Pertanian Hama Pertanian Pedoman Pencegahan Penyakit Darah Pisang (Pseudomonas sp)

Pedoman Pencegahan Penyakit Darah Pisang (Pseudomonas sp)

0
Bagikan

Kabartani.com –¬†Masalah yang ditemui petani dalam usaha tani pisang adalah serangan hama dan penyakit. Salah satu penyakit yang biasa menyerang tanaman pisang yaitu penyakit darah. Penyakit darah ini terutama menyerang pisang kepok dan pisang raja, padahal kedua pisang ini sangat disukai pasar dan mempunyai nilai jual tinggi.

Gejala Serangan, penyakit darah pada pisang disebabkan oleh bakteri Pseudomonas sp. yang menyerang pembuluh batang melalui akar dan mengeluarkan racun hingga pembuluh tersebut mengeluarkan cairan berwarna merah seperti darah.

Tanda-tanda serangan:

  • Daun menguning dan kering yang dimulai dari pucuk,
  • Bagi tanaman yang berbuah, kelihatan buah tidak sempurna,
  • Buah yang terserang, jika dipotong akan keluar cairan atau getah seperti darah yang berbau busuk,
  • Bonggol dan batang pisang yang terkena, jika dipotong akan kelihatan bintik-bintik berwarna coklat kemerahan yang akhirnya kering dan tanaman menjadi mati.
Gejala serangan penyakit darah pada pisang

Penularan

Mengetahui cara penularan suatu penyakit tanaman merupakan salah satu bagian dari pengendalian. Cara penularan penyakit darah pada pisang, yaitu:

  • Bakteri Pseudomonas sp. dapat ditularkan melalui alat-alat pertanian seperti waktu menanam atau peralatan memanen.
  • Tanah yang terbawa dari sekitar tanaman yang sakit ke tanaman yang sehat. Bakteri bisa bertahan dalam tanah sampai satu tahun.
  • Bahan tanaman yang diambil dari tanaman yang terserang.
  • Aliran air waktu hujan juga dapat menyebarkan bakteri ini.
  • Serangga vektor yang menghisap bunga (jantung) pisang.
  • Penularan juga bisa melalui tanaman inang ada banyak tanaman inang diantaranya tembakau, kentang, tomat, terong, cabai, kacang-kacangan, dll.

Cara Pengendalian

Ada beberapa perlakuan yang dapat dilaksanakan pada tanaman agar tidak terserang penyakit darah, yaitu:

  • Kebersihan Kebun, jagalah kebersihan kebun agar tetap bersih dari gulma dan sisa-sisa tanaman dan usahakan anakan perumpun maksimal 3 batang. Daun-daun yang sudah kering dibersihkan.
  • Usahakan tanaman pisang tidak tergenang pada waktu hujan, oleh sebab itu buatlah parit disekitar tanaman atau sepanjang barisan tanaman jika tanaman ditanam teratur.
  • Bersihkan peralatan yang digunakan terutama jika sudah ada tanaman yang sudah terserang. Jika peralatan sudah dipakai pada tanaman yang terserang hendaklah dibersihkan dengan disinfektan dulu baru dapat digunakan pada tanaman lain.
  • Lakukan pemupukan dengan bahan organik agar mikroorganisme yang dapat membunuh bakteri pembusuk tersedia dan lebih aktif.
  • Jika tanaman pisang akan keluar bunga segeralah bungkus dengan plastik bening agar tidak dihinggapi oleh serangga penular (vektor).
  • Memberikan kapur atau abu disekitar tanaman.
  • Menghindari terjadinya luka pada akar.
  • Segeralah memotong bunga jantan setelah sisir terakhir terbentuk.
  • Jika tanaman telah terserang penyakit darah maka segera tebang dan dibakar.
  • Dalam pencegahan penyakit darah, selain yang dilaksanakan oleh petani perlu ada campur tangan pemerintah pada pengawasan lalu lintas perdagangan buah pisang atau bahan tanamannya. Perlu ada larangan memasukkan buah atau bahan tanaman pisang ke daerah yang belum terserang.

Simak juga: 

Oleh: Amran Muis dan Caya Khairani (BPTP Sulawesi Tengah)

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here