Pengendalian Penyakit Bulai Jagung (Downy Mildew)

Pengendalian Penyakit Bulai Jagung (Downy Mildew)

0
Bagikan
Pengendalian Penyakit Bulai (Downy Mildew) Pada Tanaman Jagung

Kabartani.com – Bagaimana cara Pengendalian Penyakit Bulai Jagung (Downy Mildew)? mari kita bahas, namun sebelum melangkah lebih jauh, sebaiknya anda harus tahu apa itu penyakit bulai?

Penyakit bulai merupakan penyakit utaman budidaya jagung. Penyakit bulai pada jagung disebabkan oleh jamur Peronosclerospora maydis. Penyakit ini menyerang tanaman jagung khususnya varietas rentan hama penyakit serta saat umur tanaman jagung masih muda (antara 1-2 minggu setelah tanam).

Simak juga Pengendalian Busuk Tongkol Pada Tanaman Jagung

Kehilangan hasil produksi akibat penularan penyakit bulai dapat mencapai 100%. Jamur ini umumnya menyerang tanaman jagung di pulau Jawa seperti Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Gelaja apa yang ditimbulkan oleh penyakit Bulai?

Penyakit bulai menyebabkan gejala sistemik gejalanya meluas ke seluruh bagian tanaman jagung serta menimbulkan gejala lokal (setempat). Gejala sistemik terjadi bila infeksi cendawan mencapai titik tumbuh sehingga semua daun akan terinfeksi.

Gejala penyakit bulai adanya warna khlorotik memanjang sejajar tulang daun dengan batas terlihat jelas antara daun sehat. Bagian daun permukaan atas maupun bawah terdapat warna putih seperti tepung, sangat jelas di pagi hari, pertumbuhan tanaman jagung akan terhambat, termasuk pembentukan tongkol buah, bahkan tongkol tidak terbentuk, daun-daun menggulung serta terpuntir, bunga jantan berubah menjadi massa daun yang berlebihan.

Bila infeksi terjadi pada tanaman sangat muda, biasanya tanaman tidak membentuk buah. Namun jika serangan terjadi pada tanaman yang lebih tua, tanaman masih dapat tumbuh dan berbuah, tapi buah yang terbentuk sering mempunyai tangkai yang panjang, dengan klobot yang tidak menutup pada ujungnya dan hanya membentuk sedikit biji.

Pengendalian

  • Menanam varietas tahan penyakit bulai, seperti Sukmaraga, Lagaligo, Srikandi K-1, Lamuru, Gumarang, Bima-3,
  • Melakukan periode waktu bebas tanaman jagung minimal dua minggu sampai satu bulan,
  • Penanaman jagung secara serempak,
  • Pemusnahan seluruh bagian tanaman sampai ke akarnya (Eradikasi tanaman) pada tanaman terserang penyakit bulai.
  • Penggunaan fungisida metalaksil saat perlakuan benih dengan dosis 2 gram (0,7 g bahan aktif)//Kg benih.
  • Melakukan proteksi pertanaman jagung di daerah endemik bulai dengan penyemprotan fungisida yang mengandung zat pengatur tumbuh (ZPT) berbahan aktif trifloksistrobin 25% dan tebukonazol 50% atau azoksitrobin mdan difekonazol, pada tanaman berumur 14 hst dan 21 HST.

Simak juga Cara Mencegah Dan Mengobati Penyakit Bulai Pada Jagung

Demikian informasi bagaimana Pengendalian Penyakit Bulai (Downy Mildew) Pada Tanaman Jagung. Semoga informasi ini bermanfaat bagi sobat tani sekalian.

Loading...

TIDAK ADA KOMENTAR

BERI BALASAN