Penyebab Dan Pengendalian Patah Leher

Penyebab Dan Pengendalian Patah Leher

0
SHARE

Kabartani.com-Penyakit patah leher pada tanaman padi sering kali dijumpai di musim penghujan seperti saat ini. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Pyricularia oryzae (P. grisea).

Jamur Pyricularia oryzae (P. grisea) ini menyerang tanaman padi yang mulai memasuki masa vegetative serangan ini mengakibatkan blas daun dengan ditandai adanya bintik pada daun yang berwaran ungu kekuningan.

Bercak ini semakin lama akan semakin membesar dan berubah menjadi kecokelatan. Selain pada masa vegetative patah leher juga menyerang pada masa tanaman padi mulai memasuki vase generative. Dimana pada fase generative ini tanaman yang terserang akan mngkibatkan busuk pangkal leher dan malai membusuk serta akan mudah patah.

Yang lebih mengkhawatirkan apabila serangan terjadi saat sebelum pengisian biji, hal ini akan mengakibatkan bulir gabah tidak berisi (gabug) dan apabila serangan terjadi saat setelah pengisian bulir padi akan mengakibatkan kualitas biji rendah dan padi tidak berbobot.

Faktor yang  mempengaruhi perkembangan patah leher:

  1. Faktor kelembaban udara. Apabila kelembaban dan suhu udara mencapai 24-28º C maka jamur Pyricularia oryzae akan sangat mudah berkembang dan menyebar. Jamur ini seperti parasite yang menyerap nutrisi tanaman padi untuk pertumbuhanya.
  2. Pemupukan unsur Nitrogen. Unsur Nitrogen seperti Urea yang berlebihan akan mengakibatkan pertumbuhan yang sangat pesat akan tetapi jaringan daun akan melemah sehingga spora jamur ini akan mudah berkembang dan menyebabkan kerusakan pada tanaman.
  3. Jarak tanam yang terlalu rapat. Jarak tanam yang terlalu rapat akan sangat mempengaruhi kecepatan perkembangan dan penyebaran hama ini. Ditambah lagi penanaman pada musim penghujan factor lain seperti angina dan curah hujan juga memicu perkembangan blas jamur ini.
  4. Benih dan lingkungan Yang terinfeksi. penyebaran penyakit juga bisa melalui benih,dan factor lingkungan lainya terutama rerumputan, untuk itu kebersihan lahan harus selalu dijaga sebaik mungkin.

Langkah pengendalian:

  • Lakukan pembersihan sisa jerami setelah panen atau lakukan proses fermentasi pada sisa jerami shal ini bertujuan untuk membunuh miselia Blas sehingga tidak berpotensi untuk berkembang.
  • Pemupukan yang berimbang dan penggunaan urea sesuai dosis.
  • Penggunaan Pupuk Organik, karena pupuk organic dapat meningkatkan kesuburan tanah, menyehatkan tanaman dan meningkatkan kualitas serta kuantitas hasil panen secara bertahap.
  • Perhatikan juga jarak tanam, jangan menggunakan jarak tanam yang terlalu rapat hal ini mengakibatkan kelembaban yang tinggi di sekitar tanaman.
  • Kebersihan lahan harus dijaga terutama dari sisa tanaman dan inang yang sakit.
  • Gunakan benih yang bebas penyakit.
  • Gunakan fungisida untuk mencegah dan mengendalikan penyakit blas dan patah leher