Pengendalian Penyakit Antraknosa Pada Bawang Merah

Pengendalian Penyakit Antraknosa Pada Bawang Merah

0
SHARE

KabarTani.com-Memasuki musim penghujan waspadai penyakit antraknosa pada tanaman bawang merah. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Coletotricum Gioesporiodes yang akan berkembang di musim penghujan. Penyakit Antraknosa ini menyerang secara tiba-tiba dengan gejaka serangan ditandai dengan bercak putih pada daun selanjutnya akan membentuk sebuah lekukan yang akan mengakibatkan daun bawang menjadi patah.

Infeksi lanjut akan mengakibatkan terbentuknya spora yang berwarna merah muda,berubah menjadi coklat muda,tua dan akhirnya kehitam – hitaman.Apabila kelembaban udara tinggi,terutama dimusim penghujan spora cepat menyebar dipermukaan tanah & menginfeksi inang disekitarnya. Akibat yang paling parah penyakit ini bisa menyerang keseluruh tanaman bawang merah sehingga akan mengakibatkan mati secara serentak.
Spora ini tersebar dengan bantuan angin dan hujan lebat sehingga apabila spora jatuh pada tanaman bawang merah lain spora tersebut dapat tumbuh, berkecambah dan akan masuk kebagian epidermis daun, sehingga mengakibatkan Antraknosa

Pengendalian Penyakit Antraknosa dapat dilakukan dengan melakukan hal berikut:

  • Melakukan rotasi tanaman jangan terus-terusan menanam bawang merah tanpa adanya rotasi tanaman karena penyakit akan sangat mudah berkembang. Rotasi bisa diakukan dengan menanam jenis kacang,labu &terung
  • Penanaman bawang merahdi musim kemarau, musim kemarau mengakibatkan kelembaban udara turun sehingga spora penyebab Antraknosa tidak bisa berkembang dan menyebar.
  • Menjaga Kebersihan lahan tanam.
  • Menanam varietas bawang merah yang relatif tahan penyakit
  • Aplikasi pestisida nabati,seperti serbuk biji mimba 30 gram perliter setiap 3 hari sekali
  • Aplikasi fungisida yang selektif dan efektif,apabila terjadi kerusakan pada tanaman