Pemanfaatan Lalat BSF Sebagai Agen Biokonversi Sekaligus Sumber Protein Alternatif Untuk Pakan...

Pemanfaatan Lalat BSF Sebagai Agen Biokonversi Sekaligus Sumber Protein Alternatif Untuk Pakan Ternak

0
SHARE
Lalat Black Soldier Fly - Tentara Hitam - Kabartani.com

KABARTANI.COM – Sekilas tak ada yang menarik dari lalat jenis Black Soldier Fly (BSF) atau yang biasa disebut lalat tentara hitam. Tubuhnya yang berwarna hitam dengan kombinasi bagian segmen basal abdomennya yang transparan sepintas lalat ini menyerupai tawon.

Beberapa hasil riset melaporkan bahwa kandungan protein larva lalat Black Soldier Fly ini relatif cukup tinggi, yaitu kisaran 40 hingga 50% dengan kandungan lemak antara 29 hingga 32%. Kandungan nutrisi yang cukup tinggi ini berpotensi untuk dikembangkan menjadi bahan campuran formula pakan ayam atau ikan. Terlebih lagi, perkembangbiakan larvanya hanya membutuhkan media yang berupa bahan-bahan organik yang telah membusuk, inilah yang menjadikan larva lalat Black Soldier Fly ini sangat berpotensi sekali untuk dibudidayakan.

Larva BSF mampu mengurangi limbah organik hingga 56%, inilah yang menyebabkan larva BSF dijuluki sebagai agen biokonversi. Caranya dengan meletakkan telur BSF atau larva BSF pada limbah atau sampah organik seperti bungkil inti sawit (BIS), kotoran sapi, kotoran ayam, kotoran babi, limbah pasar, limbah rumah tangga, sampah buah, sayur busuk dan lainnya maka limbah organik tersebut akan diurai menjadi produk-produk yang bermanfaat bagi para petani dan peternak.

Dari larva BSF ini, setidaknya ada tiga produk yang dapat dihasilkan dengan membudidayakan larva BSF sebagai agen biokonversi, Yakni:

  • Larva atau prepupa BSF yang dapat dijadikan sebagai sumber protein alternatif untuk pakan ternak, seperti ayam, burung maupun ikan.
  • Cairan yang dihasilkan larva BSF bisa dimanfaatkan sebagai pupuk cair
  • Sisa limbah organik kering yang dapat dijadikan sebagai pupuk

Menurut hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan nutrisi tepung BSF sangat potensial dan terbukti memiliki kandungan nutrisi yang mirip dengan tepung ikan. Penggunaan tepung BSF untuk campuran pakan ayam broiler hingga 100% tidak menimbulkan efek negatif kecernaan bahan kering (57,96 – 60,42%), energi (62,03 – 64,77%) dan protein (64,59 – 75,32%), walaupun hasil yang terbaik diperoleh dari penggunaan BSF 25% atau 11,25% dalam pakan.

Penggunaan tepung larva BSF hingga 50% untuk pakan burung puyuh juga dilaporkan mampu meningkatkan tingkat konsumsi pakan burung puyuh sehingga dihasilkan berat telur berkisar 9,25 – 10,12 g, termasuk meningkatkan poduksi telur hingga 3,39%.

Pemanfaatan lalat BSF sebagai agen biokonversi sekaligus juga sebagai sumber protein alternatif memiliki beberapa keuntungan. Karakter lalat BSF ini bukan merupakan vektor penyakit, sehingga tidak menyebarkan penyakit seperti lalat rumah Musca domestica atau lalat hijau. Menariknya, lalat ini justru mampu mengurangi populasi lalat rumah Musca domestica yaitu dengan cara mengeluarkan sinyal kimia disekelilingnya yang bisa mencegah lalat rumah bertelur didaerah tersebut.

Selain itu, ekstrak etanol dari larva BSF juga bersifat antibakteri untuk bakteri gram positif, seperti Klebsiella pneumonia, Neisseria gonorrhoeae dan Shigella sonnei, tetapi tidak efektif untuk bakteri gram positif, seperti Bacillus subtilis, Streptococcus mutans dan Sarcina lutea.

Laporan lain juga menyebutkan bahwa larva BSF mampu menurunkan populasi Salmonella spp hingga 6 log10 pada feses manusia selama 8 hari, termasuk menurunkan populasi Erechia coli O157:H7 dan Salmonella enterica serovar Enteritidis pada kotoran unggas dan E. coli pada kotoran sapi perah. Studi terbaru juga menunjukkan bahwa larva ini bersifat antivirus pada golongan enterovirus dan adenovirus serta menurunkan populasi telur cacing Ascaris suum.

Melihat banyaknya manfaat dari larva BSF tersebut, maka perlu dirancang teknik budidayanya yang praktis dan aplikatif, sehingga para peternak dapat mengembangbiakan lalat ini sendiri dengan memanfaatkan limbah rumah tangga, limbah kandang atau limbah pasar di sekitar rumahnya.

Setidaknya, permasalahan sampah organik disekitar kita dapat dikurangi dengan agen biokonversi lalat BSF untuk menghasilkan produk lain yang lebih bermanfaat dan lebih bernilai ekonomis. Ddengan menggunakan tepung BSF ini secara tidak langsung dapat menekan biaya pakan ternak tanpa harus mengurangi kualitas dan kuantitas atau performa produk ternak.