Peternakan Pakan Ternak Pembuatan Silase Keong Mas Untuk Bahan Pakan Ternak (Sapi, Kambing, Ayam, Itik)

Pembuatan Silase Keong Mas Untuk Bahan Pakan Ternak (Sapi, Kambing, Ayam, Itik)

0
Bagikan

Kabartani.com – Keong mas bisa dijadikan pakan alternatif dalam usaha budidaya ternak. Pembuatan pakan ternak dari keong mas cukup mudah, dimana daging keong dapat diberikan dalam bentuk segar atau olahan.

Pengolahan ini bertujuan untuk menghilangkan lendir, bau tidak sedap, membersihkan semua kotoran, dan agar lebih tahan lama. Keong mas dapat diberikan dalam bentuk utuh/segar, dicacah, tepung, maupun dibuat silase.

Silase merupakan cara pengolahan pakan ternak dengan cara mengawetkan melalui proses penyimpanan, bahan pakan ternak tersebut akan mengalami fermentasi sehingga mudah untuk dicerna oleh ternak.

Dalam proses pembuatan silase secara kimiawi umumnya menggunakan asam organik (asam format) maupun asam mineral. Ada beberapa langkah dalam pembuatan silase daging keong mas, sebagai berikut:

1. Pemisahan daging dari cangkang: Pertama-tama kumpulkan keong ke dalam ember, lalu dibersihkan dan pisahkan daging dari cangkangnya, karena jelas tidak mungkin cangkangnya diikutkan dalam pembuatan silase, jadi ambil dagingnya saja.

2. Pencucian daging keong mas: Cuci daging yang telah dikeluarkan sampai bersih. Lakukan pencucian kembali dengan air garam dan dicuci ulang dengan air kapur, supaya pakan ternak yang dihasilkan terhindar dari racun.

3. Daging keong mas digiling: Daging selanjutnya digiling dengan mesin pengiling lalu ditiriskan, supaya kadar air berkurang. Campur daging keong giling tersebut dengan bekatul, dengan perbandingan menggunakan perbandingan 4:1.

4. Proses fermentasi: Siapkan tong plastik, kemudian isi dengan campuran daging keong dan bekatul yang tadi sudah disiapkan. Padatkan, supaya tidak ada rongga udara dan tutup dengan plastik secara rapat.

5. Pengecekan: Lakukan pengecekan secara berkala dan dengan mengaduk sekaligus. Proses pembuatan pakan ternak berupa silase keong dibutuhkan waktu 12 hari guna fermentasi yang sempurna. Setelah itu silase sudah dapat digunakan untuk pakan ternak.

Kandungan protein dalam silase keong mas berkisar 10,88% – 14,54% yang sangat bermanfaat sebagai tambahan pakan dan dapat membantu mempercepat pertumbuhan ternak.

Bahan pakan berupa silase dapat bertahan lebih lama dengan melakukan penjemuran atau dioven. Manfaat pembuatan silase keong untuk pakan ternak selain untuk mengawetkan daging keong, juga untuk mengaktifkan zat selulosa melalui proses fermentasi. Dengan aktifnya kandungan tersebut dapat memudahkan hewan ternak dalam mencerna makanan dan dapat mempersingkat penyerapan nutrisi.

Dalam konsep pengelolaan, tidak hanya terbatas pada pemberantasan dan pengendalian populasi, namun bagaimana pemanfaatan biota tersebut sebagai sumber ekonomi bagi masyarakat sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat. Adapun beberapa manfaat keong mas diantaranya sebagai berikut:

Pemanfaatan Untuk Pakan ternak

Pemanfaatan keong mas sebagai pakan ternak merupakan salah satu solusi untuk mendapatkan pakan ternak alternatif dan berkualitas untuk mendorong peningkatan produksi usaha ternak. Daging keong dapat diberikan untuk pakan ternak dalam keadaan mentah (segar) maupun dalam bentuk olahan. Biasanya keong mas dijadikan pakan pada jenis ternak seperti sapi, kambing, unggas (ayam, itik).

Pada pengembangan ternak itik, keong mas merupakan pakan campuran sebagai sumber protein yang murah. Selain mengandung banyak protein, keong mas juga kaya akan kalsium. Penggunaan keong mas sebagai pakan itik sebagai sumber protein hewani telah dilakukan sejak tahun 1985 (Kompiang dkk. 1985).

Kombinasi 39% sagu kukus dengan 6% tepung keong mas dapat mengganti kebutuhan jagung kuning sebagai sumber energi dalam pakan tanpa mempengaruhi penampilan (bobot hidup, kenaikan bobot hidup konsumsi pakan dan konversi pakan), persentase karkas dan bagian-bagian karkas, bobot organ dalam (jantung, hati, rempela dan lemak abdominal) itik jantan umur 1 – 8 minggu (Subhan et al. 2010).

Penambahan tepung keong mas dalam ransum itik Mojosari umur 24 minggu sampai taraf 9 % dengan pemberian pakan 160 g/ekor/hari tidak berpengaruh terhadap kualitas telur itik (berat telur, indeks putih telur, indeks kuning telur, berat kuning telur, warna kuning telur, nilai HU, berat kerabang telur dan tebal kerabang telur (Purnamaningsih 2010).

Itik petelur pada saat berproduksi membutuhkan ransum dengan kandungan energi metabolis (metabolisable energy, ME) sebesar 2900 kkal/kg, kalsium (Ca) sebesar 2,75 %, fosfor (P) sebesar 0,6 % (NRC 1994), dan protein kasar (PK) sebesar 17-19 % (Sinurat 2000).

Tepung tubuh dan cangkang keong mas memberikan nilai pertumbuhan yang cukup baik, dimana dapat meningkatkan rata-rata harian produksi telur hingga 3,7% menjadi 88%, dari 84,3%. Selain dalam bentuk tepung, silase daging keong mas juga telah terbukti menjadi sumber pakan ternak bagi ruminansia dan ayam buras (BPTP Sumatra Utara 2006).

Ayam buras membutuhkan pakan dengan kandungan protein 14-24% dengan jumlah pakan/harinya semakin meningkat seiring bertambahnya umur ayam (20 – 150 g/hari) (Pramudyati 2009).

Pakan yang berbasis protein keong mas pernah diujicobakan pada peternakan burung puyuh dan memberikan pertumbuhan yang baik, dimana tepung ikan dapat disubstitusi atau diganti dengan tepung keong mas sampai 10% dalam ransum puyuh umur 56-70 hari (periode awal bertelur) dan tidak menurunkan bobot badan (Srisukmawati dan Syahrudin 2012).

Simak juga artikel lainnya mengenai keong Mas, sebagai berikut ini:

Sumber: Nia Kurniawati, “Potensi dan Pemanfaatan Keong Mas Sebagai Bahan Pakan Ternak” Balai Besar Penelitian Padi.

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here