Perkebunan Pengaruh Letak Widig Menentukan Mutu Tembakau Rajang

Pengaruh Letak Widig Menentukan Mutu Tembakau Rajang

0
Bagikan

Kabartani.com –¬†Mutu tembakau merupakan gabungan dari sifat fisik, organoleptik, ekonomi, dan kimia, yang menyebabkan tembakau tersebut sesuai atau tidak untuk tujuan pemakaian tertentu. Mutu pada tembakau sangat penting, karena mempengaruhi nilai ekonomis.

Secara umum, mutu tembakau ditentukan berdasarkan sensori, yaitu berdasarkan warna, pegangan dan aroma, dan hal ini berbeda-beda penilaiannya berdasarkan jenis tembakau.

Untuk mendapatkan mutu yang maksimal, maka pengolahan tembakau terutama tembakau ranjang harus mengikuti standar baku teknis yang telah dipersyaratkan. Pengolahan tembakau ranjang diawali dengan proses panen dan dilanjutkan dengan proses-proses pasca panen.

Beberapa perlakuan pasca panen tembakau, terutama tembakau ranjang diantaranya adalah sortasi daun (Gambar 1), pemeraman daun (Gambar 2), pembuangan tulang daun, penggulungan daun, perajangan (proses pengirisan daun tembakau) dan penjemuran (Gambar 4 dan 5).

Gambar 1. Proses Sortasi Daun Tembakau
Gambar 2. Proses Pemeraman Daun Tembakau

Proses penjemuran tembakau rajang dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut widig. Widig merupakan alat yang terbuat dari anyaman bambu dan dimanfaatkan sebagai alas tempat untuk menjemur tembakau. Ukuran widig yang umum digunakan petani tembakau antara lain 60 x 80 cm, 120 x 80 cm dan 250 x 100 cm.

Gambar 3. Bentuk Widig Tembakau

Secara umum, proses penjemuran tembakau rajang masih memanfaatkan sinar matahari. Untuk mutu yang baik, dalam waktu sekitar 2 hari, maka daun tembakau rajang telah kering dengan sempurna dengan ketebalan hamparan daun rajang berkisar antara 1 – 2 cm.

Proses penjemuran harus memperhatikan datangnya arah sinar matahari dan letak widig. Widig harus tegak lurus dengan arah datangnya sinar matahari, selanjutnya dilakukan pembalikan ketika tengah hari.

Gambar 4. Proses Penjemuran Disarankan

Penggunaan widig secara tidak langsung berpengaruh terhadap mutu tembakau rajang yang dihasilkan. Idealnya pada proses penjemuran langsung diatas tanah para-para. Namun, proses penjemuran langsung diatas tanah (tidak disarankan).

Gambar 5. Proses Penjemuran Langsung Diatas Tanah (Tidak Disarankan)

Pada beberapa daerah terdapat proses penjemuran widig yang langsung diletakkan diatas tanah. Hal ini dapat mempengaruhi mutu tembakau rajang yang dihasilkan, karena tembakau memiliki sifat higroskopis (mudah menyerap, terutama bau) sehingga dikhawatirkan bau tanah akan terserap dan mempengaruhi bau dan mutu tembakau rajang.

Simak juga: Panduan Menanam Tembakau

Disamping sifat higroskopis, dengan penjemuran langsung diatas tanah dapat menyebabkan benda asing seperti kerikil, bulu ayam, daun-daun lain, atau bahkan juga adanya NTRM (Nontobacco Related Material), sehingga hal tersebut dapat mengakibatkan proses pengeringan berlangsung lebih lama.

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here