Teknologi Tani Pemanfaatan Bio-Slurry Sebagai Pupuk Tanaman dan Bahan Pakan Ikan

Pemanfaatan Bio-Slurry Sebagai Pupuk Tanaman dan Bahan Pakan Ikan

0
Bagikan

Kabartani.com – Apakah bio-slurry itu? Bio-slurry atau ampas biogas merupakan produk dari hasil pengolahan biogas berbahan kotoran ternak dan air melalui proses tanpa oksigen (anaerobik) di dalam ruang tertutup.

Wujud bio-slurry

Setelah keluar dari lubang outlet, bio-slurry berwujud cair cenderung padat, berwarna coklat terang atau hijau dan cenderung gelap, sedikit atau tidak mengeluarkan gelembung gas, tidak berbau dan tidak mengundang serangga.

Apabila sudah memadat dan mengering, warna bio-slurry berubah menjadi coklat gelap. Bio-slurry yang telah mengering bertekstur lengket, liat dan tidak mengkilat, berbentuk tidak seragam dan berkemampuan mengikat air yang baik.

Kandungan dalam bio-slurry

Keterangan:

  • Analisa berbasis basah: analisa yang ditujukan untuk mengetahui kandungan nutrisi dalam bentuk cair.
  • Analisa berbasis kering: analisa yang ditujukan untuk mengetahui kandungan nutrisi dalam bentuk padatan.
  • C-organik: kandungan karbon (C) di dalam bahan organik.
  • C/N rasio: perbandingan antara kandungan karbon (C) organik dengan nitrogen (N) total.

Bio-slurry maupun kompos bio-slurry sebagai pupuk organik mempunyai kandungan bahan organik yang cukup tinggi yang bermanfaat untuk memperbaiki struktur tanah.

Tanah yang diberi bio-slurry menjadi lebih gembur serta mudah mengikat nutrisi dan air serta. Bio-slurry juga meningkatkan populasi dan aktivitas mikro organisme tanah. Kandungan rata-rata nitrogen bio-slurry dalam bentuk cair (basah) lebih tinggi dibandingkan dalam bentuk padat (kering).

Perbandingan antar nutrisi pada bio-slurry menunjukkan kandungan nitrogen cenderung lebih tinggi dibandingkan fosfor dan kalium, kecuali pada bio-slurry babi dalam bentuk padat (kering).

Kandungan Lain dalam Bio-slurry

Asam amino, asam lemak, asam organik, asam humat, vitamin B-12, hormon auksin, sitokinin, antibiotik, nutrisi mikro (Fe, Cu, Zn, Mn, Mo.

Manfaat Bio-Slurry

Apa saja pengaruh bio-slurry terhadap produksi tanaman? Pengaruhnya sangat banyak! Dampak bio-slurry terhadap produksi tanaman sangat beragam, tergantung kepada jenis dan kondisi tanah, kualitas benih, iklim, dan faktor-faktor lainnya. Namun, pada dasarnya pemakaian bio-slurry akan memberikan manfaat sebagai berikut :

  • Memperbaiki struktur fisik tanah
  • Meningkatkan kapasitas penampungan air
  • Meningkatkan kesuburan tanah
  • Meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah Kompos bio-slurry yang disimpan dan digunakan dengan tepat akan memperbaiki kesuburan tanah dan meningkatkan produksi tanaman sampai sebesar 10-20% lebih tinggi dari pupuk kandang biasa.

Bio-slurry Sebagai Pupuk

Bio-slurry cair maupun padat dikelompokkan sebagai pupuk organik karena seluruh bahan penyusunnya berasal dari bahan organik yaitu kotoran ternak yang telah berfermentasi. Ini menjadikan bio-slurry sangat baik untuk menyuburkan lahan dan meningkatkan produksi tanaman budidaya.

Selain itu, bio-slurry juga bisa dimanfaatkan sebagai pestisida, fungisida, atrazin herbisida dan klorpirifos insektisida. Untuk memudahkan relokasi dan aplikasi di lahan, pemanfaatan bio-slurry untuk budidaya tanaman biasanya dilakukan melalui proses rekondisi, antara lain dikeringkan dan komposkan.

Proses rekondisi melalui pengomposan dimaksudkan untuk menghilangkan bahan-bahan beracun dan biji gulma dari sasa-sisa bahan organik yang belum tercerna secara sempurna. Kondisi ini sangat mungkin terjadi apabila bahan organik dalam digester yang bekas tercerna secara optimal, terdorong keluar melalui saluran pembuangan (outlet) akibat penambahan bahan organik ke dalam saluran input (inlet).

Masalah tersebut dapat dikurangi apabila pemasukan bahan organik ke dalam digester terjadwal dengan baik. Sebagai pupuk organik, kompos bio-slurry berfungsi sebagai penyedia nutrisi, pembenah lahan, bio aktivator mikroba pro-biotik, dan pengatur pertumbuhan tanaman.

Bio-Slurry Sebagai Bahan Pakan Ikan

Bio-slurry dapat dimanfaatkan untuk menggantikan pakan pabrikan. Dapat pula sebagai pupuk penumbuh pakan alami ikan, sebagai pupuk, peptisida, fungisida dalam budidaya tanaman, juga sebagai bahan baku pellet dalam budidaya ikan nila.

Pemanfaatan Bio-Slurry dalam budidaya ikan merupakan bagian dari evolusi sistem integrasi produksi ternak ikan yang telah berkembang pada abad 14 – 17, dengan sasaran utama untuk memaksimalkan output dari usaha ternak dan ikan.

Simak juga 

Masukannya produksi biogas dalam mata rantai siklus biomasa dalam sistim integrasi produksi ternak ikan dapat menjadi alternatip pendekatan untuk mengurangi bahaya penyebaran patogen/penyakit akibat makan ikan dari perairan yang tercemar limbah limbah organik dari peternakan.

Sumber: biru.or.id dan Training Material of Biogas Technology. International Training Workshop 2010. Yunnan Normal University. P102.

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here