Pertanian Hama Pertanian Pengendalian Penyakit Karat Batang Pada Tanaman Gandum

Pengendalian Penyakit Karat Batang Pada Tanaman Gandum

0
Bagikan

Kabartani.com – Gandum merupakan salah satu komoditas serealia yang menjadi bahan pangan utama di Indonesia. Komoditas ini merupakan sumber protein terpenting dan sumber kalori kedua terpenting setelah padi bagi masyarakat.

Sebagaimana halnya komoditas pangan utama lainnya, upaya peningkatan produksi gandum juga dihadapkan kepada berbagai tantangan, baik dari aspek teknis maupun sosial eknomis. Secara global, penyakit tanaman merupakan salah satu tantangan utama dalam produksi gandum.

Timbulnya epidemi penyakit tanaman disebabkan oleh kombinasi inokulum, lingkungan yang menguntungkan bagi perkembangan penyakit (iklim, tanah, dan sistem tanam), dan kerentanan tanaman.

Perubahan iklim juga akan menimbulkan tantangan tersendiri yang terkait dengan perubahan suhu dan pola tanam.

Di antara berbagai jenis penyakit yang merusak tanaman gandum, penyakit karat adalah yang paling merugikan dan paling luas penyebarannya, meliputi wilayah tropis dan subtropis. Penyakit karat batang (Puccinia graminis f. sp. tritici) salah satu penyakit penting pertanaman gandum.

Potensi kehilangan hasil akibat penyakit karat bergantung pada tingkat ketahanan varietas, kondisi cuaca, dan umur tanaman pada saat tertular. Kehilangan hasil terbesar akibat penyakit karat terjadi apabila penularannya muncul sebelum fase pembentukan malai.

Gejala Penularan

Karat Batang Tanaman Gandum - KabartaniPustul yang mengandung massa urediospora berwarna gelap cokelat kemerahan dan ditemukan pada kedua sisi permukaan daun, batang, dan malai (Prescott et al. 2012).

Pada batang, uredinia berbentuk memanjang dan berwarna cokelat kemerahan. Terkupasnya jaringan epidermis sangat jelas, nampak pada sisi-sisi uredinia, sehingga permukaan batang terasa kasar.

Pada penularan berat, uredinia menyatu sehingga menutupi jaringan tanaman. Fase telia terjadi pada jaringan yang sama pada fase uredinia dan teliospora lebih kokoh daripada urediospora. Pada fase telia, tidak ada spora yang dilepas.

Perkembangan

P. graminis bersifat macrocyclic dengan lima fase spora yang berbeda, yaitu fase uredinia, telia, basidiospora, spermatia, dan aecia. Infeksi awal biasanya ringan dan berkembang dari urediospora yang terbawa angin. Penyakit ini dapat berkembang dengan cepat jika suhu dan kelembaban mendukung.

Pengendalian

Cara pengendalian penyakit karat batang, yaitu penggunaan varietas tahan, secara kimiawi, dan secara budi daya. Penggunaan varietas tahan adalah cara pengendalian yang paling efektif dan ramah lingkungan. Jika telah ditemukan varietas tahan karat batang, maka cara pengendalian lainnya relatif tidak diperlukan lagi.

Sejumlah fungisida dilaporkan efektif mengendalikan penyakit karat pada tanaman serealia. Namun fungisida tidak digunakan secara luas karena harganya mahal, epidemi karat sulit diprediksi, dapat merusak lingkungan, dan kemungkinan patogen membangun ketahanan terhadap fungisida.

Pengendalian dengan cara budi daya dapat dilakukan untuk mengurangi intensitas epidemik. Menanam seawal mungkin dan menanam varietas umur genjah membantu menekan patogen untuk menginfeksi. Pengendalian lainnya dengan cara budi daya adalah eradikasi tanaman pembawa sumber inokulum dan eradikasi inang alternatif.

Simak juga Pengendalian Hama Wereng Batang Cokelat

Demikian informasi mengenai Pengendalian Penyakit Karat Batang Pada Tanaman Gandum, semoga informasi ini bermanfaat bagi sobat tani sekalian. Terima kasih.

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here