Perkebunan Hama Tanaman Pengendalian Hama Uret dengan Jamur Metarhizium dan Alat Peragkap Uret

Pengendalian Hama Uret dengan Jamur Metarhizium dan Alat Peragkap Uret

0
Bagikan

Kabartani.com – Uret merupakan salah satu hama yang sangat merugikan petani. Hama ini bersifat polyphag, yaitu menyerang semua jenis tanaman dengan cara memakan akar tanaman hingga habis. Akibatnya, tanaman yang terserang akan mati karena tidak mampu memperoleh nutrisi bagi kelangsungan hidupnya.

Biologi dan Morfologi Hama

1. Uret adalah bentuk larva dari kumbang badak (Oryctes rhinoceros). Kumbang tersebut sangat menyukai tanaman kelapa, sehingga lebih dikenal dengan sebutan kumbang kelapa.

2. Panjang kumbang dewasa berkisar 35-45 mm, dengan sayap berwarna hitam mengkilat. Kumbang dewasa jantan mempunyai tanduk yang membengkok pada pangkalnya sepanjang 8-10 mm. Sedangkan kumbang betina bertanduk lebih pendek atau hampir tak bertanduk.

3. Kumbang dewasa aktif pada malam hari yaitu antara pukul 18.00-21.00 dengan jarak terbang sejauh 9 km.

4. Kumbang menggerek pelepah daun tanaman kelapa yang belum membuka menuju ke titik tumbuh. Setelah daun terbuka, daun tampak terpotong seperti kipas. Jika gerekan kumbang mencapai titik tumbuh, maka tanaman kelapa akan mati.

5. Kumbang mengalami empat stadiun dalam siklus hidupnya, yaitu:

1. Imago

Imago betina (induk) dapat bertelur sebanyak 35-70 butir. Telur diletakkan dikotoran ternak atau sampah yang telah busuk. Tempat yang paling disukai untuk bertelur adalah kotoran atau sampah yang tercampur serbuk gergaji atau batang kelapa yang sedang membusuk.

2 Telur

Telur kumbang berwarna putih bersih, lonjong 3 mm dengan bagian terlebar 2 mm. Semakin lama telur semakin membulat, besarnya bertambah dan warnanya menjadi lebih kelam. Telur akan menetas setelah 12 hari.

3 Larva (Uret)

Larva berwarna putih bersih, semakin tua warna berubah semakin kekuningan dengan panjang 75-100 mm. Uret mempunyai tiga pasang tungkai pada dadanya, kepala berwarna coklat tua. Ujung perutnya membesar dan terdapat susunan bulu yang khas. Umur uret mencapai 99-121 hari.

4 Pupa (Kepompong)

Pada saat menjelang jadi kepompong, tubuh uret akan mengkerut dan lurus dengan warna kekuningan. Kepompong berbentuk pendek dengan warna kuning cerah. Menjelang jadi kumbang, warnanya berubah menjadi coklat.

Upaya Pengendalian

1. Kultur Teknis

  • Rotasi tanaman dengan tanaman bukan inang (kedelai/padi) akan memutus siklus hama.
  • Pemberoan lahan,
  • Tanam serempak,
  • Sanitasi lahan, yaitu membersihkan dari sisa-sisa tanaman dan gulma,
  • Membajak dan menggaru lahan yang dalam dua kali sebelum tanam untuk memaparkan telur dan lundi/uret ke pemangsa dan sinar matahari.
  • Perendaman lahan selama 48 jam dapat mematikan uret yang ada didalam tanah,
  • Menumbuhkan tanaman yang sehat dengan cara menanam bibit yang baik, menyediakan air dan pupuk yang cukup.

2. Pengendalian Biologis

Pengendalian biologis dengan memanfaatkan jamur Metarhizium anisopliae. Pemasangan perangkap kumbang atau uret yang diaplikasikan dengan jamur Metarhizium sp, merupakan salah satu cara pengendalian yang efektif.

Jamur Metarhizium sp adalah jamur pengendali biologi, bentuknya serbuk siap pakai. Dosis penggunaannya disesuaikan dengan label yang tertera dalam kemasannya.

Lampu Perangkap Kumbang

Alat ini banyak digunakan sebagai perangkap kumbang-kumbang kelapa maupun kumbang jenis lainnya. Adapun caranya adalah sebagai berikut:

  • Tumpuklah limbah kandang yang belum diolah pada lokasi tertentu, agak jauh dari lokasi tanaman yang dibudidayakan.
  • Campurlah limbah kandang tersebut dengan serbuk gergaji atau batang kelapa yang sudah membusuk, kemudian taburkan jamur Metarhizium sp dan aduk sampai tercampur rata.
  • Pasanglah lampu perangkap (lampu petromaks atau lampu ting kapal biru) diatastumpukan limbah kandang tersebut. Hal ini dimaksudkan sebagai penarik kumbang untuk mendekat.
  • Diharapkan kumbang akan berdatangan dan bertelur di limbah kandang tersebut. Kemudian telur menetas menjadi uret dan uret tersebut akan mati terinfeksi oleh jamur Metarhizium sp.

Lubang Perangkap Uret

Alat ini banyak digunakan pada lahan yang telah banyak mengandung uret. Adapun caranya adalah sebagai berikut.

  • Buat perangkap uret berupa lubang yang berukuran 0,5 x 0,5 x 0,5 meter sebanyak tiga lubang tiap 1.000 m2.
  • Isilah lubang tersebut dengan limbah kandang yang belum diolah dan campurkan bahan organik, misalnya seresah daun, jerami, sekam, serbuk kayu dan lain sebagainya. Kemudian taburkan jamur Metarhizium sp dan campur hingga merata.
  • Diharapkan uret akan berkumpul dalam lubang perangkap tersebut dan akan mati terinfeksi oleh jamur Metarhizium sp.

Simak juga artikel lainnya:

REVIEW OVERVIEW
Inspiratif
Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here