Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Tanaman Padi Organik Nasa

Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Tanaman Padi Organik Nasa

1
SHARE

KABARTANI.COM – Kali ini kami akan membahas informasi lanjutan dari artikel sebelumnya tentang Panduan Lengkap Budidaya Padi Organik Nasa. Jadi jika anda belum membacanya, saya sarankan untuk membacanya terlebih dahulu, agar anda benar-benar paham dan tahapan yang anda gunakan sesuai prosedur yang benar.

Dari sekian banyak permasalahan yang sering dihadapi oleh petani padi, yang menjadi momok tentunya adalah serangan hama dan penyakit pada padi. Apa saja hama yang biasa menyerang tanaman padi? berikut kami uraikan satu persatu beserta cara pengendaliannya secara singkat, padat dan jelas.

Padi Thrips (Thrips oryzae)

Hama Trips - kabartani
Hama Trips – kabartani

Gejala: Jika padi anda terserang hama ini, tandanya yaitu daun menggulung dan berwarna kuning hingga kemerahan, ini dapat menyebabkan pertumbuhan padi terhambat. Jika ini terjadi pada tanaman dewasa, akibatnya gabah tidak berisi alias gabug.

Pengendalian: disemprot Beauveria bassiana atau Pestisida organik cair.

Ulat Grayak (Armyworm)

Ulat Grayak - Kabartani
Ulat Grayak – Kabartani

Gejala: Daun hanya tinggal tulang daun dan batang karena habis dimakan ulat.

Pengendalian:

  • Upaya penanganan anda bisa membuang semua ulat jika belum terlalu parah.
  • Anda bisa semprotkan Matrix 200EC dengan konsentrasi 1-2 ml/liter bergantian dengan Promectin 18EC dengan konsentrasi 0,5-1 ml/liter.

Hama Putih Palsu (Chanaphalocrosis medinalis)

Hama Putih Palsu pada Tanaman Padi - Kabartani
Hama Putih Palsu pada Tanaman Padi – Kabartani

Gejala: Hama ini biasa memakan jaringan permukaan bawah daun padi, sehingga tampak garis-garis memanjang berwarna putih. Kerusakan daun yang biasa terjadi yaitu daun terpotong seperti digunting. Daun yang terpotong tersebut dibuat menyerupai tabung yang digunakan larva untuk membungkus dirinya (terbungkus dengan benang-benang sutranya).

Pengendalian:

  • Jangan semprotkan insektisida sebelum tanaman berumur 30 hst atau 40 hari setelah sebar benih. Tanaman padi yang terserang pada fase ini, dapat pulih apabila air dan pupuk dikelola dengan baik. Atau dengan mencegah penggenangan lahan secara terus menerus dan mengeringkan sawah selama beberapa hari untuk membunuh larvanya.
  • Upaya pencegahan bisa dilakukan dengan menaburkan Ventura 5GR bersamaan pemupukan dasar dengan dosis 5-10 kg/hektar.
  • Pengendaliannya dianjurkan menyemprotkan Matrix 200EC dengan konsentrasi 1-2 ml/liter bergantian dengan Promectin 18EC dengan konsentrasi 0,5-1 ml/liter.

Hama Ganjur (Pachydiplosis oryzae)

Hama Ganjur -Kabartani

Gejala: Daun padi menggulung seperti daun bawang, akibatnya padi tidak dapat menghasilkan malai.

Pengendalian:

  • Bersihkan tanaman padi dari rumput dan padi liar yang dapat menjadi tempat persembunyian atau inang alternatif.
  • Melakukan penanaman padi serempak dengan menggunakan varietas yang tahan.
  • Pengendalian dianjurkan menyemprotkan bahan aktif Karbosulfan seperti Matrix 200EC (2 ml/L) yang bekerja secara sistemik.

Wereng Coklat (Nilaparvata lugens)

Hama Wereng Cokelat - Kabartani
Hama Wereng Cokelat – Kabartani

Gejala: Terdapatnya imago wereng coklat pada tanaman dan menghisap cairan tanaman pada pangkal batang, kemudian tanaman menjadi menguning dan mengering.

Pengendalian:

  • Bertanam padi serempak, menggunakan varitas padi tahan wereng seperti IR 36, IR 48, IR- 64, Cimanuk, Progo dan sebagainya.
  • Hilangkan rumput-rumput liar.
  • Melepas musuh alami seperti laba-laba, kepinding dan kumbang lebah.
  • Menyemprotkan Beauveria bassiana.
  • Menggunakan insektisida sistemik Winder 100EC (0,25-0,5 ml/L), Winder 25WP (0,125-0,5 g/L), WinGran 0,5GR ditaburkan merata.

Wereng Hijau (Nephotettix virescens)

Hama Wereng Hijau - Kabartani
Hama Wereng Hijau – Kabartani

Gejala: Tanaman kerdil, anakan berkurang, daun berubah menjadi kuning sampai kuning oranye.

Pengendalian:

  • Bertanam padi serempak, menggunakan varitas padi tahan wereng seperti IR 36, IR 48, IR- 64, Cimanuk, Progo dan sebagainya.
  • Hilangkan rumput-rumput liar.
  • Melepas musuh alami seperti laba-laba, kepinding dan kumbang lebah.
  • Menyemprotkan Beauveria bassiana.
  • Menggunakan insektisida sistemik Winder 100EC (0,25-0,5 ml/L), Winder 25WP (0,125-0,5 g/L), WinGran 0,5GR ditaburkan merata.

Walang sangit (Leptocoriza acuta)

Hama Walang Sangit - Kabartani
Hama Walang Sangit – Kabartani

Gejala: Menyerang buah padi yang masak susu, buah hampa atau berkualitas rendah seperti berkerut, berwarna coklat dan tidak enak; pada daun terdapat bercak bekas isapan dan bulir padi berbintik-bintik hitam.

Pengendalian:

  • Bertanam serempak
  • Peningkatan kebersihan padi dari rumput liar
  • Mengumpulkan dan memusnahkan telur hama
  • Melepas musuh alami seperti jangkrik, laba-laba, kepinding
  • Dianjurkan menyemprotkan Beauveria bassiana atau Pestisida Organik Cair pada saat gabah masak susu pada umur 70-80 hari setelah tanam dengan disemprot insektisida Greta 500EC (1-2 ml/L).

Kepik hijau (Nezara viridula)

Hama Kepik Hijau - Kabartani
Hama Kepik Hijau – Kabartani

Gejala: Hama ini menyerang batang dan buah padi, pada batang tanaman terdapat bekas tusukan, buah padi yang diserang memiliki noda bekas isapan dan pertumbuhan tanaman terganggu.

Pengendalian:

  • Mengumpulkan dan memusnahkan telur-telurnya
  • Penyemprotan Beauveria bassiana atau Pestisida organik cair.

Penggerek batang padi

Penggerek Batang Padi Putih - Kabartani
Penggerek Batang Padi Putih – Kabartani

Penggerek batang padi terdiri atas: penggerek batang padi putih (Tryporhyza innotata), kuning (T. incertulas), bergaris (Chilo supressalis) dan merah jambu (Sesamia inferens).

Gejala: Menyerang batang dan pelepah daun, pucuk tanaman layu, kering berwarna kemerahan dan mudah dicabut, daun mengering dan seluruh batang kering. Kerusakan pada tanaman muda disebut hama “sundep” dan pada tanaman bunting (pengisian biji) disebut “beluk”.

Pengendalian:

  • Menggunakan varitas tahan,
  • Meningkatkan kebersihan lingkungan padi
  • Menggenangi sawah selama 15 hari setelah panen agar kepompong mati
  • Membakar jerami
  • Semprotkan Beauveria bassiana atau Pestisida organik cair.
  • Menggunakan insektisida WinGran 0,5GR (8-12 kg/hektar) dengan ditaburkan dicampur pupuk saat pemupukan pertama/dasar
  • Penyemprotan dengan Matrix 200EC (2 ml/L) dan Trisula 450SL (0,5-1,5 ml/L) secara bergantian sejak tanaman padi berumur 2 minggu setelah tanam sampai malai padi keluar semua dengan interval 7-10 hari.

Hama tikus (Rattus argentiventer)

Hama Tikus Sawah - Kabartani
Hama Tikus Sawah – Kabartani

Gejala: Tikus biasa menyerang batang muda (1-2 bulan) dan buah. sehingga menimbulkkan adanya tanaman padi yang roboh pada petak sawah.

Pengendalian:

  • Pergiliran tanaman
  • Tanam serempak
  • Sanitasi
  • Gropyokan
  • Melepas musuh alami seperti ular dan burung hantu
  • Penggunaan NAT (Natural Aromatic).

Burung

Hama Burung Pipit - Kabartani
Hama Burung Pipit – Kabartani

Gejala: Bulir padi habis/berkurang ketika menjelang panen, tangkai buah patah, biji berserakan.

Pengendalian: mengusir dengan bunyi-bunyian atau orang-orangan sawah.

Penyakit Bercak daun coklat

Penyebab: Jamur Helmintosporium oryzae.

Gejala: menyerang pelepah, malai, buah yang baru tumbuh dan bibit yang baru berkecambah. Biji berbercak-bercak coklat tetapi tetap berisi, padi dewasa busuk kering, biji kecambah busuk dan kecambah mati.

Pengendalian:

  • Merendam benih di air hangat + POC NASA
  • Lakukan pemupukan yang berimbang
  • Gunakan varietas padi tahan penyakit ini.

Penyakit Blast

Penyakit Blast Pada Tanaman Padi - Kabartani
Penyakit Blast Pada Tanaman Padi – Kabartani

Penyebab: Jamur Pyricularia oryzae.

Gejala: Biasa menyerang daun, buku pada malai dan ujung tangkai malai. Daun, gelang buku, tangkai malai dan cabang di dekat pangkal malai membusuk. Pemasakan makanan terhambat dan butiran padi menjadi hampa.

Pengendalian:

  • Membakar sisa jerami
  • Menggenangi sawah
  • Menanam varitas padi yang unggul seperti Sentani, Cimandiri IR-48, IR-36
  • Pemberian pupuk N di saat pertengahan fase vegetatif dan fase pembentukan bulir
  • Pemberian Gliocladium virens dan Corynebacterium pada awal tanam.

Busuk Pelepah Daun

Pelepah Daun Padi Menjadi Busuk - Kabartani
Pelepah Daun Padi Menjadi Busuk – Kabartani

Penyebab: Jamur Rhizoctonia sp

Gejala: Menyerang daun dan pelepah daun pada tanaman yang telah membentuk anakan. Menyebabkan jumlah dan mutu gabah menurun.

Pengendalian:

  • Gunakan varietas padi tahan penyakit
  • Pemberian GLIO pada saat pembentukan anakan.

Penyakit kresek/hawar daun

Penyakit Hawar Daun - Kabartani
Penyakit Hawar Daun – Kabartani

Penyebab: Bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae)

Gejala: Menyerang daun dan titik tumbuh. Terdapat garis-garis di antara tulang daun, garis melepuh dan berisi cairan kehitam-hitaman, daun mengering dan mati.

Pengendalian:

  • Menanam varitas tahan penyakit seperti IR 36, IR 46, Cisadane, Cipunegara
  • Menghindari luka mekanis
  • Sanitasi lingkungan
  • Pengendalian diawal dengan NATURAL GLIO.

Penyakit kerdil

Padi Menjadi Kerdil - Kabartani
Padi Menjadi Kerdil – Kabartani

Penyebab: Virus ditularkan oleh wereng coklat Nilaparvata lugens.

Gejala: menyerang semua bagian tanaman, daun menjadi pendek, sempit, berwarna hijau kekuning-kuningan, batang pendek, buku-buku pendek, anakan banyak tetapi kecil.

Pengendalian: Pengendaliannya sulit dilakukan, namun anda bisa melakukan upaya pencegahan dengan memusnahkan tanaman yang terserang ada mengendalikan vector dengan BVR (Beauveria bassiana) atau PESTONA (Pestisida organik cair).

Keong Mas (Pomacea canaliculata)

Hama Keong Mas - Kabartani
Hama Keong Mas – Kabartani

Gejala: Memarut jaringan tanaman dan memakannya, menyebabkan adanya bibit yang hilang per tanaman.

Pengendalian:

  • Waktu kritis untuk mengendalikan serangan keong mas adalah pada saat 10 hst atau 21 hari setelah sebar benih (benih basah)
  • Jika petani petani menanam dengan sistem tanam pindah maka pada 15 hari setelah tanam pindah, perlu dikeringkan kemudian digenangi lagi secara bergantian (flash flood = intermitten irrigation).
  • Bila petani menanam dengan sistem tabela (tanam benih secara langsung), selama 21 hari setelah sebar benih sawah perlu dikeringkan kemudian digenangi secara bergantian.
  • Bila di sawah diketahui terdapat telur berwarna merah muda dan keong mas dengan berbagai ukuran serta warna, perlu dilakukan pengaturan air, keong mas menyenangi tempat-tempat yang digenangi air.
  • Bila diperlukan, aplikasi pestisida berbahan aktif niclos amida dan moluska botani dapat dilakukan di sawah yang tergenang, di caren atau cekungan-cekungan yang ada airnya tempat keong mas berkumpul.

Penyakit Tungro

Tungro - Kabartani
Tungro – Kabartani

Penyebab: Virus yang ditularkan oleh wereng hijau Nephotettix impicticeps.

Gejala: Menyerang semua bagian tanaman, pertumbuhan tanaman kurang sempurna, daun kuning hingga kecoklatan, jumlah tunas berkurang, pembungaan tertunda, malai kecil dan tidak berisi.

Pengendalian:

  • Menanam padi tahan wereng seperti Kelara, IR 52, IR 36, IR 48, IR 54, IR 46, IR 42
  • Pengendalian vektor virus dengan BVR (Beauveria Bassiana).

Itulah Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Tanaman Padi Organik Nasa, semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca setia kabartani. Terima kasih.

REVIEW OVERVIEW
Informatif
SHARE
Saya adalah orang yang tertarik pada dunia teknologi dan pertanian, dengan mengolaborasikan keduanya menjadikan sesuatu yang sangat menarik bagi saya.