Perikanan Pakan Ikan Pembuatan Pakan Ikan Secara Mandiri (Gurame, Lele, Nila, Patin dan Ikan Mas)

Pembuatan Pakan Ikan Secara Mandiri (Gurame, Lele, Nila, Patin dan Ikan Mas)

0
Bagikan

Kabartani.com – Pakan sangat penting dalam pengembangan budidaya ikan karena sekitar 70% biaya produksi budidaya ikan berasal dari penyediaan pakan. Ikan membutuhkan pakan dalam jumlah cukup, tersedia secara terus menerus, serta berkualitas untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Pakan dalam kegiatan budidaya ikan dibagi menjadi dua yaitu pakan buatan dan pakan alami. Dalam menyusun pakan ikan buatan diperlukan bahan baku pakan, terutama bahan baku pakan lokal.

Bahan baku pakan Ikan

  • Sumber Protein : tepung ikan, tepung kepala udang, tepung bungkil kedelai, tepung tulang (meat bone meals), tepung bulu ayam (poultry meat meals), ikan rucah, ikan asin.
  • Sumber Lemak : minyak ikan, minyak cumi, minyak hati ikan/cumi, minyak jagung, minyak sawit.
  • Sumber Karbohidrat : wheat, pollard, dedak, jagung, terigu, singkong.
  • Sumber Vitamin : vitamin A, D, E, K, C, B.
  • Sumber Mineral : calcium phosphat, magnesium, Fe.
  • Pengikat (binder) : tapioka, sagu, terigu, CMC.
  • Bahan tambahan : atraktan (minyak cumi, tepung rebon), antioksidan (BHT, DHA dan sejenisnya) anti jamur (antimold), antibiotik, hormon.

Dalam pemilihan bahan baku pakan perlu memperhatikan beberapa hal agar dapat menghasilkan beberapa hal agar dapat menghasilkan pakan yang baik, diantaranya:

  1. Kebutuhan gizi ikan yang akan dibudidayakan serta daya cerna ikan terhadap bahan baku yang akan digunakan.
  2. Harga bahan baku pakan relatif murah.
  3. Kualitas bahan baku pakan yang akan digunakan, baik secara fisik maupun kimia.
  4. Ketersediaan bahan baku pakan.

Pembuatan Pakan

Dalam pembuatan pakan ikan yang berkualitas mengacu pada SNI pakan ikan. SNI pakan buatan untuk ikan berbeda-beda tergantung pada jenis ikan dan stadia/umur ikan. Sedangkan proses pembuatan pakan ikan (pra produksi, produksi dan pasca produksi) mengacu kepada SNI 8227:2015 tentang cara pembuatan pakan ikan yang baik (CPPIB).

Tabel SNI Pakan Ikan Nila (SNI 01-7242-2006)
No Jenis Uji Satuan Persyaratan Mutu
Pendederan Pembesaran Induk
1 Air (maks) % 12 12 12
2 Abu (maks) % 13 13 13
3 Protein (min) % 30 25 35
4 Lemak (min) % 5 5 7
5 Serat Kasar (maks) % 8 8 8

Tabel SNI Pakan Ikan Nila (SNI 01-7242-2006)
No Jenis Uji Satuan Persyaratan Mutu
Pendederan Pembesaran
1 Air (maks) % 12 12
2 Abu (maks) % 13 13
3 Protein (min) % 30 25
4 Lemak (min) % 5 5
5 Serat Kasar (maks) % 6 8

Tabel SNI Pakan Ikan Mas (SNI 01-4266-2006)
No Jenis Uji Satuan Persyaratan Mutu
Pendederan Pembesaran Induk
1 Air (maks) % 12 12 12
2 Abu (maks) % 13 13 13
3 Protein (min) % 30 25 30
4 Lemak (min) % 5 5 7
5 Serat Kasar (maks) % 6 8 8

Tabel SNI Pakan Ikan Lele (SNI 01-4087-2006)
No Jenis Uji Satuan Persyaratan Mutu
Benih Pembesaran (G/F) Induk
1 Air (maks) % 12 12/12 12
2 Abu (maks) % 13 13/13 13
3 Protein (min) % 30 28/25 30
4 Lemak (min) % 5 5/5 5
5 Serat Kasar (maks) % 6 8/8 8

Tabel SNI Pakan Ikan Gurame (SNI 7473-2009)
No Jenis Uji Satuan Persyaratan Mutu – Ukuran Ikan
3-5 cm 5-15 cm >15
1 Air (maks) % 12 12 12
2 Abu (maks) % 12 12 13
3 Protein (min) % 38 32 28
4 Lemak (min) % 7 6 5
5 Serat Kasar (maks) % 5 6 8

Formula Pakan

Dalam menentukan formulasi pakan, bahan baku yang akan digunakan sudah diketahui zat gizi/kandungan nutrien yang terkandung didalamnya seperti protein, lemak, dan karbohidrat. Hal ini penting untuk menentukan kualitas nutrisi pakan dan sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan.

Penyiapan Bahan Baku

  • Bahan baku dipilih dengan memperhatikan: kriteria, ketersediaan, dan koninuitas, harga, kualitas, bahan baku, keamanan pangan (bebas antibiotik, residu dan cemaran lainnya) dan kemudahan diperoleh serta penggunaannya.
  • Dilakukan pengujian mutu fisik, kimia dan biologi.
  • Pengadaan bahan baku disertai spesifikasi, sumber/asal-usul, detail pra-pengolahan, bahaya, cara penggunaan dan penyimpanannya.
  • Bahan baku yang dapat mengalami kerusakan karena suhu dan kelembaban, hendaknya disimpan didalam ruangan yang dilengkapi palet.
  • Bahan baku ditempatkan sesuai jenis dan sifatnya (padat, cair, tepung).
  • Sebelum diproses, bahan baku harus dalam kondisi baik serta digunakan menurut prosedur first in-first out (FIFO).

Penepungan

  • Tujuan dari penepungan agar tidak terhambat proses pencampuran dan pencetakan. Selain itu untuk meningkatkan daya cerna ikan dan agar pelet tidak mudah hancur.
  • Bentuk partikel bahan baku padat dan kering yang akan digunakan berupa tepung.
  • Bahan baku yang belum berupa tepung seperti biji-bijian.

Pencampuran

  • Tujuan dari pencampuran adalah untuk menghasilkan campuran bahan yang homogen.
  • Bahan baku yang sudah halus ditimbang berdasarkan kebutuhan sesuai dengan formulasi yang telah dibuat.
  • Bahan baku tersebut kemudian dicampur sampai merata menggunakan mesin pencampur (mixer) dimulai dari bahan yang jumlahnya sedikit hingga bahan yang jumlahnya banyak.
  • Keseimbangan antara jumlah bahan yang dicampur dengan waktu pencampuran menentukan bahan tersebut akan tercampur secara merata.

Pencetakan

  • Tujuan dari pencetakan untuk mengubah campuran bahan baku pakan menjadi pelet dengan ukuran dan bentuk fisik tertentu sehingga cocok diberikan kepada ikan.
  • Bahan baku yang sudah dicampur dapat langsung dicetak menjadi pakan dengan menggunakan mesin pencetak (pelleting).
  • Dalam pencetakan pelet yang perlu mendapatkan perhatian adalah tekanan dalam mesin pencetak.
  • Pencetakan pakan disesuaikan dengan kebutuhan dan stadia ikan.

Pengeringan

  • Proses pengeringan dilakukan secara manual dengan menjemur dibawah sinar matahari/diangi-anginkan dan menggunakan alat pengering yang lengkap dengan pengatur suhunya (oven gas atau oven listrik).
  • Pakan yang sudah kering dilakukan uji mutu pakan.

Pengemasan dan Pelabelan

  • Kemasan pakan harus diberi label sesuai dengan jenis dan spesifikasinya.
  • Label pakan harus memenuhi ketentuan dalam regulasi terkait pakan ikan yang mencantumkan merk dagang, nama produsen, peruntukan pakan, bobot bersih (netto), jenis bahan yang digunakan, jenis bahan yang ditambahkan, kandungan nutrisi, cara penyimpanan, cara penggunaan, bentuk dan sifat-sifat fisik, tanggal produksi, tanggal kadaluarsa, kode produksi dan nomor pendaftaran pakan.

Penyimpanan dan Distribusi Pakan

  • Pakan disimpan di gudang yang memenuhi persyaratan teknis (tidak lembab/cukup sinar matahari) dan dibawahnya diberi alas/rak kayu (palet).
  • Pengaturan penumpukan pakan (menggunakan palet) dan distribusi dilakukan untuk memudahkan pengambilan sesuai urutan masuk berdasarkan prinsip first in-first out (FIFO).
  • Distribusi pakan menggunakan wadah dan alat angkut yang dapat menjaga mutu pakan.

Simak juga :

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here