Pertanian Tips Bertani Pemupukan Padi Berdasarkan Bagan Warna Daun (BWD)

Pemupukan Padi Berdasarkan Bagan Warna Daun (BWD)

0
Bagikan

Kabartani.com – Unsur N dibutuhkan tanaman padi untuk menghijauka daun, mempercepat pertumbuhan dan menambah kandungan protein tanaman.

Untuk meningkatkan efisiensi pemupukan N diberikan berdasarkan hasil pengukuran Bagan Warna Daun (BWD) sebagai indikator waktu dan dosis yang tepat. Teknologi BWD dipelopori oleh Pusat Penelitian Padi Internasional (IRRI) bekerjasama dengan Balai penelitian Padi (Balitpa) Sukamandi.

Bagan warna Daun (BWD) berbentuk persegi empat dengan enam kotak skala warna, mulai dari hijau muda hingga hijau tua. Saat ini BWD yang beredar mempunyai empat kotak skala warna mulai dari skala 2 sampai skala 5 (Gambar 1).

Alat ini berguna untuk mengetahui kebutuhan dan waktu pemberian N pada tanaman padi. Penggunaan BWD tetap melakukan pemupukan dasar N dengan takaran 50-75 kg/ha dilakukan sebelum tanam berumur 14 hst atau dapat bersamaan dengan pupuk dasar SP36 dan KCl.

Hasil pengujian menunjukkan penggunaan BWD menghemat penggunaan N 20-45 kg/ha.

Gambar 1. Bagan Warna Daun skala 2 sampai 5.

PETUJUK PENGGUNAAN BWD

1. Pengukuran dilakukan setiap 10 hari, dimulai pada saat tanaman berumur 21-28 hari setelah tanam untuk sistem tanam pindah (Tapin), serta umur 28-35 hari sesudah benih disebar untuk tanam sebar langsung (Tabela). Pengukuran tersebut dilakukan sampai dengan stadia primordia berbunga.

2. Bagian daun yang akan diukur warnanya adalah yang paling atas dan sudah terbuka penuh, karena warna daun tersebut berhubungan erat dengan kecukupan N pada tanaman padi.

3. Warna daun dibandingkan dengan skala warna yang tertera pada BWD (angka 2 sampai 5). Jika berada di antara dua warna, diambil nilai rata-ratanya.

Contoh : bila warna daun padi berada di antara warna 2 dan 3 skala warna, maka nilai warna daun padi adalah 2,5.

4. Tanaman yang diukur sebanyak 10 rumpun, diambil secara acak dari setiap petak lahan sawah. Nilai rata-rata warna daun dari 10 rumpun tanaman tersebut dihitung untuk menentukan takaran N ( Nitrogen ) yang dibutuhkan tanaman padi.

5. Selama pengukuran, daun harus terlindungi dari cahaya matahari, dapat menggunakan tubuh atau alat pelindung lainnya.

6. Sebagai contoh dari hasil pengukuran 10 rumpun tanaman, nilai skalanya berturut-turut dari tanaman nomor 1 sampai 10 adalah 3:3:3,5:3:3:3,5:4:3:3 dan 4, maka rata-ratanya : 33/10 = 3,3.

Bila nilai warna daun lebih rendah dari 4, maka tanaman padi perlu dipupuk N. Bila nilai warna daun lebih tinggi dari 4, maka tanaman padi tidak perlu dipupuk N.

7. Takaran pupuk N disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman dan sistem tanam. Takaran N berdasarkan fase tumbuh dan sistem tanam.

Gambar 2. Takaran pupuk N berdasarkan fase tumbuh dan sistem tanam

8. Pengukuran sebaiknya dilakukan oleh orang yang sama untuk setiap periode pengukuran.

Simak juga artikel:

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here