Pemilihan Varietas Benih Padi Pada Teknologi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Pemilihan Varietas Benih Padi Pada Teknologi Tanam Benih Langsung (TABELA)

3
SHARE

Kabartani.com – Tahapan-tahapan dalam pemilihan varietas benih padi dan perlakuannya untuk menanam padi dengan teknologi TABELA (Tanam Benih Langsung). Berikut penjelasannya:

1. Pemilihan Varietas

Varietas padi yang digunakan adalah varietas unggul yang memiliki karakter jumlah anakan sedikit dan bermalai lebat untuk mencegah serangan hama dan penyakit akibat populasi tanaman yang tinggi. Agroekosistem sawah irigasi menggunakan varietas unggul antara lain Inpari 6, Inpari 9, Inpari 10, Inpari 13, Inpari19, dan Inpari 24.

Gambar 1. Keragaan varietas Inpari 20 menggunakan TABELA (Dok. BPTP Sumsel, 2014)
Gambar 1. Keragaan varietas Inpari 20 menggunakan TABELA (Dok. BPTP Sumsel, 2014)

Agroekosistem sawah tadah hujan menggunakan Inpari 13, Batutegi, Situ Patenggang, Situ Bagendit, dan Mekongga. Agroekosistem lahan kering menggunakan Inpago 8, Inpago 9, Batutegi, dan Situ Patenggang. Agroekosistem lahan pasang surut menggunakan Indragiri, Mendawak, Banyuasin, Inpara 4, Inpara 8, Inpara 9, Inpari 20, dan Inpari 30 Ciherang sub1.

2. Pemilihan benih

Benih bermutu baik dan bersertifikat menjamin vigor yang tinggi, keseragaman tumbuh, bebas patogen dan biji gulma, serta tidak tercampur varietas lain. Kebutuhan benih pada sistem Tabela hambur (broadcast/sonor) 60-80 kg/ha, sedangkan Tabela dalam barisan dan Atabela (drum besar) memerlukan benih 30-45 kg/ha.

3. Perlakuan Benih

Perlakuan benih bertujuan mendapatkan benih bernas sehingga mampu menghasilkan tanaman yang sehat. Benih bernas diseleksi menggunakan larutan garam 3% atau 30 gram garam dapur per liter air. Benih yang mengapung pada saat perendaman dibuang dan yang tenggelam merupakan benih bernas yang akan ditabur (Gambar 2).

Gambar 2. Proses seleksi benih bernas (Dok. DISIMP NTB, 2009)
Gambar 2. Proses seleksi benih bernas (Dok. DISIMP NTB, 2009)

Benih yang terpilih direndam air bersih dan jernih selama 1×24 jam, selanjutnya ditiriskan dan diperam selama 1×24 jam sampai benih mulai tumbuh (Gambar 3). Pemeraman dilakukan dengan menghamparkan benih di atas terpal secara merata kemudian ditutup dengan karung atau kain basah. Tabela pada lahan kering tidak memerlukan perendaman dan pemeraman benih. Pada wilayah endemik penyakit blas dan Hawar Daun Bakteri (HDB), sebelum ditabur benih diberi perlakuan pestisida sistemik berbahan aktif pyroquilon atau agrepdengan dosis 5-10 g/kg benih dengan cara pencelupan(soaking)atau pelapisan (coating).

Gambar 3. Benih mulai tumbuh siap tabur (Dok. Suwarno, 2014)
Gambar 3. Benih mulai tumbuh siap tabur (Dok. Suwarno, 2014)

Tahapan-tahapan budidaya padi teknologi tanam benih langsung selanjutnya:

  1. Persiapan Lahan
  2. Tabur Benih dan Pemeliharaan Padi
  3. Penanganan Panen dan Pasca Panen