Persiapan Lahan Untuk Padi Teknologi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Persiapan Lahan Untuk Padi Teknologi Tanam Benih Langsung (TABELA)

3
SHARE

Kabartani.com – Tahapan selanjutnya yaitu persiapan lahan untuk menanam padi menggunakan teknologi TABELA (Tanam benih Langsung).

Jika anda belum membaca tahapan-tahapan sebelumnya, bisa anda baca di tautan dibawah ini:

Agroekosistem sawah irigasi dilakukan pengolahan lahan sempurna, meliputi tahapan pembajakan singkal (olah basah) atau pembajakan piringan (olah kering), penggaruan, dan perataan lahan. Lahan yang diolah basah dibiarkan selama 1 minggu setelah pembajakan dengan kedalaman air 10-20cm.

Penggaruan dilakukan dengan menggunakan garu/‘gelebeg’ 1 minggu sebelum perataan lahan (Gambar 4). Setelah perataan, air dimasukkan agartanah lembab sehingga lahan siap tabur. Pencegahan genangan air saat tabur pada petakan sistem Tabela dilakukan dengan membuat saluran cacing mengelilingi petakan sawah dan caren di dalam petakan sawah. Teknologi Tabela dalam larikan(Atabela) tidak memerlukan caren di dalam petakan.

Gambar 4. Garu atau geledeg yang ditarik traktor tangan di sawah irigasi (Sumber, Firmanyah, 2014)
Gambar 4. Garu atau geledeg yang ditarik traktor tangan di sawah irigasi (Sumber, Firmanyah, 2014)

Sawah irigasi dan sawah tadah hujan denganolah lahan kering, dilakukan pembajakan dan penggaruan hingga rata. Pada saat penggaruan dapat ditambahkan bahan organik berupa kompos atau pupuk kandang 2 ton/ha.Lahan dibiarkan selama 1 minggu kemudian dimasukkan air hingga tanah lembab dan siap tabur.

Agroekosistem lahan pasang surut tipe B dilakukan olah tanah basah atau olah tanah kering menggunakan traktor tangan (hand tractor) dengan kedalaman bajak kurang dari 20 cm. Perataan tanah dilakukan 1 minggu setelah olah tanah pertama. Pembuatan saluran air (kanal) mengelilingi petak lahan untuk pengaturan air mikro (Gambar 5).

Gambar 5. Perataan tanah dilahan pasang surut tipe B
Gambar 5. Perataan tanah dilahan pasang surut tipe B

Tahapan selanjutnya yaitu: