Pertanian Hama Pertanian Penyebab Hama Wereng Susah Dihilangkan dan Populasinya Malah Semakin Meledak dan Cara...

Penyebab Hama Wereng Susah Dihilangkan dan Populasinya Malah Semakin Meledak dan Cara Mengendalikannya

0
Bagikan

Kabartani.com – Hama wereng merupakan hama serangga penghisap cairan tumbuhan, yang memiliki ukuran tubuh yang  kecil. Ada beberapa jenis hama wereng diantaranya wereng hijau dan coklat. Kedua hama ini hidup dengan menghisap cairan tumbuhan, wereng menjadi hama penting dalam budidaya tanaman, selain sebagai pemakan langsung, wereng juga menjadi vektor bagi penularan sejumlah penyakit tumbuhan dari kelompok virus tertentu.

Wereng memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap kondisi lingkungannya. Dan pada suatu jenis wereng tertentu memiliki kemampuan dalam menghasilkan keturunan yang tahan terhadap kondisi tertentu.

Penyebab hama wereng susah untuk dihilangkan dan populasinya malah semakin meledak

  • Penggunaan satu jenis varietas secara terus menerus bisa menjadi salah satu faktor penyebab ledakan hama wereng
  • Tidak melakukan pergiliran tanaman dengan varietas yang berbeda hal ini penting dilakukan karena untuk memutus rantai hidup wereng
  • Tidak adanya penjarangan jarak tanam, karena hal ini juga dapat mengurangi serangan hama wereng.

Dalam bidang pertanian keseimbangan ekosistem dan rantai makanan harus terjaga. Keberadaan predator alami wereng seperti laba-laba, kumbang, kepik permukaan air, dan belalang bertanduk panjang akan mampu mengendalikan polpulasi hama wereng.

Mengingat hal ini, kita perlu menjaga tempat hidup dari para predator tersebut yang biasanya hidup dalam semak dan beberapa tanaman gulma. Jika pengendalian kultur teknis serta pengendalian secara biologi tersebut tidak mampu mengatasi serangan hama, maka kita bisa melakukan pengendalian secara mekanis yaitu dengan menggunakan perangkap lampu di malam hari.

Untuk mencegah hama wereng secara alami, adapun bahan yang sering digunakan adalah biji mahoni atau biji atau daun sirsak. Dikarenakan kedua bahan tersebut mengandung repellent ( berperan penolak serangga) dan antifeedant (berperan untuk penghambat nafsu makan serangga)

Berikut tahapan yang harus dipersiapkan jika kita ingin membuat pestisida dari daun srisak

  • Daun sirsak sebanyak 1 genggam
  • Rimpang jeringau sebanyak 1 genggam
  • Bawang putih 20 siung
  • sabun colek 20 gr
  • Air sebanyak 20 liter.

Cara membuatnya : Daun sirsak, rimpang jeringau, dan bawang putih ditumbuk sampai halus, kemudian dicampur dengan sabun colek. Campuran tersebut kemudian direndam dalam air 20 liter selama dua hari. Larutan selanjutnya disaring dengan kain halus dan siap untuk diaplikasikan ketanaman yang diserang hama tersebut. Setiap 1 liter air saringan bisa diencerkan dengan 15 liter air

Daun sirsak berfungsi sebagai penghambat nafsu makan serangga, sedangkan jeringau dan bawang putih berfungsi untuk mengusir serangga dengan baunya yang khas. Bawang putih juga mengandung alisin yang akan membantu pertumbuhan jaringan yang rusak. Sementara itu sabun colek berfungsi sebagai perekat ketika larutan disemprotkan

Adapun Cara lainnya untuk mengatasi hama wereng yaitu dengan menggunakan biji dan daun sirsak yang sudah dicincang halus sebanyak 250 gram, dicampur dengan mikroba (efektif mikroorganisme) sebanyak 50 ml, tetes gula sebanyak 50 ml, dicampur dengan 1 liter air.

Keseluruhan bahan dimasukan ke dalam drum plastik, tutup drum dengan rapat dan simpan ke dalam ruangan yang hangat dengan temperatur 20-35 derajat celcius, yang tidak terkena sinar matahari dengan langsung.

Kemudian aduk secara teratur dengan cara menggoyangkan ember dan tutup drum dibuka sebentar untuk membebaskan gas. Fermentasi akan mulai dan gas akan dibebaskan dalam 2-5 hari. Lalu masukkan ekstrak yang dihasilkan ke dalam botol plastik setelah disaring.

Penggunaan Ekstrak dapat dilakukan dengan  disiramkan ke tanah atau tanaman secara merata dalam bentuk larutan dengan dosis 5-10 cc/liter air. Penyemprotan pada tanaman yang dilakukan setelah pertumbuhan tunas, secara kontinyu sebelum hama atau penyakit muncul, penyemprotan dilakukan sore atau pagi hari, di waktu angin tidak bertiup kencang atau setelah hujan

Demikianlah perlunya pengendalian hama wereng dengan menggunakan predator hama wereng maupun dengan pestisida alami yang aman terhadap lingkungan, tanaman, dan predator hama tersebut, karena fungsi dari pestisida alami ini untuk mengusir hama wereng baik dengan bau-bau yang tak disukai hama wereng tersebut, selain itu pestisida Alami ini juga berperan mengurangi nafsu makan hama wereng.

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here