Panduan Teknik Pembibitan Tanaman Kakao Secara Generatif

Panduan Teknik Pembibitan Tanaman Kakao Secara Generatif

0
SHARE

KABARTANI.com – Tanaman kakao merupakan tanaman perkebunan yang bisa di perbanyak dengan cara generatif dan cara vegetatif. Benih yang digunakan adalah yang berasal dari tanaman lokal, dengan mempertimbangkan faktor adaptasi lingkungan. Pembibitan tanaman kakao secara generatif meliputi :

1. Penyiapan sumber benih

Benih kakao yang digunakan adalah yang berasal dari bagian tengah buah kakao, selanjutnya benih dibersihkan dari daging buah (pulp) dengan menggunakan abu dapur atau ampas gergaji.

2. Proses pendederan

Benih disemai diatas karung goni yang telah dibasahi dengan air. Jarak antara benih adalah 0,5 cm. Masa pendederan berlangsung selama 3 – 4 hari. Bibit tanaman kakao yang siap dipindahkan ke dalam polybag adalah yang memiliki bakal akar berukuran maksimal 0,5 cm.

3. Penyiapan wadah dan media tanam

  1. Wadah
    Wadah yang dapat digunakan dalam proses pembibitan tanaman kakao yaitu polybag, berukuran 15 cm x 25 cm, dan dilubangi sebanyak 24 pada setiap polybag.
  2. Media tanam
    Media tanam yang digunakan untuk pembibitan terdiri dari tanah, pupuk kandang dan pasir, dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Semua media tanam dicampur secara merata kemudian dimasukkan dalam polybag hingga penuh.

4. Pemindahan bibit dari pendederan

Biji kakao yang telah mengeluarkan akar kemudian ditanam dalam polybag yang berisi media tanah dengan posisi akar mengarah kebawah dan sebagian biji kakao muncul dipermukaan tanah (hanya sebagian biji kakao yang tertancap ditanah). Setelah ditanam, polybagkemudian disiram.

5. Pemeliharaan bibit

Bibit yang telah berada dalam polybag kemudian diletakkan dalam naungan yang terbuat dari daun kelapa. Untuk menjaga ketersediaan air pada media tanam bibit kakao, pada saat musim kemarau dilakukan penyiraman sebanyak 2 (dua) kali yang dilakukan pada pagi dan sore hari; sedangkan jika pada musim hujan, tidak perlu dilakukan penyiraman.

Untuk merangsang pertumbuhan bibit, dapat digunakan larutan daun gamal (sakura), dengan frekuensi pemberian pupuk 2 x dalam sebulan.

6. Penyiangan

Penyiangan dilakukan 1 (satu) kali seminggu.

7. Pengendalian hama dan penyakit.

Hama yang dominan menyerang bibit tanaman kakao selama masa pembibitan adalah ulat daun dan penghisap cairan. Pengendalian hama pada daun kakao dapat dilakukan secara mekanis jika dalam skala serangan ringan, dan menggunakan pestisida nabati larutan akar tuba jika skala serangan hama mulai berat.

Itulah informasi mengenai Panduan Teknik Pembibitan Tanaman Kakao Secara Generatif, anda juga bisa membaca Membuat tanaman Kakao agar berbuah dengan cepat dan lebat. Semoga informasi ini bermanfaat bagi sobat tani sekalian, Terima kasih.

REVIEW OVERVIEW
Informatif
Bagus
SHARE
Saya adalah orang yang tertarik pada dunia teknologi dan pertanian, dengan mengolaborasikan keduanya menjadikan sesuatu yang sangat menarik bagi saya.