Hortikultura Buah-Buahan Panduan Perbanyakan Bibit Pisang Secara Konvensional

Panduan Perbanyakan Bibit Pisang Secara Konvensional

0
Bagikan

Kabartani.com – Walaupun secara nominal nilainya kecil, tetapi bibit memegang peranan yang sangat penting dalam usaha tani buah-buahan, karena baik atau tidaknya bibit yang digunakan sangat menentukan produksi tanaman.

Dalam budidaya tanaman pisang, bibit bisa diperoleh dari tunas anakan, bonggol dan bit yang diperbanyak secara konvensional maupun kultur jaringan.

Perbanyakan tanaman pisang secara kultur meristem (in-vitro) membutuhkan investasi biaya yang cukup besar dan hanya dapat dilakukan oleh perusahaan yang bermodal besar. Karena itu harga materi tanaman hasil perbanyakan in-vitro kadang kala tidak terjangkau oleh petani bermodal kecil.

Dengan sedikit sentuhan teknologi sederhana pada petani tersebut dapat memproduksi materi tanaman sendiri dari materi induk yang telah dimiliki.

Pemilihan Pohon Induk

Tanaman yang dipilih sebagai pohon induk bisa berupa rumpun dewasa yang sudah berbuah dan menghasilkan anakan atau tanaman hasil kultur jaringan yang bonggolnya sudah berdiameter minimal 15 cm. Yang penting tanaman harus sehat dan bebas dari hama dan penyakit.

Prosedur Perbanyakan Bibit Pisang

Tahapan-tahapannya yaitu:

  1. Bahan tanaman yang diambil dari anakan atau bonggol tanaman yang baru dipanen, dipisahkan dari rumpunnya, sedangkan bahan tanaman yang berasal dari kultur jaringan tidak perlu dicabut.
  2. Bonggol dicuci dengan air bersih dan direndam dalam larutan fungisida yang mengandung benomil.
  3. Batang semu dipotong dan disisakan kurang lebih 20 cm dari pangkal bantang.
  4. Semua pelepah daun dibuang,
  5. Untuk anakan muda dilakukan pembuangan titik tumbuh utama, sedangkan untuk bonggol tanaman yang baru dipanen buahnya tidak perlu dilakukan pembuangan titik tumbuh karena sudah tidak mempunyai titik tumbuh utama.
  6. Bonggol yang telah dibuang titik tumbuhnya dapat segera ditanam dalam media pasir dalam seedbed, pot atau polibag.
  7. Perawatan tanaman berupa penyiraman sehari sekali,
  8. Tunas-tunas yang tumbuh dan tingginya minimal 20 cm sudah dapat dipindahkan ke polybag.

Keuntungan

  • Tidak memerlukan teknologi yang rumit,
  • Murah dan mudah dilaksanakan,
  • Pemanfaatan bonggol pisang yang baru dipanen,

Simak juga:

Sumber: Agus Sutanto (Balitbu, 2007)

REVIEW OVERVIEW
Bibit Pisang
Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here