Penanganan Panen dan Pasca Panen Pada Padi Teknologi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Penanganan Panen dan Pasca Panen Pada Padi Teknologi Tanam Benih Langsung (TABELA)

0
SHARE

Kabartani.com – Setelah sebelumnya sudah melalui tahapan-tahapan mulai dari penyiapan varietas benih, pemilihan benih, pengolahan lahan, hingga penaburan benih. Kini tiba saatnya melakukan penanganan panen dan pasca panen.

Jika anda ingin tahu tahapan sebelumnya mengenai panduan budidaya padi menggunakan teknologi TABELA, bisa anda baca dibawah ini.

  1. Pemilihan Varietas Benih Padi
  2. Persiapan Lahan
  3. Tabur Benih dan Pemeliharaan Padi

Panen dilakukan pada saat padi masak fisiologis, dengan ciri 95% bulir padi sudah menguning. Panen padi secara manual dilakukan dengan menggunakan sabit bergerigi dan mesin perontok (power thresher) (Gambar 14) atau secara mekanik dengan menggunakan mesin panen (combine harvester) (Gambar 15).

Gabah yang telah dipanen dikeringkan dengan ketebalan jemur sekitar 5 cm dan pembalikan setiap 2 jam hingga kadar air mencapai 12-14%. Pengeringan juga dapat dilakukan dengan alat pengering (dryer) bersuhu 50 derajat celcius untuk gabah konsumsi dan 42 derajat celcius untuk gabah benih.

Gambar 14. Persiapan merontokkan gabah dengan power thresher

Gambar 15. Panen padi dengan combine harvester
Gambar 15. Panen padi dengan combine harvester

Budidaya padi Tabela dapat diterapkan pada beragam agroekosistem,meliputi sawah irigasi, sawah tadah hujan, lahan pasang surut terutama tipe B dan C, serta lahan kering yang relatif datar. Penerapan Tabela mampu menekan biaya dan mengatasi kelangkaan tenaga kerja karena tidak memerlukan pesemaian dan pindah tanam. Selain itu, Tabela juga dapat memperpendek periode pertanaman padi untuk meningkatkan indeks pertanaman dan menghindari kekeringan.

Perbaikan teknologi Tabela ditekankan pada pemecahan masalah kelangkaan tenaga kerja melalui mekanisasi pertanian, seperti traktor, drum seeder, dan combine harvester. Penggunaan drum seeder dapat menghemat penggunaan benih sekitar 40%, demikian juga penggunaan combine harvester dapat menekan kehilangan hasil dari 20% menjadi kurang dari 5%.

Itulah informasi lengkap panduan lengkap bagaimana budidaya padi menggunakan teknologi TABELA (Tanam Benih Langsung), semoga informasi ini bermanfaat bagi sobat tani semuanya. Terima kasih.