Pemanfaatan Jerami Sebagai Mulsa Organik Pada Budidaya Cabai

Pemanfaatan Jerami Sebagai Mulsa Organik Pada Budidaya Cabai

0
SHARE

KABARTANI.comPenggunaan Jerami sebagai Mulsa Organik Pada Budidaya Cabai. Ketika musim panen padi tiba, banyak kita jumpai begitu banyak jerami yang dihasilkan, selain digunakan sebagai pakan ternak, limbah jerami bisa kita manfaatkan sebagai mulsa jerami untuk menutupi permukaan bedengan pada tanaman cabai sebagai pengganti mulsa plastik.

Dengan memanfaatkan jerami sebagai mulsa pengganti mulsa plastik tentu jadi lebih hemat biaya. Penggunaan jerami sebagai mulsa juga memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan menggunakan mulsa plastik.

Simak juga Cara Membuat Pot Organik Berbahan Dasar Jerami

Jerami dapat menghambat tumbuhnya gulma sekaligus menyuburkan tanaman. Jerami lama kelamaan akan lapuk dan terurai menjadi pupuk organik. Kandungan hara pada jerami sangat bagus untuk tanaman.

Pelapukan yang berlangsung secara perlahan diserap tanaman sedikit demi sedikit dan berlangsung lama. Sehingga tanaman mendapatkan asupan nutrisi secara terus menerus.

penerapan-mulsa-jeramiManfaat dari penggunaan mulsa jerami adalah:

  • Murah dan hemat biaya
  • Tanaman jadi lebih subur
  • Dapat meningkatkan penyerapan air oleh tanah
  • Memelihara suhu dan kelembaban tanah
  • Memelihara kandungan bahan organik tanah
  • Mengendalikan pertumbuhan tanaman pengganggu

Apa saja kandungan dalam Jerami itu?

Jerami mengandung unsur hara Si 4-7%, K2O 1,2-1,7%, P2O5 0,07-0,12% dan N 0,5-0,8% yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Penggunaan mulsa jerami merupakan langkah yang baik dalam memanfaatkan jerami. Jerami bisa juga ditaburkan langsung pada lahan sawah atau dikomposkan terlebih dahulu.

Simak juga Pemanfaatan Jerami Untuk Memperbaiki Sifat fisik, Kimia dan Biologi Tanah

Penggunaan mulsa jerami ini akan lebih baik jika disertai dengan penyemprotan Agen hayati Trichoderma cair pada permukaan jerami setelah ditebarkan di bedengan. Tujuannya agar mulsa jerami mudah terurai menjadi kompos serta menjaga tanaman dari serangan jamur patogen pembawa penyakit.

Sedangkan jenis varietas benih cabai yang digunakan adalah Benih Cabe Kopay, yang punya daya tahan cukup baik terhadap serangan virus kuning atau gemini.

Lalu bagaimana dengan kemungkinan tumbuh dan berkembangnya cendawan patogen?

Jerami merupakan salah satu tempat favorit bagi pertumbuhan cendawan patogen. Beberapa jenis cendawan patogen seperti Fusarium oxisporum banyak dijumpai pada sisa-sisa pelapukan jerami.

Cendawan tersebut sangat tidak baik bagi tanaman. Cendawan Fusarium oxisporum menyebabkan tanaman layu dan mati, yang dikenal dengan layu fusarium.

Untuk pencegahannya bisa dilakukan dengan aplikasi trichoderma, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Letakkan jerami secara merata pada permukaan bedengan,
  • Sebaiknya gunakan jerami yang masih baru agar tahan lebih lama,
  • Menjelang penanaman, semprotkan Trichoderma secara merata pada jerami,
  • Agar lebih aman dari cendawan patogen, semprotkan Trichoderma seminggu sekali,
  • Pemberian jerami jangan terlalu dekat dengan batang tanaman, minimal 10 cm.

Demikianlah informasi mengenai Pemanfaatan Jerami Sebagai Mulsa Organik Pada Budidaya Cabai, semoga informasi ini bermanfaat bagi sobat tani sekalian.