Pemanfaatan Buah Mengkudu Sebagai Pestisida Alami Pengendali Hama Tikus

Pemanfaatan Buah Mengkudu Sebagai Pestisida Alami Pengendali Hama Tikus

0
SHARE

KABARTANI.COM – Salah satu kendala pada sektor pertanian padi yaitu adanya hama tikus yang menyerang ladang sawah warga sehingga tingkat keberhasilan panen petani kecil dan menjadi salah satu penyebab kegagalan panen. Disini kami berupaya untuk memberikan kiat-kiat pengendalian hama tanaman padi, khususnya untuk mengatasi tentang hama tikus dengan cara pemanfaatan buah mengkudu sebagai pestisida alami dalam upaya menekan hama tikus.

Dalam pembuatan pestisida alami ini bahan baku utama yang digunakan untuk membuat pestisida alami adalah buah mengkudu (Morinda citrifolia L). Buah mengkudu atau pace (Jawa) mengandung asam kaproat dan asam kaprik yang menghasilkan aroma yang sangat tajam, sehingga sangat efektif dijadikan sebagai pestisida alami karena merupakan bahan yang tidak disukai oleh tikus. Semakin tua buah mengkudu tersebut maka semakin bagus bila digunakan sebagai pestisida alami.

Selain itu, buah mengkudu dapat menekan pertumbuhan bakteri serta dapat berfungsi sebagai antibakteri. Menurut Hasnah dan Nasril (2009) salah satu tanaman yang bersifat sebagai insektisida nabati adalah mengkudu (Morinda citrifolia L.). Mengkudu mengandung antraquinon, asam amino, glikosida, senyawa fenolik, dan asam ursulat. Kandungan alkaloid, akcubin, alizarin, fenol, glikosida, dan antraquinon ini merupakan suatu zat aktif yang bersifat antimikrobia, antibakteri dan antiinflamasi.

Selain hal diatas buah mengkudu juga dapat menekan pertumbuhan hama lain seperti ulat. Senyawa dalam mengkudu dapat mengurangi nafsu makan dari ulat tersebut yang memakan daun yang telah disemprot insektisida mengkudu.

Perilaku larva setelah memakan daun yang telah diaplikasikan dengan insektisida mengkudu, larva mengalami penurunan nafsu makan karena mengkudu mengandung senyawa yang menyebabkan menurunnya nafsu makan (antifeedant). Karena penurunan nafsu makan maka larva menjadi lemas dan pasif bergerak. Larva juga mengalami perubahan warna menjadi lebih pucat dari warna asalnya.

Peralatan yang perlu anda siapkan yaitu :

  1. Keranjang, digunakan untuk wadah mengkudu.
  2. Ember, digunakan untuk wadah rendaman tumbukan mengkudu dan bahan tambahan dalam pembuatan pestisida alami.
  3. Wadah, digunakan untuk tempat buah mengkudu yang telah dipotong-potong.
  4. Pisau, digunakan untuk memotong buah mengkudu.
  5. Botol, digunakan sebagai tempat menyimpan pestisida alami.

Proses Pembuatan

Untuk mengurangi populasi tikus :

Proses pembuatan pestisida alami berbahan dasar mengkudu diawali dengan:

  • Mengumpulkan buah mengkudu yang telah masak. Semakin tua semakin bagus, masukkan dalam keranjang.
  • Potong buah mengkudu menjadi beberapa bagian.
  • Kemudian simpan dalam wadah.

Untuk pestisida alami :

Proses pembuatan pestisida alami berbahan dasar mengkudu diawali dengan:

  • Mengumpulkan buah mengkudu yang telah masak. Semakin tua semakin bagus, dimasukkan dalam keranjang.
  • Kemudian 15 – 25 gram biji buah mengkudu ditumbuk sampai halus.
  • Hasil tumbukannya direndam selama 1 malam dalam 1 liter air di ember, yang ditambah 1 gram deterjen.
  • Dilakukan pengadukan dan penyaringan dengan kain halus.
  • Selanjutnya simpan larutan dalam botol ( pestisida alami ini tahan ± 1 bulan bila disimpan dengan baik ).

Proses Penerapan

  • Bawa wadah yang berisi buah mengkudu yang telah dipotong ke areal persawahan.
  • Letakkan irisan buah mengkudu disekitar areal persawahan, khususnya di tempat dimana sering dilalui oleh tikus. Kegiatan ini harus diulangi, agar populasi tikus dapat terus berkurang. Semakin sering dilakukan pengulangan maka hasilnya akan semakin baik.
  • Sedangkan untuk pestisida alami larutan yang telah disimpan di botol bias langsung disemprotkan ke hama sasaran atau ke seluruh bagian tanaman yang terserang, lakukan penyemprotan pada pagi hari.

Tikus Sawah Dilarang Masuk - Kabartani

Itulah informasi tentang Pemanfaatan Buah Mengkudu Sebagai Pestisida Alami Untuk Mengendalikan Hama Tikus dan Serangga, jangan lupa untuk menyebarkan informasi ini ke petani lain, semoga bermanfaat dan terima kasih.