Hortikultura Sayuran Penggunaan Mulsa Plastik Hitam Perak pada Tanaman Cabai dilahan Kering

Penggunaan Mulsa Plastik Hitam Perak pada Tanaman Cabai dilahan Kering

0
Bagikan

Kabartani.com – Pembukaan permukaan tanah untuk pertanaman cabai dilahan kering dan lahan marginal mempunyai resiko terhadap erosi serta hilangnya air tanah melalui penguapan, sehingga produktivitas tanahnya sangat rendah. Oleh karena itu salah satu cara untuk menanggulanginya adalah lahan perlu ditutupi dengan mulsa.

Mulsa merupakan bahan atau material yang dipergunakan untuk menutupi permukaan tanah atau lahan pertanian dengan maksud dan tujuan yang pada prinsipnya adalah meningkatkan produksi dan pendapatan petani.

Penggunaan mulsa plastik hitam perak mempunyai kelebihan dibandingkan dengan penggunaan mulsa lainnya, karena permukaan perak dari mulsa hitam perak akan memantulkan radiasi matahari dipertinggi yang memiliki efek ganda.

Efek yang pertama yaitu memperkecil panas yang mengalir kedalam tanah sehingga suhu tanah dapat diturunkan. Efek yang kedua adalah memperbesar radiasi matahari yang dapat diterima oleh daun-daun tanaman sehingga proses fotosintesis dapat ditingkatkan.

1. Pengolahan Tanah

  • Pengolahan tanah dilakukan dengan cangkul, pengolahan dilakukan dua kali. Pengolahan kedua dilakukan dua minggu setelah pengolahan pertama.
  • Lahan dibersihkan dari gulma dan diratakan.
  • Campurkan pupuk kandang dan pupuk dasar sekaligus saat pengolahan.
  • Buat bedengan dengan ukuran : lebar 100 cm, tinggi 50 cm dan panjang tergantung keadaan lahan. Jarak antar bedengan 40 cm.
  • Arah baris sejajar dengan datangnya sinar matahari, agar proses fotosintesis berjalan lebih efisien.

2. Persiapan Benih

  • Pilih benih yang berasal dari cabai yang cukup matang, bernas, sehat dan bersih dari gangguan hama dan penyakit.
  • Potong kedua ujung cabai dan ambil biji dari bagian tengah cabai tersebut. Lalu dijemur dibawah sinar matahari hingga kering (dengan kadar air kurang lebih 12%).

3. Persemaian

  • Persemaian dilakukan 3 minggu sebelum tanam dengan menggunakan kantong ukuran kecil.
  • Benih ditanam 1-2 biji untuk setiap kantong.
  • Media persemaian diisi dengan tanah campuran pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1:1.
  • Lama benih dipersemaian ialah selama 4 minggu.

4. Penanaman dan Pemupukan

  • Penanaman dilakukan setelah 1 minggu dipasang mulsa plastik. Pemasangan mulsa plastik harus dalam keadaan lahan cukup basah.
  • Buat langsung pada mulsa plastik dengan ukuran diameter kurang lebih 10 cm.
  • Jarak tanam dibuat 60 x 40 cm.

  • Pemasangan ajir bambu dilakukan segera setelah bibit tanaman. Tinggi ajir sekitar 125 cm, dengan bagian yang dimasukkan kedalam tanah adalah 25 cm. Ajir dipasang tegak disetiap tanaman dengan jarak sekitar 10 cm dari batang tanaman. Untuk memperkuat pemasangannya, semua ajir yang digunakan didalam bedengan tersebut bisa dihubungkan dengan menggunakan bambu panjang yang diikat dengan tali.
  • Pupuk diberikan pada saat tanaman berumur 6 minggu setelah tanam (HST) yaitu pupuk NPK (15-15-15) yang dicairkan (1,5 g/l) dengan dosis 4000 liter larutan per hektar.
    -Pemupukan diulang setiap 15 hari sekali.

5. Penyiangan dan Pemeliharaan

  • Penyiangan dilakukan terhadap gulma pada parit antar bedengan dan di sekitar lingkaran batang yang tergantung kepada pertumbuhan gulma di lapangan.
  • Pembersihan hama dan penyakit dilakukan berdasarkan serangan di lapangan dengan menggunakan prinsip PHT.
  • Pestisida yang dianjurkan adalah Curater, Curacron, atau Regent untuk insektisida, sedangkan untuk fungisida digunakan Daconol dan Afugan.
  • Untuk pengendalian penyakit layu pucuk digunakan bubur bordeoux.

6. Pemanenan

  • Panen dilakukan apabila buah telah masak dan berwarna merah yang terdapat pada setiap tanaman.
  • Panen sebaiknya dilakukan minimal dua kali dalam satu minggu dengan mempertimbangkan nilai ekonomis dari jumlah atau berat buah yang akan dipanen.
  • Seluruh cabang yang tidak produktif dipangkas dan meninggalkan beberapa cabang dibawah cabang Y.
  • Lakukan pemilihan terhadap buah yang cacat, busuk, atau terinfeksi oleh hama dan penyakit di lapangan (sortasi).
  • Hasil panen harus segera dipasarkan untuk menjaga kesegaran cabai.

Simak juga artikel lainnya berikut ini :

Sumber : BPTP Jambi (2001)

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here