas bagaimana cara budidaya ikan bawal, setelah proses pemijahan induk ikan bawal, saya anggap anda sudah berada pada proses penetasan telur ikan bawal.

Lalu apa saja tahapan dalam proses penetasan telur ikan bawal?

1. Siapkan Wadah untuk Menetaskan Telur

Wadah yang digunakan tentunya harus higienis dan airnya harus memenuhi kriteria kualitas air yang baik. Usahakan suhu air pada wadah berkisar antara 27-30°C, dengan konsentrasi O2 terlarut jangan kurang dari 5 ppm, pH berkisar antara 6,5 – 8,5, amonia kurang dari 0,02, H2S kurang dari 0,006 ppm dan alkalinitas 30 mg/l setara CaCO3.

2. Pasang Blower pada Media Penetasan

Blower disini berfungsi untuk menghembuskan gelembung (udara) kedalam wadah penetasan. Usahakan hembusan udara selalu besar, ini bertujuan agar telur ikan bawal selalu bergerak (melayang-layang) dalam air, sebab apabila telur ikan bawal mengendap (tidak bergerak) maka dapat menyebabkan telur tidak dapat menetas.

Anda bisa melakukan penetasan secara langsung di wadah seperti bak fiberglass, akuarium, bak semen, atau pada corong tetas tetapi dengan syarat kualitas airnya baik serta kondisi airnya selalu mengeluarkan gelembung udara agar telur ikan bawal terus bergerak.

3. Lakukan Pergantian Air

Pada saat proses penetasan telur ikan bawal, agar kandungan amoniak dalam air tidak terlalu tinggi, sebaiknya lakukan pergantian air setiap 2-3 jam sekali. Karena apabila air sudah banyak mengandung amoniak yang tinggi dapat menyebabkan telur ikan bawal gagal menetas bahkan larva ikan bawal yang baru menetas bisa mati.

4. Pemanenan Larva Bawal

Setelah kurang lebih 14 jam semenjak telur ikan bawal dipindahkan dari bak pemijahan telur ikan bawal sudah mulai menetas. Maka anda sudah bisa memanen larva ikan bawal, bagaimana cara memanennya?

Caranya sangat mudah, cukup dengan mengangkat atau mematikan aerasi, maka dengan sendirinya larva ikan bawal yang baru menetas akan muncul dipermukaan air, sedangkan cangkang telurnya akan mengendap di dasar wadah.

Maka saat itulah dilakukan pemindahan larva ikan bawal dengan cara menyaring larva pada wadah tersebut. Lakukan berulang-ulang hingga larva ikan bawal sudah terpanen semuanya.

Setelah anda sudah melewati tahap penetasan telur ikan bawal hingga menjadi larva ikan bawal, tahapan selanjutnya yatu proses pemeliharaan larva ikan bawal.

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here